IndonesiaKiniNews.com - Inilah bukti bahwa pemahaman agama yg dangkal, yg hanya mengetahui kulitnya saja; akan berbahaya baik kepada diri s...
IndonesiaKiniNews.com - Inilah bukti bahwa pemahaman agama yg dangkal, yg hanya mengetahui kulitnya saja; akan berbahaya baik kepada diri sendiri ataupun orang lain.
Mereka ini kaum tekstual, tidak paham terhadap konteks. Agama hanya sebatas ritual-ritual saja, tanpa memperhatikan nilai spiritualnya.
Merasa paling benar karena menganggap apa yg dilakukan merupakan perintah Tuhan. Tuhan dianggap berpihak kepada mereka. Padahal belum tentu, bisa jadi Tuhan murka karena mereka akan membuat kerusakan dan kemudhorotan.
Iya, dua Wanita asal Temanggung dan Ciamis ini berniat melakukan penusukan anggota Polri. Boleh jadi mereka teracuni paham-paham yang menyesatkan ala wahabi takfiri dimana membunuh dianggap berjihad bela agama.
Hasil interogasi kedua orang tersebut, mereka akan melakukan aksi amaliah penusukan terhadap anggota Brimob di Mako Brimob Depok.
Dengan barang bukti:
2 buah Ktp
2 buah Hp
1 buah gunting
Mending ke sawah nduk, bantu orang tuamu nyangkul.
Itu lebih mulia dari pada kamu jauh-jauh ke Depok hanya untuk bunuh orang lain.
Polisi menangkap 2 perempuan yang berencana melakukan serangan di Mako Brimob.
Kedua perempuan diduga ingin menusuk anggota Brimob.
"Sekarang keduanya sedang diamankan untuk pendalaman selanjutnya," kata Karo Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal saat dimintai konfirmasi, Sabtu (12/5/2018).
Dari informasi yang diperoleh, kedua perempuan yang ditangkap berinisial DSM dan SNA.
Polisi menyita 1 buah gunting.
Polisi langsung memeriksa dua orang perempuan tersebut, dan mengambil data dari handphone yang disita.
Teror rencana penusukan anggota Brimob ini terjadi setelah peristiwa rusuh napi teroris di Mako Brimob pada Selasa (8/5/18).
Napi teroris juga menyandera sejumlah polisi.
Operasi penanganan para napi yang merebut senjata api hasil sitaan baru rampung pada pukul 07.15 WIB, Kamis (10/5/18).
Masih terkait dengan rusuh di rutan area Mako Brimob, polisi menangkap 4 orang terduga teroris di Tambun, Bekasi pada Kamis (10/5/18) dini hari.
Keempat orang yang ditangkap adalah RA, JG, AM dan HG.
RA meninggal dunia dalam perawatan karena melawan polisi yang menangkap, sedangkan JG masih dalam perawatan di RS Bhayangkara.
Polri menyebut empat orang itu berniat menyerang Mako Brimob saat kerusuhan di Mako Brimob. Keempatnya merupakan anggota JAD.
Selain itu, ada juga peristiwa penikaman terhadap Bripka Marhum Frence di kawasan Mako Brimob. Pelakunya, Tendi Sumarno (23) ditembak mati petugas
sumber: detik.com & Fb Sunarko Sunarko


