$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

China Siapkan Senjata Pamungkas Taklukkan Natuna, Indonesia Akan Kalah?

Kapal serbu amphibi PLA Navy China /Xinhua/zonajakarta INDONESIAKININEWS.COM -  Sengketa Natuna terus menjadi pembicaraan dunia internasiona...

Kapal serbu amphibi PLA Navy China /Xinhua/zonajakarta

INDONESIAKININEWS.COM - Sengketa Natuna terus menjadi pembicaraan dunia internasional. Negara-negara Asia Tenggara juga berebut klaim Natuna. 

China menjadi negara paling serius untuk merebut Natuna. Pasalnya, China merasa berhak memiliki Natuna.

Ratusan tahun kerajaan China kuasai laut Natuna. Saat Belanda menjajah melayu, Natuna kemudian jatuh dan lepas dari China.

Baca Juga: Beijing Klaim Siap Kuasai Natuna, Tentara China Terindikasi Sakit Jiwa, Mengenaskan

China juga tahu dan mengintip kekayaan alam Natuna. Di sana ada 60 persen cadangan minyak bumi dunia.

Karena itu, China secara semena-mena mengklaim Natuna Utara Indonesia miliknya.

Dikutip dari Zonajakarta.com, respon Indonesia mengenai hal ini jelas dimana Natuna Utara akan dipertahankan sampai titik darah penghabisan bagi siapapun yang mengganggunya termasuk China.

Banyak pihak masih merasa bahwa China bukan ancaman di Natuna Utara. Padahal keberadaan unsur aparat mereka jelas terpampang di sana.

Apalagi Jubir Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang pada 2021 lalu menegaskan negaranya punya hak di Natuna Utara.

"Dalam hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang berkomentar bahwa tidak peduli apakah pihak Indonesia menerimanya atau tidak, itu tidak dapat mengubah fakta objektif bahwa China memiliki hak dan kepentingan di perairan yang bersangkutan," jelas 163.com pada 26 Mei 2021 lalu.

China merasa ikut mengembangkan pulau Natuna di masa lalu sehingga ia merasa berhak ikut memilikinya.

Menurut catatan sejarah dan pembagian sembilan garis putus-putus, kami (China) memiliki hak untuk memperoleh kepemilikan wilayah laut ini (Natuna Utara)," jelas 163.com.

Lantas ada apa di Natuna Utara sehingga China berusaha merebutnya?

Jawabannya tak lain ialah sumber daya alam.

Di Natuna ada cadangan gas alam dan minyak bumi, salah satu yang terbesar di dunia.

"Kepulauan Natuna tidak hanya kaya akan sumber daya ikan, tetapi juga kaya akan sumber daya mineral; gas alam di Kepulauan Natuna menyumbang setengah dari total cadangan dunia dan 60% minyak dunia.

Indonesia tidak ingin berbagi dan mengembangkan sumber daya ini dengan China, ia ingin memilikinya," tulis media China Sohu.com pada 9 Januari 2020 lalu.

Tuduhan ini serius karena Natuna Utara milik Indonesia.

Hak Indonesia mau berbagi atau tidak kepada pihak lain karena ini sumber dayanya sehingga China tak boleh mengatur pasal-pasal seperti ini di sana.

Indonesia memang tegas melawan agresi maritim China.

Contoh saja yang buat China panas ialah penggantian nama Lat China Selatan menjadi laut Natuna Utara.

Kenekatan Indonesia ini ditanggapi sinis oleh China.

Beijing menganggap Indonesia memantik kisruh, apalagi pembangunan batalion komposit di Natuna juga dilihat tindakan perlawanan.

"Sikap Indonesia yang berkembang di kawasan itu termasuk rencana untuk membangun persenjataannya di Kepulauan Natuna yang bertetangga dan mengerahkan kapal perang angkatan laut.

Indonesia baru-baru ini mengganti nama zona ekonomi eksklusif yang terletak di bagian Laut Cina Selatan sebagai 'Laut Natuna Utara," jelas 163.com pada September 2019 lalu.

China panas kuping mendengar kelakukan Indonesia ini.

Tapi sekali lagi Indonesia menegaskan bila penggantian nama merupakan hak Jakarta, mau China suka atau tidak tak urusan.

"Namun, pemerintah Indonesia mengatakan bahwa ini adalah wilayah Indonesia dan Indonesia berhak melakukannya," katanya.

Saat ini kontrol Natuna sepenuhnya berada di tangan Indonesia.

Dengan kontrol ini Indonesia bisa sesuka hati memonitor pergerakan kapal-kapal asing di sana.

Kemudian Indonesia bisa mengambil tindakan apabila ada hal mencurigakan di sana.

"Kemampuan Indonesia menjaga jalur komunikasi laut dari Laut Cina Selatan hingga Selat Malaka akan semakin diperkuat.

Ini tidak baik untuk China, jadi lawan, protes," tulis sohu.com.

Indonesia memang 'memeriahkan' Natuna Utara. Berkali-kali Indonesia mengadakan latihan perang di Natuna Utara.

Amerika Serikat (AS) juga mengikrarkan siap membantu Indonesia melawan China di Natuna Utara.

China kemudian memperingatkan kedua negara agar jangan macam-macam di Natuna.

"Saat ini, kami tidak akan meminta Indonesia untuk Natuna, tetapi kami menyarankan Indonesia dan Amerika Serikat di belakangnya untuk tidak memilikinya," jelas 163.com.

Tapi Indonesia dan AS tak peduli.

Dijamin dalam waktu dekat Indonesia-AS akan melakukan latihan gabungan tiga cabang angkatan bersenjata masing-masing negara.

Jika ditotal nantinya akan ada ribuan pasukan Indonesia dan AS latihan bersama di Tanah Air.

China pasti tak senang dengan hal ini.

Meski demikian The Diplomat menjelaskan pada 2 Desember 2021, Indonesia sedang dalam situasi dilematis saat ini.

Karena China masih jadi mitra dagang terbesarnya.

"Yang pasti, Indonesia sekarang berada dalam situasi yang sulit secara diplomatis. China adalah mitra dagang terbesar Indonesia," ujar The Diplomat.

Bagi The Diplomat, cepat atau lambat Indonesia akan menuruti permintaan China di Natuna Utara.

"Pembuat kebijakan China mungkin menilai bahwa Indonesia secara ekonomi cukup bergantung pada China sehingga dapat dikurangi melalui taktik tekanan tambahan, dan cepat atau lambat akan menyetujui tuntutan Beijing," ujarnya.

Namun tak mudah bagi China melawan Indonesia di Natuna Utara karena ada Amerika Serikat dibelakangnya.***

Disclaimer: Artikel ini pertama kali dimuat Zonajakarta.com pada 31 Maret 2022 dengan judul 'Cepat Atau Lambat Indonesia Akan Menuruti Permintaan China di Natuna Utara'.

S: pikiran rakyat 



Name

Berita,22064,H,151,HUMOR,7,Internasional,226,Kesehatan,26,Nasional,21860,News,1312,OPINI,80,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: China Siapkan Senjata Pamungkas Taklukkan Natuna, Indonesia Akan Kalah?
China Siapkan Senjata Pamungkas Taklukkan Natuna, Indonesia Akan Kalah?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglrS1V0Q0BF30-2KW-V2QELcTTgwXG5H3RgolMv32EnFDoOLoAwOk7V03gWWFALPAHP3ahzaA26FO8MUvANsVmfoieqY2g8wTJGXrVxxP0Iuvcl8Cc-NEphe62ynZpc-1ygMJVdP2lO2WI6pRm_h6YMaswgcRICW_9vbkctu6sFvtvEODKMpqWdajG/w640-h366/3722680048.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglrS1V0Q0BF30-2KW-V2QELcTTgwXG5H3RgolMv32EnFDoOLoAwOk7V03gWWFALPAHP3ahzaA26FO8MUvANsVmfoieqY2g8wTJGXrVxxP0Iuvcl8Cc-NEphe62ynZpc-1ygMJVdP2lO2WI6pRm_h6YMaswgcRICW_9vbkctu6sFvtvEODKMpqWdajG/s72-w640-c-h366/3722680048.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2022/04/china-siapkan-senjata-pamungkas.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2022/04/china-siapkan-senjata-pamungkas.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy