$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Bukan Masuk Kabinet atau Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa Kini Masuk Bursa Capres

INDONESIAKININEWS.COM -   Jenderal Andika Perkasa sempat digadang-gadang bakal mengisi kursi kabinet Jokowi di tengah isu santer reshuffle d...



INDONESIAKININEWS.COM -  Jenderal Andika Perkasa sempat digadang-gadang bakal mengisi kursi kabinet Jokowi di tengah isu santer reshuffle dan pergantian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang segera pensiun.

Kini nama Jenderal Andika Perkasa kembali mencuat, bukan sebagai pembantu presiden di kabinet tapi sebagai kandidat calon presiden alias capres. 

Nama Jenderal Andika Perkasa masuk dalam survei Capres yang diselenggarakan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Jenderal Andika Perkasa bersaing dengan nama-nama besar di kancah politik seperti Puan Maharani, Airlangga Hartarto dan Moeldoko. 

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil terbaru jajak pendapat calon presiden yang dipilih responden.

Dalam survei ini SMRC mengajukan 42 nama yang dipilih secara terbuka oleh responden untuk menjadi Presiden jika pemilihan dilakukan sekarang. Salah satu nama yang dimunculkan yakni KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa.

Andika Perkasa menjadi sosok baru di panggung survei Capres. Padahal jenderal bintang empat ini jauh dari kancah politik, bahkan tidak pernah masuk dalam wacana calon presiden, baik yang keluar dari partai politik maupun pengamat. 

Survei yang melibatkan nama Andika Perkasa lebih kepada calon Panglima TNI pengganti Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Dalam model survei semi terbuka dengan daftar 42 nama, Andika Perkasa mendapat dukungan 0,7 persen dari responden. 

Nilai tersebut sama yang didapat Menteri Keuangna Sri Mulyani, tapi masih diatas 0,1 persen dari Puan Maharani.

Namun dukungan responden terhadap Andika masih di atas nama-nama besar. Semisal Luhut Binsar Panjaitan yang mendapat 0,4 persen pemilih. 

Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang mendapat 0,3 persen pemilih. Ketum PAN Zulkifli Hasan 0,1 persen, Ketum PPP Suharso Monoarfa dan Moeldoko yang mendapat 0,0 pemilih. 

Kemudian dalam survei tertutup dengan 15 nama capres, nama Andika masih mendapat kenaikan dukungan menjadi 1,0 persen.

Angka tersebut masih di atas Kepala BIN Budi Gunawan 0,6 dan Airlangga Hartarto 0,5. Namun Andka kalah sama Sri Mulyani yang mendapat 1,5 persen dukungan.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani menjelaskan selama ini ada sejumlah studi yang menunjukan kualitas calon presiden lebih penting daripada ikatan dengan partai politik.

Untuk itu jugalah survei ini dilakukan untuk mengetahui kecenderungan prefensi pemilih atas calon presiden maupun efek partai politik.

"Jadi dalam menentukan calon presiden, mana yang lebih penting. Di mata pemilih, arah dukungan partai atau kualitas personal capres?" ujarnya dalam rilis hasil survei, Kamis (7/10/2021).

Secara keseluruhan dalam survei ini nama yang paling kuat dipilih responden yakni Parabowo Subianto. Kemudian Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Dalam survei semi terbuka dengan daftar 42 nama, Prabowo mendapat dukungan 18,1 persen dari responden. 

Tiga nama di bawah Prabowo yakni Ganjar dengan 15,8 persen, Anies 11,1 persen, dan Sandiaga Uno 4,8 persen. 

Sementara, sisanya mendapat dukungan di bawah 4 persen dan jawaban belum tahu atau tidak menjawab dari responden sebesar 16,3 persen. 

Kemudian dalam survei tertutup dengan 15 nama capres, nama Prabowo masih tetap unggul dengan mendapat dukungan 20,7 persen. 

Selanjutnya, menyusul Ganjar Pranowo dengan 19 persen, Anies Baswedan 14,3 persen, Sandiaga Uno 6,5 persen, Tri Rismaharini 4,6 persen dan AHY 4,5 persen. Sisanya mendapat dukungan di bawah 4 persen.

Dalam survei tertutup dengan tiga nama yang dipilih sebagai presiden, Prabowo Subianto tetap mengungguli Ganjar dan Anies.

Prabowo mendapat dukungan 30,8 persen, disusul Ganjar Pranowo 29,3 persen, dan Anies Baswedan 25 persen. Sedangkan responden yang belum tahu atau tidak menjawab sebesar 14,8 persen.

"Dibanding hasil survei Mei 2021, dukungan untuk Ganjar menguat dari 25,5 persen  menjadi 29,3 persen, Anies sedikit naik dari 23,5 persen menjadi 25 persen, sedangkan Prabowo cenderung melemah dari 34,1 persen menjadi 30,8 persen," ujar Deni.

Survei SMRC ini dilakukan pada 15 - 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. 

Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak atau metode multistage random sampling dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. 

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa kini disebut-sebut tidak akan menjadi Panglima TNI, melainkan bakal ditunjuk sebagai Kepala BIN (Badan Intelijen Negara).

Sedangkan Panglima TNI akan dijabat Laksamana Yudo, yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Kedua sosok tersebut beberapa waktu terakhir disebut-sebut sebagai calon Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun bulan November 2021.

Pergantian Panglima TNI muncul berbarengan dengan isu reshuffle kabinet Jokowi.

Karena pada saat bersamaan, PAN menyatakan bergabung dengan koalisi pemerintahan Presiden Jokowi dengan janji tak tertulis kursi menteri.

Gabungan itulah yang memunculkan paket reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini.

Yang agak bergeser dari isu sebelumnya adalah nama panglima TNI pengganti Hadi Tjahjanto diperkirakan dari TNI AL atas nama KSAL Laksamaka TNI Yudo Margono.

KSAD Jendral TNI Andika Perkasa yang sebelumnya kencang diberitakan sebagai calon Panglima TNI akan memperoleh jabatan tak kalah mentereng, yakni Kepala BIN.

Sedang kepala BIN Budi Gunawan diplot menjadi Menkopolhukam menggeser Mahfud MD yang diprediksi bergeser menjadi MenkumHAM.

Berikut Daftar Menteri Isu Reshufle Kabinet Terbaru

Budi Gunawan  -  Menkopolhukam sebelumnya Kepala BIN

Mahfud MD – MenkumHam sebelumnya Menkopolhukam

Andika Perkasa – Kepala BIN sebelumnya KSAD

Yudo Margono – Panglima TNI sebelumnya KSAL

Zulkifli Hasan – Menteri Perhubungan anggota cabinet baru (Ketum PAN)

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman yang dikonfirmasi mengaku hingga kini belum mengetahui calon Panglima TNI pilihan Presiden.

"Ini juga bagian dari hak prerogatif beliau. Jadi yang kita tahu ada waktu dimana Pak Panglima akan selesai masa tugasnya.

Dan tentu secara prosedural tentu ada penggantian.

Mengenai prosesnya itu betul-betul di tangan Presiden Joko Widodo," kata Fadjroel di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Fadjroel juga belum bisa memastikan apakah surat presiden (Surpres) pencalonan Panglima TNI telah dikirimkan ke DPR atau belum.

Surpres tersebut diurus oleh Kementerian Sekretariat negara.

Hanya saja berdasarkan sumber Tribunnews, draf Surpres tersebut telah siap dan tinggal menunggu waktu dikirimkan ke DPR.

Menakar calon Panglima TNI 

Dua jenderal calon kuat kandidat pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun akhir tahun 2021. 

Dua Jenderal TNI yang digadang-gadang bakal menjabat Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono.

Jenderal Andika Perkasa disebut memiliki nilai lebih untuk menjadi Panglima TNI. Sedangkan dari sisi urutan, Laksamana Yudo Margono dianggap lebih berpeluang. 

Dihimpun Tribunnews.com, Selasa (15/6/2021), berikut rangkuman terbaru terkait bursa calon Panglima TNI:

1. Bantah Lobikan Andika Perkasa, Hendropriyono Ungkap Pertemuannya dengan Jokowi

Hendropriyono secara tegas membantah dirinya melobi Presiden Jokowi terkait jabatan Panglima TNI untuk menantunya, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa.

Hendro mengatakan selama ini dirinya tidak pernah meminta-meminta jabatan, sekalipun untuk dirinya sendiri.

"Saya tidak bicara dan tidak pernah bicara tentang hal yang demikian itu, saya tidak pernah begitu hina mau nyosor meminta-minta jabatan."

"Tidak untuk menantu, anak, apalagi untuk saya sendiri. Tidak pernah," ujar Hendro dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (14/6/2021), sebagaimana diberitakan Tribunnews.com. 

Soal pertemuannya dengan Presiden yang menjadi sumber isu dirinya melobi Jokowi, Hendro mengatakan pertemuan itu merupakan silaturahmi biasa.

Menurut Hendro, pertemuan itu terjadi pada Jumat, 7 Mei 2021, di Istana Negara.

Waktu itu, Hendro sengaja bersilaturahmi dengan Jokowi terkait acara ulang tahunnya yang ke-76.

"Pertemuan pada 7 Mei 2021 berkaitan dengan HUT saya yang ke-76. Sebagai Presiden, tidak mungkin beliau yang datang ke rumah saya."

"Silaturahmi sebagai dua sahabat adalah hal yang biasa, karena Pak Jokowi setelah menjadi Presiden tidak berubah sama sekali dengan sewaktu dulu sebagai rakyat biasa," tutur dia.

Hendro pun menyayangkan media massa yang memberitakan pertemuan itu dan hanya mengutip pernyataan dari purnawirawan yang mengetahui pertemuan itu.

"Katanya dari 3 orang purnawirawan. Kredibilitasnya mereka apa?"

"Kenapa tidak cross check kepada Pak Jokowi atau pihak Istana yang jelas kredibel menyangkut pertemuan saya tersebut."

"Tidak perlu harus mengarang berita dan ngarang-ngarang sumber," kata Hendropriyono.

Dalam pemberitaan tersebut juga mencantumkan pernyataan dari Istana terkait pertemuan tersebut.

Mereka pun mengaku telah menghubungi Hendropriyono baik ke nomor pribadinya maupun melalui putranya, Diaz Hendropriyono, namun tidak ada respons.

2. Andika Perkasa Dianggap Punya Nilai Lebih

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, menyebut tiga Kepala Staf TNI saat ini memiliki peluang yang sama untuk menjabat Panglima TNI.

Meski demikian, Sukamta menganggap Andika Perkasa memiliki nilai lebih dibanding dua kepala staf lainnya.

"Pak Yudo (KSAL) cukup senior dan mampu. KSAD saat ini, Pak Andika, juga demikian. Memang Pak KSAD punya nilai plus yaitu pengalaman menjadi Kepala Staf yang paling lama di antara yang lainnya," kata Sukamta saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (15/6/2021). 

Dijelaskan Sukamta, Andika Perkasa dianggap cocok dengan tantangan yang sedang dihadapi saat ini, misalnya secara khusus persoalan Papua.

"Saya kira juga cocok dengan tantangan yang dihadapi baik itu di Papua maupun di wilayah nusantara secara umum. Selama ini, Pak Jenderal Andika tampak sangat humanis tapi tegas. Saya kira itu tepat untuk saat ini," ujarnya.

Namun, Sukamta kembali menegaskan bahwa semua Kepala Staf mempunyai kompetensi untuk menjadi Panglima TNI.

"Prinsipnya semua Kepala Staf punya kapasitas yang lebih dari cukup untuk menjadi Panglima," pungkasnya.

Untuk diketahui, dari tiga Kepala Staf, Andika Perkasa memang yang lebih lama menjabat. Ia resmi menjabat KSAD pada 22 November 2018.

Sementara Yudo Margono dan Fadjar Prasetyo resmi menjabat sebagai KSAL dan KSAU pada 20 Mei 2020.

3. Wakil Ketua Komisi III: Jika Sesuai Urutan, Panglima TNI dari TNI AL

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Saroni, mengatakan berdasarkan urutan, calon Panglima TNI pengganti Hadi Tjahjanto semestinya berasal dari TNI AL. 

"Mestinya sih sudah urutan dan dari TNI AL lah yang harusnya jadi Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto," ujar Sahroni, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (4/6/2021). 

Laksamana Yudo Margono. (Kompas.com/Hadi Maulana)
Politikus Nasdem itu mengungkap pula sudah lama matra TNI AL tidak memegang tampuk komando di seluruh angkatan. 

Karenanya, kata Sahroni, tak mengherankan jika saat ini matra TNI AL atau KSAL yang menjadi Panglima TNI. 

"Terakhir TNI AL memegang tongkat komando TNI itu 2012 silam. Maka sepatutnya TNI AL saat ini memegang tongkat komando TNI 1," tandasnya. 

4. Komisi I Siap Satu Suara

Anggoa Komisi I DPR Fraksi PAN, Farah Putri Nahlia, mengatakan Komisi I siap satu suara untuk mendukung calon Penglima TNI yang nantinya diajukan Presiden Jokowi.

"Kami di Komisi I mendukung siapapun itu yang menjadi Panglima TNI berikutnya."

"Karena semua mempunyai kompetensi yang baik dan mumpuni dalam bidang pertahanan. Kami semua satu suara siap menerima arahan dari Pak Presiden," jelas Farah.

Saol peluang tiga kepala staf, Farah mengatakan ketiganya memiliki peluang sama.

"Semua memiliki kans yang sama-sama besar. Tergantung pilihan Pak Presiden akhirnya akan berlabuh ke siapanya."

"Yang jelas siapapun yang terpilih harus bisa bekerja sama dan mengikuti pace kerja Presiden kita yang selalu kerja cepat," ujar Farah, kepada wartawan, Selasa (15/6/2021). 

s: tribunnews.com


Name

Berita,17500,H,111,HUMOR,7,Internasional,159,Kesehatan,13,Nasional,17370,News,722,OPINI,77,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Bukan Masuk Kabinet atau Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa Kini Masuk Bursa Capres
Bukan Masuk Kabinet atau Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa Kini Masuk Bursa Capres
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj2eE4x30bTTHnxdAZvy8F4FUs0JaYm-dR3ewTgZnMZh7XM-gHmb4qqG-iGsX8O8w6UWttxsttP7_uPn3PUCTS20NZvkSXi_f7buKkkPTOPeIgJpkz_rxuk64qvysd791TYMh9iRUv-Ieyt8ziBLxeShwwyoLRxH6-2OwBmOL7tX8b4afQCH9kjoWdkRw=w640-h360
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj2eE4x30bTTHnxdAZvy8F4FUs0JaYm-dR3ewTgZnMZh7XM-gHmb4qqG-iGsX8O8w6UWttxsttP7_uPn3PUCTS20NZvkSXi_f7buKkkPTOPeIgJpkz_rxuk64qvysd791TYMh9iRUv-Ieyt8ziBLxeShwwyoLRxH6-2OwBmOL7tX8b4afQCH9kjoWdkRw=s72-w640-c-h360
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/10/bukan-masuk-kabinet-atau-panglima-tni.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/10/bukan-masuk-kabinet-atau-panglima-tni.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy