$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Begini Alasan Bripka CS Melakukan Penembakan yang Menewaskan Tiga Orang

INDONESIAKININEWS.COM -  Peristiwa penembakan brutal yang menewaskan tiga orang disebuah bar menuai kecaman.  Penembakan dilakukan oleh angg...



INDONESIAKININEWS.COM - Peristiwa penembakan brutal yang menewaskan tiga orang disebuah bar menuai kecaman. 

Penembakan dilakukan oleh anggota Polisi Bripka CS. 

Salah satu korbannya adalah seorang anggota TNI bernama Pratu Martinus di sebuah bar.

Selain TNI Pratu Martinus, ada dua orang lainnya yang tewas yakni Pegawai Cafe dan Bar di Cengkareng, Jakarta Barat itu.

Satu lainnya masih dirawat di rumah sakit karena terluka.

Peristiwa subuh berdarah itu membuat publik tercengang lantaran tersangka adalah oknum polisi.

Peristiwa subuh berdarah di Kafe RM yang berada di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat itu dipicu keadaan mabuk Bripka CS.

Ia tidak terima ketika diminta membayar tagihan minumannya yang diajukan oleh kasir kafe.

Kronologi penembakan yang dilakukan oleh Bripka CS berawal dari cekcok yang terjadi pada waktu subuh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan,insiden tersebut berawal ketika Bripka CS mengunjungi kafe di kawasan Cengkareng sekitar pukul 02.00 WIB.

"Tersangka melakukan kegiatan minum-minum di sana," kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis siang.
 
Setelahnya, ketika Bripka CS hendak melakukan pembayaran, ia terlibat cekcok dengan pegawai kafe.

"Pada saat akan bayar, terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai. Dalam kondisi mabuk, Bripka CS mengeluarkan senjata api dan menembak empat orang," ujar Yusri.

Mulanya, pelaku datang ke RM Kafe yang menjadi lokasi penembakan.

Pelaku datang bersama seorang teman bernama Pegi dan langsung memesan minuman.

Namun, saat pelaku datang, kafe sudah hendak tutup.

Karena itulah, pelanggan lainnya sudah meninggalkan kafe.

Sebelum kafe tutup, pelaku ditagih bill senilai Rp 3.335.000.

Namun, pelaku menolak membayar tagihan tersebut.

Lantas, petugas keamanan kafe, Sinurat, menegur pelaku dan terjadilah cekcok di antara keduanya.
 
Tanpa basa-basi, pelaku langsung menyodorkan senjata api lalu ditembakkan ke kepala Sinurat dan dua korban lainnya secara bergantian.

Akibat kejadian itu, tiga orang tewas dan satu lainnya luka-luka.

Seusai menembaki korban, pelaku meninggalkan lokasi kejadian sambil menenteng senjata api di tangan kanannya.

Pelaku dijemput menggunakan mobil oleh seorang teman.

Namun, pelarian pelaku tak berlangsung lama.

Kini, ia sudah diamankan di Polsek Kalideres, Jakarta Barat.

Kini, Bripka CS sudah langsung ditetapkan sebagai tersangka, selain itu, dirinya juga langsung ditindak dan dipecat sebagai bentuk ketegasan institusi polisi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memastikan bakal menindak tegas aksi penembakan yang dilakukan Bripka CS.

"Kami akan menindak pelaku dengan tegas, akan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan," kata Fadil kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

"Kami akan mengambil langkah-langkah cepat agar tersangka bisa diproses secara pidana," sambungnya.

Selain itu, Fadil memastikan Bripka CS akan diproses secara kode etik alias dipecat dari institusi Polri.

"Tersangka juga kami akan proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," tegas mantan Kapolda Jawa Timur itu.

Kata Kapolda

Tak hanya itu saja, Bripka CS disebut sedang ada dalam pengaruh alkohol ketika kejadian berlangsung.

Seperti dikutip TribunJatim.com dari Tribunnews.com, terungkap identitas Bripka CS adalah polisi yang melakukan aksi koboi menyebabkan seorang anggota TNI dan 2 warga sipil tewas.

Aksi koboi yang dilakukan seorang anggota Reskrim Polsek Kalideres, Bripka CS di sebuah bar bernama RM, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat terjadi pada Kamis (25/2/2021) pukul 04.30 WIB.

Citra Korps Bhayangkara akhirnya kembali lagi tercoreng karena peristiwa yang mengerikan tersebut.

Bahkan kini Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran sampai juga meminta maaf usai anggota kepolisian berinisial CS menjadi pelaku.

"Sebagai Kapolda Metro Jaya atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kepada kekurga korban, dan kepada TNI AD, bela sungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini," katanya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/2/2021).

CS sendiri, dikatakan Fadil per hari ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, dijerat Pasal 388 KUHP.

Didesak IPW untuk Dihukum Mati

Ketua IPW Neta S Pane menyebut aksi brutal yang diduga dilakukan polisi koboi di kafe Cengkareng menunjukkan Jakarta semakin tidak aman.

Bahkan Neta S Pane mengatakan bahwa pelaku penembakan tersebut harus dihukum mati.

"Kami mendesak, oknum polisi yang diduga sebagai pelaku penembakan dijatuhi hukuman mati dan Kapolres Jakarta Barat harus segera dicopot dari jabatannya," kata Neta kepada Warta Kota, Kamis (25/2/2021).

Menurut Neta, ada dua alasan kenapa Kapolres Jakarta Barat harus dicopot. 

"Pertama, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah dia membiarkan ada kafe yang buka hingga pukul 04.00, padahal saat ini tengah pandemi Covid 19," ujar Neta.

"Kedua, Kapolres kurang memperhatikan perilaku anak buahnya hingga terjadi peristiwa brutal yang diduga dilakukan anak buahnya di wilayah hukumnya," tambahnya.

Aksi penembakan yang diduga dilakukan anggota Polisi yang mengakibatkan 3 orang tewas dan 1 luka itu terjadi Kamis, 25 Februari 2021, sekira pukul 04.30 WIB, di RM Kafe RT.12/04 Cengkareng Barat, Jakarta Barat. 

"Pelaku diduga berinisial CS anggota Polsek Kalideres Jakarta Barat," katanya. 

Sedangkan ketiga korban tewas adalah, SINURAT (Anggota TNI AD /Keamanan RM kafe), FERI SAUT SIMANJUNTAK (Bar Boy), dan MANIK (Kasir RM Kafe).

Dalam peristiwa penembakan itu ada tiga saksi. RUSTAM EFFENDI (Bartender RM kafe), SAMSUL BAHRI (Keamanan RM kafe), dan YAKUB MALIK (Keamanan RM kafe).

Aksi brutal ini berawal, saat pelaku datang sekira jam 02.00 WIB bersama temannya yang bernama PEGI dan langsung memesan minuman.

Karena kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri lalu pelaku ditagih bill pembayaran minuman sebesar Rp 3.335.000.

Namun korban tidak mau membayar. Selanjutnya korban SINURAT selaku keamanan menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan ditembakkan kepada ketiga korban secara bergantian. 

 



S:tribunnews.com


Name

Berita,15479,H,7,HUMOR,5,Internasional,159,Kesehatan,12,Nasional,15349,News,75,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Begini Alasan Bripka CS Melakukan Penembakan yang Menewaskan Tiga Orang
Begini Alasan Bripka CS Melakukan Penembakan yang Menewaskan Tiga Orang
https://1.bp.blogspot.com/-Yyz1rdAP7Wk/YDjqPKvJRwI/AAAAAAAABwk/_adkFCbPbmIbk9pkdFv97Bcjgo8WVE3JACLcBGAsYHQ/w640-h366/Screenshot_2021-02-26-19-23-44-561_com.opera.app.newslite.png
https://1.bp.blogspot.com/-Yyz1rdAP7Wk/YDjqPKvJRwI/AAAAAAAABwk/_adkFCbPbmIbk9pkdFv97Bcjgo8WVE3JACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h366/Screenshot_2021-02-26-19-23-44-561_com.opera.app.newslite.png
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/02/begini-alasan-bripka-cs-melakukan.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/02/begini-alasan-bripka-cs-melakukan.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy