$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Berikan Sindiran Keras ke Mumtaz Rais, Ferdinand Hutahaean: Aksi Bodoh Bahayakan Orang

INDONESIAKININEWS.COM -  Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengkritik aksi putra Amien Rais, Mumtaz Rais yang nekat memakai telep...

Mumtaz Rais Main HP di Pesawat, Ferdinand PD: Aksi Bodoh Bahayakan Orang

INDONESIAKININEWS.COM - 
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengkritik aksi putra Amien Rais, Mumtaz Rais yang nekat memakai telepon di dalam pesawat. 

Menurut Ferdinand, tindakan yang dilakukan oleh Mumtaz adalah tindakan bodoh.

Hal itu disampaikan oleh Ferdinand melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean3. Ferdinand mengecam aksi Mumtaz tersebut karena dapat membahayakan keselamatan orang lain di dalam penumpang.

"Itu kesan tindakan bodoh yang membahayakan nyawa manusia dan keselamatan penerbangan," kata Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Minggu (16/8/2020).

Ferdinand menilai, perbuatan Mumtaz tidak patut dilakukan, terlebih Mumtaz merupakan seorang publik figur yang pernah duduk di kursi parlemen.

"Perbuatan yang tak patut dilakukan oleh seorang figur publik apalagi pernah menjabat sebagai anggota DPR, tokoh publik," ungkapnya.

Mumtaz sempat menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Ia mewakili Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas.

Kala itu, Mumtaz mengisi Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN da Badan Standarisasi Nasional.

Kronologi main HP di pesawat

Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri menjelaskan kronologis insiden tersebut. Ketika itu, Nawawi melakukan perjalanan dinas ke Gorontalo dalam rangka menjalankan tugas kegiatan koordinasi pemberantasan korupsi dengan APH dan APIP di wilayah Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan pada 9 Agustus sampai 12 Agustus 2020.

Nawawi kembali ke Jakarta pada Rabu itu dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan transit di bandara di Makassar untuk pengisian bahan bakar.

"Pada saat pesawat mengisi bahan bakar, pramugari sudah mengingatkan beberapa kali secara langsung ataupun secara umum melalui pengeras suara agar kepada para penumpang tidak berjalan serta tidak menggunakan alat komunikasi dan seterusnya," kata Ali dalam laporan Antara.

Nawawi, saat itu melihat Mumtaz tidak mengindahkan imbauan pramugari hingga tiga kali karena masih terus berbicara melalui telepon seluler, sementara Nawawi melihat dari jendela di samping tempat duduknya ada kendaraan pengisi bahan bakar di sekitar pesawat.

Oleh karena itu, dengan pertimbangan keselamatan seluruh penumpang, Nawawi mengingatkan kepada yang bersangkutan untuk mematuhi aturan yang berlaku di penerbangan.

"Namun, yang bersangkutan tidak merespons dan tetap bicara melalui telepon. Nawawi kembali ke kursi, namun dikejutkan ketika penumpang yang diingatkan tadi justru kemudian mengatakan 'kamu siapa?. Hal ini dijawab Nawawi 'saya penumpang pesawat ini dan oleh karenanya wajib mengingatkan sesama demi keselamatan bersama'," kata Ali.

Namun, Mumtaz tidak mengindahkan dan menyampaikan beberapa hal hingga terucap salah satu kalimat yang kurang lebih mengatakan bahwa ia di sini bersama Wakil Ketua Komisi III DPR dengan mengarah ke salah satu kursi kedua di belakang Nawawi.

"Atas jawaban tersebut, kemudian Nawawi merespons bahwa ini adalah kewajiban kita sesama penumpang untuk mengingatkan demi keselamatan bersama. Tidak ada hubungannya dengan posisi sebagai pejabat di mana pun, termasuk di DPR RI," ujar Ali.

Hal tersebut, kata dia, berangkat dari pemahaman bahwa Nawawi memahami mitra kerja di Komisi III DPR adalah orang-orang yang memahami hukum sehingga tidak mungkin akan bersifat arogan dengan membela jika ada pelanggaran aturan di penerbangan tersebut.

"Apalagi mengingatkan penumpang lain yang menelepon saat pesawat mengisi bahan bakar adalah demi keselamatan bersama seluruh penumpang," tuturnya.

Setelah diketahui bahwa Nawawi adalah pimpinan KPK, ia mengatakan ada upaya dari penumpang lain yang tadi disebut salah satunya dari unsur pimpinan Komisi III DPR untuk meredakan persoalan.

"Namun tentu saja kami memahami persoalannya bukan pada aspek pribadi Nawawi, tetapi bagaimana kita memahami dan mematuhi aturan penerbangan yang berlaku dan bersedia diingatkan jika keliru," kata Ali.

Atas insiden tersebut, Nawawi pun menginformasikan kepada Kepala Pos Polisi Terminal 3F Bandara Soekarno-Hatta.

"Kemudian, Nawawi mengatakan kalau begitu nanti setelah di bandara saya akan menginformasikan hal ini pada petugas yang berwenang di bandara. Setelah turun di Bandara Soekarno-Hatta kemudian Nawawi memberikan informasi adanya kejadian tersebut kepada Kapospol Terminal 3F," kata Ali.

Minta maaf

Setelah kasus itu menjadi sorotan publik, Mumtaz Rais menyampaikan permintaan maaf kepada Garuda Indonesia, masyarakat, dan juga kepada Nawawi.

Politikus PAN itu menyadari kelakuannya di dalam pesawat Garuda Indonesia tidak dapat dibenarkan.

"Pada saat pesawat mengisi bahan bakar, pramugari sudah mengingatkan beberapa kali secara langsung ataupun secara umum melalui pengeras suara agar kepada para penumpang tidak berjalan serta tidak menggunakan alat komunikasi dan seterusnya," kata Ali dalam laporan Antara.

Nawawi, saat itu melihat Mumtaz tidak mengindahkan imbauan pramugari hingga tiga kali karena masih terus berbicara melalui telepon seluler, sementara Nawawi melihat dari jendela di samping tempat duduknya ada kendaraan pengisi bahan bakar di sekitar pesawat.

Oleh karena itu, dengan pertimbangan keselamatan seluruh penumpang, Nawawi mengingatkan kepada yang bersangkutan untuk mematuhi aturan yang berlaku di penerbangan.

"Namun, yang bersangkutan tidak merespons dan tetap bicara melalui telepon. Nawawi kembali ke kursi, namun dikejutkan ketika penumpang yang diingatkan tadi justru kemudian mengatakan 'kamu siapa?. Hal ini dijawab Nawawi 'saya penumpang pesawat ini dan oleh karenanya wajib mengingatkan sesama demi keselamatan bersama'," kata Ali.

Namun, Mumtaz tidak mengindahkan dan menyampaikan beberapa hal hingga terucap salah satu kalimat yang kurang lebih mengatakan bahwa ia di sini bersama Wakil Ketua Komisi III DPR dengan mengarah ke salah satu kursi kedua di belakang Nawawi.

"Atas jawaban tersebut, kemudian Nawawi merespons bahwa ini adalah kewajiban kita sesama penumpang untuk mengingatkan demi keselamatan bersama. Tidak ada hubungannya dengan posisi sebagai pejabat di mana pun, termasuk di DPR RI," ujar Ali.

Hal tersebut, kata dia, berangkat dari pemahaman bahwa Nawawi memahami mitra kerja di Komisi III DPR adalah orang-orang yang memahami hukum sehingga tidak mungkin akan bersifat arogan dengan membela jika ada pelanggaran aturan di penerbangan tersebut.

"Apalagi mengingatkan penumpang lain yang menelepon saat pesawat mengisi bahan bakar adalah demi keselamatan bersama seluruh penumpang," tuturnya.

Setelah diketahui bahwa Nawawi adalah pimpinan KPK, ia mengatakan ada upaya dari penumpang lain yang tadi disebut salah satunya dari unsur pimpinan Komisi III DPR untuk meredakan persoalan.

"Namun tentu saja kami memahami persoalannya bukan pada aspek pribadi Nawawi, tetapi bagaimana kita memahami dan mematuhi aturan penerbangan yang berlaku dan bersedia diingatkan jika keliru," kata Ali.

S. Suara


Name

Berita,7914,HUMOR,5,Internasional,138,Nasional,7812,News,65,OPINI,73,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Berikan Sindiran Keras ke Mumtaz Rais, Ferdinand Hutahaean: Aksi Bodoh Bahayakan Orang
Berikan Sindiran Keras ke Mumtaz Rais, Ferdinand Hutahaean: Aksi Bodoh Bahayakan Orang
https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/08/14/17701-anak-amien-rais-mumtaz-rais-uli-febriarni-kontributor-instagram-atmumtazrais.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2020/08/berikan-sindiran-keras-ke-mumtaz-rais.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2020/08/berikan-sindiran-keras-ke-mumtaz-rais.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy