$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

China-Taliban Bakal Mesra, Denny: Mau Bikin Negara Islam kek, Gak Penting Buat China, Kadrun Bingung

INDONESIAKININEWS.COM -  China dikabarkan siap berhubungan dengan Taliban yang beberapa hari terakhir berhasil kuasai Afganistan. Di mata De...



INDONESIAKININEWS.COM - China dikabarkan siap berhubungan dengan Taliban yang beberapa hari terakhir berhasil kuasai Afganistan.

Di mata Denny Siregar, relasi mesra China-Taliban bukan hal mengejutkan. China tak peduli Taliban akan membuat negara Islam atau bentuk lain karena motivasi China jelas bukan soal idiologi.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar, Selasa malam 17 Agustus 2021:

ANTARA TALIBAN, CHINA DAN IRAN

Taliban berkawan dengan China, kenapa ngga?

Bahkan bukan saja dengan China, Taliban juga mulai berkawan dengan Iran. Padahal Iran itu negara Syiah, sedangkan Taliban itu Sunni garis keras. Mereka dulu musuh bebuyutan.

Bahkan tahun 1998, Iran hampir saja memerintahkan serangan militer ke Afghanistan - yang dulu dipimpin Taliban - karena serangan yang menewaskan 11 orang diplomat Iran di Afghanistan utara.

Lalu jika dengan Iran yang Syiah saja Taliban mau mendekat, kenapa tidak dengan China? China tidak punya sejarah konflik apapun dengan Taliban.

Apalagi China itu urusannya bisnis, bukan ideologi. Mau Taliban bikin negara Islam kek, mau bikin kerajaan kek, gak penting buat China. Yang penting, cuan nggak ? Itu aja.Apa yang menyebabkan terjadi perkawanan antara Taliban dengan China dan juga Iran ?Jawabannya cuma satu. Amerika. Ya, Amerika adalah musuh bersama China, Iran dan juga Taliban.Buat China, yang sedang melebarkan sayapnya, Amerika adalah musuh besarnya. China ingin menggantikan Amerika sebagai negara superpower. China ingin mata uangnya Renmimbi menggantikan dollar sebagai mata uang internasional.

China ingin proyek utamanya jalur jalan raya dan kereta api antara China dan Pakistan, berjalan mulus. Karena itu, Amerika harus ditendang dari Afghanistan. Yang terbaik supaya itu bisa terwujud, ya bekerjasama dgn Taliban.

Sedangkan buat Iran, adalah masalah keamanan. Iran berbatasan dgn Afghanistan. Pangkalan militer Amerika di Afghanistan sangat mengganggu Iran, karena rencananya akan dipakai oleh Amerika sebagai bagian dr titik militer ketika nanti hendak menyerang Iran. Iran dan Amerika sudah sejak tahun 1981 bermusuhan. Sejak Syah Reza Pahlevi ditendang oleh Ayatullah Khomeini, dan Amerika hengkang dari Iran.

Taliban juga musuhan ma Amerika, padahal dulunya berkawan. Taliban dibentuk tahun 1994 dengan bantuan Amerika - lewat Saudi - untuk merebut Afghanistan. Eh tahun 2001, perkawanan mereka pecah karena Amerika mengusir Taliban dr Afghanistan. Alasan Amerika sederhana, Taliban menyembunyikan Osama bin Laden.

Jadi China, Iran dan Taliban punya musuh bersama, yaitu Amerika. Maka mereka bersatu mengusir Amerika dari Afghanistan lewat tangan Taliban.

Apakah sesudah Amerika pergi, China, Iran dan Taliban akan tetap berkawan ? Bisa iya, bisa tidak. Selama ketiganya tetap bisa menghormati, tidak saling mengancam, saling menguntungkan, maka perdamaian di daerah itu bisa terwujud. China juga butuh supaya Taliban tidak ekstrim seperti dulu. Karena China ingin investasinya aman. Selama Taliban butuh duit China, maka bisa jadi mereka akan berubah tidak sekejam dan sekeras dulu.

Jadi apa dong nama perkawanan mereka bertiga ini ? Jawabnya gampang. Enemy of my enemy is my friend. Atau musuh dari musuhku adalah temanku.Sesederhana itu. Seperti sederhananya menyeruput kopi dgn ditemani sebatang rokok sebagai pengantar tidur..

Yang bingung itu kadrun. Mereka mendukung Taliban, tapi kok Taliban berkawan dengan China komunis ? Mereka cinta Taliban, tapi kok Taliban berteman dgn Syiah sesat ? Jadi gimana ini ?? Akhirnya pada garuk2 jenggotnya yang dibuat gelantungan para bidadari..

Mereka sama sekali gak paham bagaimana peta politik luar negeri

Seruputtt...

Denny Siregar

China siap Berhubungan dengan Taliban

Sebelumnya dinukil Sindonews, China menyatakan siap bangun hubungan baik dengan Taliban. China menjadi negara pertama yang menyatakan siap membangun hubungan dengan Taliban, setelah kelompok garis keras itu merebut kembali Afghanistan.

“Taliban telah berulang kali menyatakan harapan mereka untuk mengembangkan hubungan baik dengan China dan bahwa mereka menantikan partisipasi China dalam rekonstruksi, dan pembangunan Afghanistan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying. Baca juga: Gara-gara China, Bursa Asia Dibuat Kelepekan

“Kami menyambut baik ini. China menghormati hak rakyat Afghanistan untuk secara mandiri menentukan nasib mereka sendiri dan bersedia untuk terus mengembangkan hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Afghanistan,” sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (16/8/2021).

Hua kemudian meminta Taliban untuk memastikan transisi kekuasaan yang mulus dan menepati janjinya untuk merundingkan pembentukan pemerintahan Islam yang terbuka dan inklusif, dan memastikan keamanan warga Afghanistan dan warga negara asing.

Dia juga mengatakan bahwa Kedutaan Besar China di Kabul tetap beroperasi, meskipun Beijing mulai mengevakuasi warga China dari negara itu beberapa bulan lalu di tengah situasi keamanan yang memburuk.

Beijing sendiri memang telah berusaha untuk mempertahankan hubungan tidak resmi dengan Taliban selama penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan. China berbagi perbatasan sepanjang 76 kilometer dengan Afghanistan.

China telah lama khawatir Afghanistan bisa menjadi basis kelompok militan Uigur. Tetapi delegasi tingkat atas Taliban saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi di Tianjin bulan lalu, menjanjikan bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai basis bagi militan.

Lihat artikel asli




S: Netralnews



Name

Berita,17017,H,101,HUMOR,5,Internasional,159,Kesehatan,13,Nasional,16887,News,589,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: China-Taliban Bakal Mesra, Denny: Mau Bikin Negara Islam kek, Gak Penting Buat China, Kadrun Bingung
China-Taliban Bakal Mesra, Denny: Mau Bikin Negara Islam kek, Gak Penting Buat China, Kadrun Bingung
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiaN7AjgF9ug7w-N579l7G1GYq4QMzGYC9bQK_TRFkXeDvmy8NZ6VKbZ8pxx5M4vqw5Uc7QcJqa65gllCN5mADQC7dinJGn1m7pRln00C-eazCtu5kyquS4UOllNIbd5WHDKc5gjnLXHc9_01Yjj-tqBZ0X0r3GbPw1YsJGTBkB5IfrcI3EdBvKb11D=w640-h290
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiaN7AjgF9ug7w-N579l7G1GYq4QMzGYC9bQK_TRFkXeDvmy8NZ6VKbZ8pxx5M4vqw5Uc7QcJqa65gllCN5mADQC7dinJGn1m7pRln00C-eazCtu5kyquS4UOllNIbd5WHDKc5gjnLXHc9_01Yjj-tqBZ0X0r3GbPw1YsJGTBkB5IfrcI3EdBvKb11D=s72-w640-c-h290
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/08/china-taliban-bakal-mesra-denny-mau.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/08/china-taliban-bakal-mesra-denny-mau.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy