$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Munarman: Zakiah Aini Harusnya Dilumpuhkan, Bukan Ditembak Mati, Apalagi Dia Perempuan

INDONESIAKININEWS.COM - Penembakan mati seorang perempuan bernama Zakiah Aini (25 tahun) di halaman Mabes Polri, Rabu sore (31/3/2021), mend...


INDONESIAKININEWS.COM -
Penembakan mati seorang perempuan bernama Zakiah Aini (25 tahun) di halaman Mabes Polri, Rabu sore (31/3/2021), mendapat sorotan dari mantan Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman.

Munarman bilang, polisi seharusnya cukup melumpuhkan Zakiah, alih-alih langsung menembak mati gadis tersebut.

Dengan tindakan pelumpuhan, polisi justru dapat menggali informasi dari Zakiah mengenai sosok yang mendalanginya.

"Harusnya tindakan pelumpuhan. Apalagi ini kan perempuan. Pada kaki misalnya. Katakanlah pada tangan. Kan dilatih menembak aparat itu," ujar Munarman, saat berbincang dengan Refly Harun di kanal YouTube RH Family, Rabu petang.

Dari gerak-geriknya, menurut Munarman, Zakiah bukanlah seseorang yang profesional--jika ia diasumsikan sebagai teroris atau penjahat.

"Kalau dia profesional, gerakannya tidak seperti itu. Dia pasti berusaha dan berupaya untuk menyembunyikan tubuhnya dari sasaran tembak. Mencari tempat untuk perlindungan," kata Munarman.

Karena itu, Munarman pun prihatin atas nasib yang dialami Zakiah, gadis yang diketahui merupakan bungsu di keluarganya.

"Itu yang kita prihatinkan. Terlalu murah harga nyawa di Indonesia ini. Dan itu berulang-ulang," ujarnya.

Sepanjang perbincangan dengan Refly, Munarman menyampaikan bahwa rentetan aksi teror yang terjadi kurun beberapa waktu belakangan, menimbulkan pertanyaan besar, di samping juga merugikan umat Islam.

"Peristiwa-peristiwa seperti ini, baik yang di Makassar maupun yang sekarang, dari sudut pandang bahwa seolah-olah ini mewakili Islam, saya kira justru adanya peristiwa ini umat Islam dirugikan. Pertanyaan besarnya: apakah aksi-aksi ini memang dirancang untuk menjatuhkan dan merugikan Islam?" katanya.

Terkait munculnya kembali nama FPI di tengah-tengah teror yang belakangan terjadi, Munarman menyebut hal itu sebagai bagian dari agenda setting pihak tertentu, untuk mengaburkan atau mendistorsi perhatian khalayak dari pengungkapan kasus penembakan 6 anggota Laskar FPI Desember 2020 silam.

"FPI itu, secara entitas keormasan, sudah dibubarkan. Sudah almarhum. Ada kekuatan-kekuatan tertentu yang menginginkan opini publik mengarah kepada FPI sebagai kelompok pelaku. Ini menggiring opini publik. Target konkretnya saya kira, di tengah gencarnya desakan untuk menuntaskan pembunuhan 6 laskar FPI, opini publik jadi beralih. Ada distruption. Ada interruption," katanya.

Postulat tersebut, kata Munarman, diperkuat dengan fakta bahwa ada perbedaan dalam cara aparat menangani kasus teroris dengan kasus penembakan 6 anggota Laskar FPI.

"Ada perbedaan kecepatan dalam pengungkapan kasus yang menyangkut nyawa. Yang kasus teroris ini cuma hitungan jam. Yang kasus 6 laskar berlarut-larut," katanya.

Munarman pun berpijak pada teori rekonstruksi dan teori hegemoni sosisal, untuk menguatkan postulat yang disampaikannya.

"Bagaimana kelompok penguasa menaklukkan rakyatnya supaya dia diikuti, supaya mendapat persetujuan dari rakyatnya, dari pengendalian pikiran, mind control. Dengan dijejali informasi itu, orang jadi sukarela mengikuti apa yang dimaui oleh si pemberi informasi itu," katanya.

"Kemudian ada rekonstruksi sosial, bagaimana sebuah realitas direkonstruksi melalui berbagai peristiwa pascaperistiwa, dibuatkan narasinya seolah-olah itu nyata. Itu yang disebut rekonstruksi sosial di alam pikiran. Bagaimana pihak-pihak yang berkuasa, supaya posisi dominannya tidak diganggu, otoritasnya tidak dipertanyakan, dia coba menjinakkan alam pikiran rakyatnya. Alam pikiran itu bisa didesain dari seberapa banyak informasi yang diproduksi supaya orang tidak menjadi kritis. Dalam bahasa politik disebut propaganda," Munarman menambakan.

Dalam video yang merekam detik-detik sebelum Zakiah ditembak yang beredar di media sosial, Zakiah terlihat berjalan seorang diri di halaman Mabes Polri.

Ia memakai pakaian hitam dengan kerudung warna biru, dan memakai sepatu kets warna putih.

Saat roboh, terlihat ada sebuah pistol di sampingnya. Juga ada benda semacam buku berwarna kuning dekat kakinya.

S:Indozone


Name

Berita,13855,H,2,HUMOR,5,Internasional,159,Kesehatan,9,Nasional,13727,News,72,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Munarman: Zakiah Aini Harusnya Dilumpuhkan, Bukan Ditembak Mati, Apalagi Dia Perempuan
Munarman: Zakiah Aini Harusnya Dilumpuhkan, Bukan Ditembak Mati, Apalagi Dia Perempuan
https://1.bp.blogspot.com/-uMCxpXR8Zo4/YGW4fe4z5AI/AAAAAAAAJRM/jliEP7bKcDg4R0iNu-B6elV2zPGaMLzzACLcBGAsYHQ/w640-h476/IMG_20210401_191116.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-uMCxpXR8Zo4/YGW4fe4z5AI/AAAAAAAAJRM/jliEP7bKcDg4R0iNu-B6elV2zPGaMLzzACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h476/IMG_20210401_191116.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/04/munarman-zakiah-aini-harusnya.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/04/munarman-zakiah-aini-harusnya.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy