$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Jokowi Marah Besar, Indonesia Nggak Takut, Perang Lawan Uni Eropa, Sawit Ditolak Nikel Mau Dikuasai

INDONESIAKININEWS.COM -  Presiden Joko Widodo benar-benar marah kepada Uni Eropa. Pasalnya Uni Eropa hanya ingin mengincar dan menguasai bij...



INDONESIAKININEWS.COM - Presiden Joko Widodo benar-benar marah kepada Uni Eropa. Pasalnya Uni Eropa hanya ingin mengincar dan menguasai bijih nikel Indonesia saja.

Sebaliknya minyak sawit dari Indonesia malah ditolaknya. Imbasnya harga sawit Indonesia pun anjlok.

'Ngapain Takut, Kita Lawan, Gugat Uni Eropa' demikian pernyataan tegas dari Presiden Jokowi. Presiden Joko Widodo pun marah atas sikap serakah Uni Eropa ini.

Sebab disatu sisi Uni Eropa menolak sawit, tetapi disatu sisi mereka mengincar nikel atau tepatnya bijih nikel milik Indonesia.

Bijih nikel Indonesia dikenal sangat berkualitas tinggi hingga menjadi incaran utama Uni Eropa.

Seperti diketahui, Diam-diam Indonesia menjadi pihak penggugat soal ekspor sawit yang kini ditekan oleh Uni Eropa soal kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II) dan Delegated Regulation UE, yang berdampak kepada dilarangnya ekspor minyak sawit ke Eropa.

Mereka mengategorikan minyak kelapa sawit ke dalam kategori komoditas yang memiliki Indirect Land Use Change (ILUC) berisiko tinggi.

Akibatnya reputasi minyak sawit yang selama ini menjadi salah satu andalan Indonesia menjadi berkurang.

Dampak di dalam negera adalah menurunnya harga sawit dan anjlok kualitas dan persaingan harga di mata dunia.

Tentunya yang paling terimbas adalah petani sawit, yang diketahui bahwa Indonesia adalah pemasok terbesar minyak kelapa sawit kepada dunia, bersama Thailand dan Malaysia.

Kebijakan ini memang mempengaruhi ekspor minyak sawit, yang selama aman dikonsumsi seperti minyak goreng.

Kemudian untuk energi industri dan keadaraan karena minyak sawit juga bisa diolah menjadi biofuel dan biodisel.

Gugatan Indonesia sudah dilakukan sejak 2019 lalu ke WTO, Organisasi Perdagangan Dunia.

Selain, menjadi penggugat ekspor minyak sawit, Indonesia justru digugat karena memutuskan untuk tidak mengekspor bijih nikel yang kini menjadi andalan Indonesia, hal ini disampaikan oleh Perdagangan ( Mendag) Muhammad Lutfi, Jumat (15/1/2021) kemarin. Lutfi menyatakan kekecewaan kepada Uni Eropa di WTO tersebut.

Sementara, Presiden Jokowi menganggap kebijakan ini, sejalan dengan larangan ekspor mineral mental sejalan dengan upaya hilirisasi agar industri peleburan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri bisa berjalan.

Dampaknya Indonesia menjadi Indonesia telah mampu menjadi negara penghasil stainless steel terbesar kedua setelah China.

Namun kebijakan Indonesia ini justru digugat Uni Eropa. Hal inilah yang membuat Presiden Jokowi Marah besar.

Indonesia pun pasang genderang perang dalam tanda kutif perang dagang dengan Uni Eropa terkait dengan Bijih Nikel.

Jokowi marah besar, karena disatu sisi Uni Eropa menolak minyak sawit, tetapi mengincar bijih nikel.

'Ngapain Takut, Kita Gugat Uni Eropa' demikian diungkapkan Jokowi dihadapan pejabat tinggi negara,

Harga Sawit Indonesia Anjlok, Jokowi Marah: Mereka Incar Nikel

'Ngapain Takut, Kita Gugat Uni Eropa' ujar Jokowi di Musrenbang RPJMN di Istana Negara, pada 16 Januari 2020 seperti dilansir Sripoku.com dari Kompas.com.

Jokowi marah besar, karena hal ini menjadi Sebab Harga Sawit Indonesia Anjlok.

Gugatan Uni Eropa

Dilansir dari Kompas.com, Uni Eropa kembali melanjutkan sengketa atas kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang dikeluarkan pemerintah Indonesia.

Kini Uni Eropa mendesak Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO) untuk membentuk panel guna membahas sengketa tersebut ( Uni Eropa gugat RI soal nikel).

Merespon perlawanan Uni Eropa tersebut, Menteri Perdagangan ( Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, Indonesia siap menghadapi gugatan Uni Eropa atas kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Menurut Lutfi, Indonesia baru mendapatkan notifikasi bahwa Uni Eropa tetap akan melanjutkan proses sengketa ke WTO yang jadi wasit perdagangan antar-negara itu.

"Tentunya kami sangat kecewa bahwa sudah ada konsultasi yang begitu lama. Tetapi ini bagian dari pada interaksi kita dengan dunia internasional, kita akan layani dan jalankan tuntutan tersebut," ujar Lutfi dalam keterangannya, Jumat (15/1/2021).

Sebagai informasi, gugatan Uni Eropa itu didasarkan pada anggapan bahwa kebijakan pemerintah Indonesia terkait larangan ekspor bijih nikel telah menyulitkan pihak Uni Eropa untuk bisa berkompetisi dalam industri baja di dunia.

Khususnya kebijakan terkait produk bijih nikel yang menjadi bahan baku dari stainless steel.

Dalam persaingan itu, Indonesia telah mampu menjadi negara penghasil stainless steel terbesar kedua setelah China.

Perang dagang antara Uni Eropa dengan Indonesia terkait regulasi UU minerba tersebut sebenarnya merupakan sengketa lama.

Gugatan Uni Eropa ke WTO sudah mulai dilayangkan pada awal tahun 2020. Ini karena larangan ekspor bijih nikel dari Indonesia mulai berlaku di tahun 2020.

Ini tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 11 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak mempermasalahkan gugatan Uni Eropa tersebut.

Menurutnya, selama ini Indonesia tak mendapatkan banyak nilai tambah karena puluhan tahun hanya mengekspor bijih mineral mentah.

"Pak, kita mau tarung, apapun kita hadapi. Kita hentikan ekspor nikel ore keluar, ini sudah digugat sama Uni Eropa, digugat di WTO," kata Jokowi di Musrenbang RPJMN di Istana Negara, pada 16 Januari 2020.

"Kalalu defisit transaksi berjalan sudah beres siapapun yang gugat kita hadapi. Tapi ini juga kita hadapi, ngapain kita takut?" ujar dia lagi.

Menurutnya, alasan larangan ekspor mineral mental sejalan dengan upaya hilirisasi agar industri peleburan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri bisa berjalan.

Dengan nilai tambah dari mineral mentah yang diolah dalam negeri, juga bisa menambah lapangan kerja serta memperbaiki defisit neraca berjalan.

Ini tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 11 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Barang, barang kita, nikel, nikel kita, mau ekspor mau enggak suka-suka kita. Ya, enggak?" lanjut dia.

Program hilirisasi tambang mineral, kata Jokowi, dilakukan bertahap.

Bahkan di masa mendatang, pemerintah juga akan melarang ekspor bijih mentah lain selain nikel.

Nilai ekspor bijih nikel Indonesia mengalami peningkatan tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat, ekspor bijih nikel Indonesia naik signifikan sebesar 18 persen pada kuartal kedua 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017.

Menolak sawit

Selain jadi tergugat dalam kasus nikel, Indonesia juga berposisi sebagai penggugat di WTO dalam sengketa ekspor minyak sawit dan produk turunannya seperti biodiesel.

Pada 9 Desember 2019 lalu, Pemerintah Indonesia melalui Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, Swiss resmi mengajukan gugatan terhadap Uni Eropa di WTO.

Gugatan diajukan terhadap kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II) dan Delegated Regulation UE.

Kebijakan-kebijakan tersebut dianggap mendiskriminasikan produk kelapa sawit Indonesia.

Diskriminasi dimaksud berdampak negatif terhadap ekspor produk kelapa sawit Indonesia di pasar UE.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan, melalui kebijakan RED II, UE mewajibkan mulai tahun 2020 hingga tahun 2030 penggunaan bahan bakar di UE berasal dari energi yang dapat diperbarui.

Selanjutnya, Delegated Regulation yang merupakan aturan pelaksana RED II mengategorikan minyak kelapa sawit ke dalam kategori komoditas yang memiliki Indirect Land Use Change (ILUC) berisiko tinggi.

Akibatnya, biofuel berbahan baku minyak kelapa sawit tidak termasuk dalam target energi terbarukan UE, termasuk minyak kelapa sawit Indonesia.

"Pemerintah Indonesia keberatan dengan dihapuskannya penggunaan biofuel dari minyak kelapa sawit oleh UE.

Selain akan berdampak negatif pada ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke UE, juga akan memberikan citra yang buruk untuk produk kelapa sawit di perdagangan global," ujar Wisnu.

Data statistik BPS menunjukkan nilai ekspor minyak kelapa sawit dan biofuel/Fatty Acid Methyl Ester (FAME) Indonesia ke Uni Eropa menunjukkan tren negatif pada lima tahun terakhir.

Nilai ekspor FAME mencapai 882 juta dollar AS pada periode Januari–September 2019, atau menurun 5,58 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 sebesar 934 juta dollar AS.

Sementara nilai ekspor minyak kelapa sawit dan FAME ke dunia juga tercatat melemah 6,96 persen dari 3,27 miliar dollar AS pada periode Januari–September 2018 menjadi 3,04 miliar dollar AS secara tahunan (year on year).


s: tribunnews.com


Name

Berita,12596,HUMOR,5,Internasional,158,Kesehatan,8,Nasional,12470,News,70,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Jokowi Marah Besar, Indonesia Nggak Takut, Perang Lawan Uni Eropa, Sawit Ditolak Nikel Mau Dikuasai
Jokowi Marah Besar, Indonesia Nggak Takut, Perang Lawan Uni Eropa, Sawit Ditolak Nikel Mau Dikuasai
https://1.bp.blogspot.com/-2VCv7sFOp10/YAO5YsSi73I/AAAAAAAAHmE/wdaiVi9-FZkIPCWf3dsYF4UjzlruB4D9ACLcBGAsYHQ/w640-h340/Screenshot_041019_101928_AM.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-2VCv7sFOp10/YAO5YsSi73I/AAAAAAAAHmE/wdaiVi9-FZkIPCWf3dsYF4UjzlruB4D9ACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h340/Screenshot_041019_101928_AM.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/01/jokowi-marah-besar-indonesia-nggak.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/01/jokowi-marah-besar-indonesia-nggak.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy