INDONESIAKININEWS.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyentil sejumlah pejabat dan para peserta yang tak bermasker dalam aca...
INDONESIAKININEWS.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyentil sejumlah pejabat dan para peserta yang tak bermasker dalam acara peresmian pabrik suling kayu putih di Kabupaten Grobogan.
Namun cara Ganjar menyentil sedikit berbeda yakni melalui akun Twitternya @ganjarpranowo. Ganjar me-retweet cuitan berisi foto dan keterangan yang diunggah akun Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, @dlhkprovjateng.
"Peresmian pabrik suling kayu putih Koperasi Kendeng Rimba Raya IPHS Kabupaten Grobogan oleh Plt. Kepala Dinas @dlhkprovjateng, Ketua Komisi B DPRD Kab. Grobogan dan ADM KPH Gundih @Heruxjogo," tulis DLHK Jateng disertai dua foto seluruh peserta yang sedang berdiri.
Dalam dua foto yang diunggah, terlihat tiga orang di barisan paling depan tidak memakai masker. Hal yang kemudian ditanggapi Ganjar dengan cuitan "Itu kok gak pakai masker?".
Ganjar mengatakan, sentilan itu sebagai efek kejut. Sebab seharusnya pemerintah memberi contoh. Jika pejabat pemerintah tidak berikan contoh taat protokol kesehatan, hal itu jelas akan berbahaya.
"Siapa pun di antara kita, ternyata ketidaktertiban itu sering muncul. Tidak hanya nyalahke (menyalahkan) masyarakat ayo dicekeli, sekarang lagi operasi kan? Kemarin ada yang berontak, melawan, kalau kita sendiri tidak kasih contoh, pejabatnya, bahaya itu," kata Ganjar usai acara puncak peringatan hari Pramuka ke-59 di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (25/8).
Meski begitu Ganjar mengaku tidak tahu siapa pejabat yang disentilnya. Namun, Gubernur Jateng dua periode itu mengaku sangat sensitif jika berbicara terkait protokol kesehatan.
"Saya tidak tahu siapa dia, tapi kalau tidak salah itu ada eksekutif, legislatif, ada perangkat desa, kalau tidak salah, makanya di (postingan) dinas itu kok tidak pakai (masker), saya agak sensitif soal itu.
Kalau model vicon juga saya agak sensitif untuk bisa ingatkan secara langsung. Mengingatkan secara langsung itu sekaligus efek kejut yang kita berikan," jelas Ganjar.
Ganjar Tegaskan Para Pejabat Tetap Harus Mematuhi Protokol Kesehatan
Mengenai protokol kesehatan, Ganjar menegaskan pemerintah juga harus mematuhi hal itu. Misalnya, pemerintah seharusnya tak gelar acara yang timbulkan kerumunan.
Selain itu, politisi PDIP itu mengambil contoh yang baru saja terjadi. Seperti kasus mal baru di Semarang yang viral karena terjadi kerumunan massa yang mengantre masuk mal tersebut.
"Sebenarnya tidak hanya itu yang kita kritik. Kemarin ada yang membuat event besar, janganlah, Jawa Tengah masih seperti ini kok membuat even besar, yuk-yukan (berdesakan) gitu. Kemarin ada mal dibuka, langsung saya kontak, enggak boleh anda seperti itu, 'kami sudah siap lho pak Ganjar'," ucap Ganjar.
"Lha iya, ternyata kan siapnya di atas kertas, tidak siap mengontrol, nah itu contoh. Artinya kita jangan sepelekan. Saya akan berteriak dan tidak pernah berhenti soal itu siapa pun saya peringtkan," tutupnya.
Sumber: kumparan
