$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Berdebar Kencang, Polri: Ada Tokoh Terkenal Bakal Ditangkap

INDONESIAKININEWS.COM -  Sebelumnya seperti yang sudah kita ketahui Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menciduk tiga tersangka terorisme, y...



INDONESIAKININEWS.COM - Sebelumnya seperti yang sudah kita ketahui Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menciduk tiga tersangka terorisme, yakni Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Farid Okbah alias FAO, Ahmad Zain An-Najah alias AZ dan Anung Al-Hamat alias AA, di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Penangkapan ketiga terduga teroris di atas atas olah hasil pengembangan berdasarkan keterangan 28 orang kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang telah tertangkap sebelumnya.

Jadi Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 dalam hal ini telah bekerja secara profesional. Mereka melakukan pengembangan berdasarkan keterangan orang-orang yang telah ditangkap dan kemudian mengorek keterangan lebih dalam lagi dan kemudian Densus 88 kantongi petunjuk, orang-orang yang disinyalir terafilisiasi dengan kelompok jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).


 
Hal ini terungkap setelah Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Polri Kombes Pol Aswin Siregar mentakan di depan awak media, tak menutup kemungkinan akan meringkus kembali pihak yang terkait jaringan teroris JI.

Bahkan dia menyebut tangkapan berikutnya bisa menggegerkan publik. Hmmmm, ini sangat menarik dan berikut adalah pernyataan Kombes Pol Aswin Siregar beberapa waktu yang lalu.

"Ini masih banyak lagi sebenarnya. Nanti mungkin, kita tidak mau berandai-andai, bahwa kalau ada penangkapan selanjutnya, nanti akan mengejutkan lagi, siapa lagi nih orangnya?" kata Aswin saat konferensi pers di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Kamis (25/11/2021).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Kombes Aswin mengatakan siapapun yang ditangkap nantinya maka publik diharapkan tidak meributkan status atau jabatan yang bersangkutan.

Sebab yang menjadi dasar dari Densus 88 bertindak adalah adanya bukti keterlibatan yang cukup terkait perkara terorisme.

Wow, apa yang disampaikan Kombes Pol Aswin di atas tentu tidak main-main. Sebuah sinyal yang sangat kuat.

Hmmmm, siapa kira-kira tokoh terkenal dan nakal gegerkan publik yang dimaksudkan? Oke, tapi sebelummya mari kita sedikit flashback. Dan mencoba merangkainya satu persatu sehingga membentuk sebuah petunjuk bahkan sebuah kesimpulan.

Sebagai gambaran, penangkapan Farid Okbah, Ahmad Zain An Najah dan Anung Al-Hamat beberapa waktu cukup menghebohkan publik. Sebab ketiganya dipandang tokoh ulama oleh kalangan tertentu atau mazhab tertentu.

Bahkan Farid Okbah diketahui memiliki hubungan secara personal yang baik dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini yaitu Anies Baswedan. Bahkan buku karya Farid Okbah dibaca oleh Anies Baswedan.

Gambaran di atas sudah lebih dari cukup bagaimana kedekatan diantara keduanya. Buku tak hanya jendela dunia tapi juga cara orang berkomunikasi untuk samakan persepsi.

Lebih lanjut jika kita perhatikan dengan seksama, ada sebuah gerakan yang soft sekali, di mana mereka sudah masuk melalui tokoh yang mereka anggap bisa sebagai pintu gerbang arah perjuangan. Tokoh-tokoh antara sadar dan tidak dijadikan batu pijakan.

Sampai di sini saja kita dapat membaca polanya. Jadi betul apa yang dikatakan mantan Ketua BIN AM Hendropriyono saat menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier para teroris itu akan mendukung salah satu tokoh untuk memuluskan jalan mereka.

Selanjutnya Kombes Pol Aswin mengatakan Densus 88 ingin membuat publik mengerti apa yang menjadi dasar bagi Densus 88 dalam bertindak, yaitu bukti permulaan yang cukup terkait perkara tersebut. Jadi jika nanti ada penangkapan, agar kita semua tidak lagi meributkan status para tersangka yang ditangkap, khususnya secara sosial, politik dan institutional," kata Aswin ketika dihubungi Tribun Network, Selasa (30/11).

Aswin menegaskan penangkapan dilakukan semata-semata berdasarkan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik Densus 88.

Karenanya, dia meminta publik tidak salah mengartikan bahwa pihaknya sudah menargetkan pihak-pihak tertentu dari jauh-jauh hari. Dengan kata lain bahasa sederhananya Densus 88 tidak dijadikan alat politik semua berdasar profesionalisme kerja.

"Jadi tidak ada menyasar siapapun. Penyidik hanya mendasarkan penangkapan tersangka berdasarkan alat bukti yang diperoleh dari investigasi kami," ucapnya.

Nah, yang menarik dari 24 terduga teroris yang telah ditangkap satu diantaranya bernama Fitria Sanjaya. Kami akan ajak untuk melihat dari sisi pendanaan mereka.

Farid Sanjaya ini berasal dari Yayasan Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (Laz BM ABA). Yayasan ini terdengar tak asing bagi kita, lantaran baik Farid Okbah dan Zain An Najah ada di dalamnya.

Zain An Najah merupakan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman bin Auf (BM ABA) sedangkan Farid Okbah adalah anggota Dewan Syariah LAZ BM ABA. Selain itu, seperti yang sudah kita tahu Zain An-Najah juga merupakan anggota Fatwa Komisi MUI.

Menurut pengakuan Fitria Sanjaya, yayasan ini mampu merengkuh dana publik hingga Rp 28 miliiar per tahun dari sumbangan masyarakat.

Dan dari dana sumbangan masyarakat inilah untuk membiayai seluruh aktivitas yang diduga terkait dengan terorisme organisasi Jamaah Islamiyah (JI). Hmmm, sungguh mengerikan bukan?

Dalam pengakuannya, Fitria Sanjaya yang merupakan salah satu pimpinan Yayasan BM ABA mengaku bahwa memang tidak ada audit yang dilakukan oleh organisasi maupun pihak dewan syariah di yayasan tersebut.

Fitria juga mengakui bahwa Farid Okbah yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu adalah salah satu petinggi lembaga itu. Seperti yang sudah kami singgung di atas.

Soal keuangan ini, menurutnya, pihak Yayasan cuma melihat besaran angka yang disetor untuk organisasi. Dan berikut saya hadirkan pernyataan yang bersangkutan.

“Pada tahun 2014 sebagai contoh, yang harus disetor ke jamaah Islamiyah (ditargetkan) 500 juta, ternyata saya mampu 50 juta, tahun selanjutnya hanya mampu 150 juta. Mereka para dewan Yayasan majelis ABA melihat kita dari hasil kuota yang disetorkan,” papar Fitria Sanjaya kepada Kompas.TV, Jumat (26/11/2021).

Meski begitu, kata dia, jumlah secara total dari pelbagai kotak amal dan yayasan yang terafiliasi dengan yayasan ini mencapai jumlah fantastis.

Selain melalui Yayasan Majelis ABA ada pula Syam Organizer. Bahkan pada waktu penyitaan di kantor pusat di Syam Organizer, itu disita duit cash sebesar Rp 944.858.500.


 
Sementara dalam keterangan persnya, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah bukti besaran uang yang digunakan kelompok ini.

"Ada yang bilang (keterangan tersangka) bisa sampai Rp70 miliar setahun sebenarnya (keuntungan). Tapi kami tidak punya bukti itu dalam konteks pemeriksaan laporan begitu," katanya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Pendanaan bagi kelompok ini tentu saja darah segar agar aktifitas mereka bisa berjalan. Bagi kami ada yang cukup menggelitik berdasar pengakuan Fitria Sanjaya dan diperkuat oleh analisis dari kepolisian. Yaitu sumber dana mereka yang datang dari masyarakat. Mari kita coba cari tahu.

Seperti yang kita ketahui bersama sebelumnya Densus 88 juga sudah mengamankan kotak amal yang digunakan sebagai sumber dana kegiatan. Jika ditotal sudah ribuan kotak amal. Sejak Densus 88 mengendus cara mereka mendapatkan sumber pendanaan.

Sekarang coba kita sedikit mengingat lagi siapa tokoh-tokoh yang selama ini getol mengkritik kinerja Densus 88 yang menyasar atau mengamankan kotak amal?

Siapa saja tokoh yang keras mengkritik Densus 88, berikut sudah kami rangkum.

Pertama, ada tokoh yang pasti sudah kita kenal semua yaitu Fadli Zon. Politisi dari Gerindra. Fadli Zon mengkritik keras Densusus 88 berikut pernyataannya melalui twitter yang kemudian dikutip berbagai media.

"Hampir tiap hari tangkap teroris, apa yang diteror? Mau teror siapa? Kalau di luar negeri biasanya teroris ngaku apa tujuan dan kehendaknya. Ini malah melawan kotak amal dan kurma. Uruslah 'KKB' di Papua," ujar Fadli dalam cuitannya di akun Twitter @fadlizon, Selasa (9/11).

Bahkan sebelumnya, politikus Gerindra itu mengusulkan agar Densus 88 dibubarkan. Fadli menyebut bahwa aksi terorisme harus diberantas. Namun, jangan justru dijadikan sebagai komoditas.

"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia. Dunia sdh berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jgn dijadikan komoditas," demikian cuitan Fadli, Rabu (6/10).

Kemudian yang kedua ada Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas juga melemparkan kritik serupa. Anwar meminta Densus 88 tak hanya sibuk mengambil kotak amal yang diduga untuk mendanai kepentingan kelompok teroris semata.

Ia pun meminta Densus 88 Polri turut menangkap para teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Pernyataan Fadli dan Abbas ini keluar setelah Densus 88 menyita ratusan kotak amal milik yayasan amal bernama LAZ ABA dalam operasi penangkapan terhadap sejumlah tersangka dugaan kasus terorisme.

Bahkan Anwar Abbas dalam berbagai kesempatan, terlebih sesaat setelah Densus 88 bekuk 3 terduga teroris di Bekasi yang salah satunya orang MUI tersebut sepertinya hendak berusaha memframing diri sendiri seolah-olah ia akan kena tangkap Densus 88. Anwar menyebut dirinya bisa saja menjadi korban berikutnya dari kriminalisasi ulama tersebut. Berikut pernyataannya.

"Saya yakin menjelang 2024 akan ada korban-korban lain, ulama yang akan jadi korban lain, dan bisa juga saya yang kena korban," pungkasnya.

Coba perhatikan narasi yang dibangun. Ada kriminalisasi ulama, jelang 2024 dan korban-korban lain. Padahal jelas Densus 88 bekerja sesuai protap. Dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan upaya mengkriminalisasi ulama apalagi dikaitkan dengan politik. Itu hanya cara Anwar Abbas mencoba membelokkan tujuan Densuss 88.

Baik, sekarang kita lihat seperti pepatah, "Siapa berkotek, siapa bertelor", yang artinya siapa yang bersuara terdahulu, biasanya dialah yang berbuat.

Dan ini sudah sebuah kecenderungan umum. Pada dasarnya maling tidak suka dengan penjaga keamanan. Penjahat tidak suka dengan polisi. Koruptor tidak suka dengan KPK. Musuh negara tidak suka dengan tentara. Teroris tidak suka pada Densus 88. Sesederhana itu.

Selain tokoh-tokoh di atas siapa yang berkotek? Selain Fadli Zon dan Anwar Abbas.

Ketiga, ada Mardani Ali Sera politisi dari PKS. Politisi ini paling suka membuat tagar dengan narasi perlawanan. Sesaat setelah 3 terduga teroris Bekasi ditangkap. Berikut pernyataannya.

"Sungguh menimbulkan keprihatinan byk pihak, jangan sampai memperkuat dugaan masyarakat tentang rezim islamophobia. #saveUlama," cuit Mardani, Selasa 16 November 2021.

Dan kiranya masih banyak tokoh-tokoh yang bersuara dan mengkritik usaha Densus 88 membongkar jaringan teroris di negeri kita tercinta. Dan di sini kami menggunakan analisis dari Peneliti Ruangobrol Kharis Hadirin.

Ia mengaku tak heran jika benar ada nama besar yang diangkut ke depan. Sebab menurutnya dari informasi grassroots dalam jaringan JI, banyak diketahui bahwa nama-nama besar terlibat sejak lama, mulai dari akademisi hingga politisi.

"Kalau sampai terjadi, akan ada dua kemungkinan soal siapa yang bakal diangkut. Pertama, dari kalangan pengamat/akademisi. Kedua, politisi. Karena ada beberapa nama yang setahu saya dulu pernah 'diduga' ikut terlibat dan dipakai oleh jaringan, tapi sampai sekarang masih tetap aman dan bebas. Orang-orang ini punya nama besar dan cukup punya pengaruh," kata Kharis.

Keterlibatan mereka pun ditengarai sudah sejak lama, bahkan diduga sebelum kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terjadi.

Menurutnya nama-nama ini bermain dua kaki, dimana di satu sisi mereka memainkan posisi mereka sebagai pejabat yang memiliki otoritas, namun di sisi lain bermain di grassroots memainkan isu agama di kelompok-kelompok Islam yang semuanya mengarah ke JI.

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, Kharis mengatakan beberapa nama besar ini juga kerap bermunculan di televisi dan menjadi media darling.

Selain itu, mereka diketahui berasal dari oposisi dan terlibat aktif dalam demonstrasi Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Well, kiranya semakin terang benderang. nah siapa tokoh yang berasal dari politisi? Siapa yang dari pengamat/akademisi?

Kami sudah berusaha menyusun puzzle yang berserakan. Kita semua akan menunggu derap langkah gagah Densus 88 dan tokoh siapa yang biasa wira-wiri di televisi yang dimaksudkan Densus.

Kita tunggu tanggal mainnya. Bagaimana menurut Anda?

Demikian, salam



S:Anton Cahya


Name

Berita,19519,H,148,HUMOR,7,Internasional,160,Kesehatan,23,Nasional,19379,News,1057,OPINI,78,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Berdebar Kencang, Polri: Ada Tokoh Terkenal Bakal Ditangkap
Berdebar Kencang, Polri: Ada Tokoh Terkenal Bakal Ditangkap
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgebbM0d68QGVb13ECBc4pB6BtEd3nGjvUOOCGKBC-5aDQt0OHE4YbxSwHxJXUNK4lb73DH1N9ahruj1N5PMkLKoSgZCRxkVh7akDcQ1fmZORMg0qV9YQjlyI5vZOjU1HitZz6DnV-a73cUTGk8CENfqooCjmBjfTklj3mNe43IgBmOPbL19HTKrbIN=w640-h422
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgebbM0d68QGVb13ECBc4pB6BtEd3nGjvUOOCGKBC-5aDQt0OHE4YbxSwHxJXUNK4lb73DH1N9ahruj1N5PMkLKoSgZCRxkVh7akDcQ1fmZORMg0qV9YQjlyI5vZOjU1HitZz6DnV-a73cUTGk8CENfqooCjmBjfTklj3mNe43IgBmOPbL19HTKrbIN=s72-w640-c-h422
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/12/berdebar-kencang-polri-ada-tokoh.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/12/berdebar-kencang-polri-ada-tokoh.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy