$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Mantan Tim Kampanye Ahok-Djarot Emmy Hafild Ungkap Alasan Dirinya Marah & Berucap Kasar Terhadap Agnes Monica

emmy hafild , politikus nasdem sekaligus mantan relawan ahok-djarot foto medcom INDONESIAKININEWS.COM -  Kenapa Saya Bereaksi Keras Te...

emmy hafild , politikus nasdem sekaligus mantan relawan ahok-djarot foto medcom


INDONESIAKININEWS.COM - Kenapa Saya Bereaksi Keras Terhadap Agnes Monica?

Ya, saya tetap panggil dia Agnes Monica, karena itulah nama yg saya tahu sebagai salah satu penyanyi dari Trio penyanyi kanak-kanak kemudian menjadi penyanyi remaja dan kemudian terkenal di dunia seperti sekarang. 

Banyak orang yang bertanya, kenapa saya menggunakan kata-kata kasar? 

Malah ada yang mengatakan dilaman publik itu tidak pantas kata-kata kasar digunakan.

Saya ingin menyatakan bahwa saya tidak menyesal menuliskan itu di laman ini. 

Ini laman pribadi saya dan saya sangat marah pada celebriti yang merasa berbeda dari orang Indonesia lain karena darahnya dan agamanya berbeda dan dia Indonesia karena cuma numpang lahir di sini. 

Ini seseorang yang mempunyai follower jutaan dan itu disampaikan pada saat kita sedang berjuang keras meyakinkan kalangan mayoritas yang dia sebutkan itu, bahwa kita semua Indonesia, apapun darah keturunan dan agama kita.

Saya ini perempuan Indonesia, Muslim, aktivis, yang berpeluh dan berkeringat, canvassing, jalan dari rumah ke rumah, di berbagai tempat di Jakarta, agar seorang Gubernur keturunan Tionghoa dipilih kembali karena dia memang bagus. 

Jangan lihat keturunannya, dia lebih Indonesia dari orang Indonesia umumnya. 

Saya menghadapi langsung penghinaan orang, disoraki di pasar, diusir dari perumahan, dan dimaki-maki di social media, dalam upaya Gubernur itu terpilih kembali.

Saya ikut menyebarluaskan hasil penelitian Hera Sudoyo dan Eijkmans Institute yang membuktikan bahwa tidak ada yang namanya darah atau genetik Indonesia. 

Kita ini campur aduk, ada Afrika, ada Arab, ada India, ada Melanesia, ada Asia Timur, Eropa, semua ada di dalam genetik orang Indonesia. 

Ben Anderson alm juga mengatakan, bangsa itu adalah sebuah imajinasi, dari orang-orang yg hidup bersama di dalam kumpulan dan mempunyai cita-cita bersama. Itulah Indonesia.

Saya bersama berbagai kelompok lain sedang berusaha mempersatukan lagi masyarakat kita yang terpecah belah akibat Pilkada DKI dan pilpres. 

Bersama Lingkar Perempuan Nusantara, saya ikut mendirikan berbagai kelompok pengajian akar rumput untuk membawa misi Islam Rahmatan lil Alamin.

Saya mendorong dan membantu anak-anak muda pengangguran, drop out sekolah, untuk mempunyai keahlian dan pendapatan. 

Mereka ini adalah yangg rentan dimasuki kelompok radikal, dan di kecamatan saya kelompok radikal ini banyak...

Saya marah sekali pada seorang celebriti yang saya ikuti perkembangannya, dari kecil sampai dewasa , dan mengagumi keuletannya, yang mengatakan (begini kira-kira terjemahan bebas bhs Indonesianya): “ saya ini kan cuma numpang lahir di Indonesia, darah saya nggak ada Indonesia-Indonesianya, campur aduk, ada Jerman, Jepang, China, dan agama saya Kristen di masyarakat yang mayoritas Islam, saya merasa berbeda, merasa rentan ( vulnerability...), walaupun “mereka” menerima saya, dsb dsb. 

Dikatakan dalam bhs Inggeris dengan aksen Amerika yang sangat kental.

Persepsi saya pertama, dia itu gegar budaya.. dia ingin menyatakan, bahwa dia lebih nyaman sebagai orang Amerika... daripada jadi orang Indonesia, walaupun menurut dia mereka (orang Indonesia) menerima dia, gitu nggak sih? 

Tetapi setelah mendalami lagi, saya marah.., dia (I ) memisahkan diri dari orang Indonesia (they), karena darahnya dan agamanya. Terus terang saya naik da**h.

Teman-teman yg mengkritik saya, mengatakan , Agnes Monica punya hak untuk menyatakan perasaannya, bagaimana rapuhnya dia sebagai orang berbeda, sebagai minoritas. 

Saya langsung membandingkan dengan banyak teman saya, bule, Arab, India, Chinese, yang juga sama seperti Agnes, tapi justru mengatakan sebaliknya: saya berbeda fisik tapi saya Indonesia. 

Shanti Shamdasani, misalnya, wajahnya India berbahasa India, beragama Hindu, sekolah di Gandhi School, lebih lancar berbahasa Inggeris daripada berbahasa Indonesia. tapi dia merasa orang Indonesia luar dalam. 

Ahok, berbahasa Hokkien di keluarganya, tapi tetap Indonesia. 

Nadiem Makarim, asli Arab, dan besar bersekolah di luar negeri, tetap merasa Indonesia. Ibunya, Atika Makarim, asli Arab, tapi orang Indonesia. Menantu ipar saya, Arab asli, medok Indonesia.

Agnes Monica lahir dan bersekolah di Indonesia (Pelita Harapan?) baru ke Amerika untuk mengejar karir, dan merasa berbeda dengan mereka yang orang Indonesia. 

Itu perbedaannya dengan banyak orang Indonesia lain yang berlatar belakang sama. 

Dia mengambil jarak dengan Indonesia dengan memakai kata-kata I and they, dalam wawancara itu. 

Kalimat-kalimat itu, ibarat nila setitik merusak susu sebelanga. 

Apapun yang diucapkannya sebelum dan sesudahnya menjadi hilang makna.

Saya marah, karena ini sangat menganggu upaya-upaya kita untuk mempersatukan kembali dan menyamakan persepsi kita sebagai bangsa Indonesia setelah tercabik-cabik peristiwa politik. 

Menurut Ben Anderson, kita perlu membangun kembali imajinasi bersama yang namanya Indonesia.

Ini adalah kerja berat, setelah masuknya pemikiran-pemikiran lain yang merusak imajinasi bersama yang kita bangun pada saat kita melawan kolonialisme.

Saya tidak akan mengijinkan seorang celebriti yang punya follower jutaan, meracuni kita semua dengan pernyataan bahwa dia berbeda karena darah keturunan dan agamanya. 

Itu adalah rasisme. Maka pukulan yang sangat keras harus diberikan kepada Agnes Monica: go to h**l! You are not worth it as Indonesian.

Emmy Hafild


Jakarta 27 November 2019.



Name

Berita,4364,HUMOR,1,Internasional,56,Nasional,4350,News,50,OPINI,67,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Mantan Tim Kampanye Ahok-Djarot Emmy Hafild Ungkap Alasan Dirinya Marah & Berucap Kasar Terhadap Agnes Monica
Mantan Tim Kampanye Ahok-Djarot Emmy Hafild Ungkap Alasan Dirinya Marah & Berucap Kasar Terhadap Agnes Monica
https://1.bp.blogspot.com/-1vaGm0esPU8/XeDymsCyIsI/AAAAAAAAdK8/GVGvtSosO6c03nDSWxPYWdTgVQ-hc65AwCLcBGAsYHQ/s640/qHyVApm6MR.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-1vaGm0esPU8/XeDymsCyIsI/AAAAAAAAdK8/GVGvtSosO6c03nDSWxPYWdTgVQ-hc65AwCLcBGAsYHQ/s72-c/qHyVApm6MR.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2019/11/mantan-tim-kampanye-ahok-djarot-emmy29.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2019/11/mantan-tim-kampanye-ahok-djarot-emmy29.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy