$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Haikal Hassan Mangkir Dari Panggilan Polisi Padahal Dulu Paling Kenceng Teriak Penjarakan Ahok

INDONESIAKININEWS.COM - Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Haikal Hassan Baras, tak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Ditreskrimsus P...


INDONESIAKININEWS.COM -
Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Haikal Hassan Baras, tak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, terkait ucapan mimpi bertemu Rasulullah.

Sedianya Haikal Hassan diperiksa hari ini sebagai saksi, pada pukul 14.00 WIB.

"Dia enggak hadir hari ini," kata Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Rovan Richard saat dikonfirmasi, Jumat (26/11/2021).

Alasan ketidakhadiran Haikal dalam pemanggilan, dikarenakan istrinya sedang sakit.

Selanjutnya, penyidik akan segera menjadwalkan ulang agenda pemeriksaan terhadap Haikal.

"Istri lagi sakit."

"Masih dikoordinasikan oleh penyidik untuk dilakukan penjadwalan ulang," jelas Rovan.

Demi Allah Saya Alami

Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hassan Baras, atas pengakuannya pernah bermimpi bertemu Rasulullah SAW.

Haikal Hassan dilaporkan karena dugaan menyebarkan berita bohong melalui media elektronik, dan penodaan agama, sehingga menimbulkan keonaran dan rasa kebencian.

Merespons hal tersebut, Haikal Hassan menceritakan awal dirinya mimpi bertemu Rasulullah.

"Gini saya jelaskan, di banyak kitab-kitab klasik dan di beberapa negara, jika seorang ibu punya anak dan meninggal dunia, mereka terbiasa berkata Insyaallaah anakmu disambut oleh Rasulullah."

"Dan itu demi Allah saya bersumpah, saya alami dalam mimpi saya, saat anak saya meninggal," kata Haikal kepada Tribunnews, Kamis (25/11/2021).

Atas pengalaman dalam tidurnya tersebut, Haikal mengatakan, dirinya langsung menceritakan kepada para orang tua eks anggota FPI yang tewas dalam insiden penembakan di rest area KM.50 Cikampek.

Hal itu dilakukan, kata dia, semata untuk memberikan penghiburan kepada keluarga yang sedang bersedih dan berduka.

"Lalu saya menghibur para orang tua yang anaknya meninggal dalam kejadian di KM50."

"Jangan berduka dan bersedih, anakmu bersama Rasulullah. Insyaallah, mudah-mudahanan."

"Lalu apakah ini salah? Menimbulkan keonaran?" Tanyanya.

Pemeriksaan rencananya dilakukan pada Jumat (26/11/2021) besok di Polda Metro Jaya. 

"Iya Jumat besok Saudara Haikal Hassan kembali diperiksa," kata Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Rovan.

Haikal sebelumnya sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan pada 29 Desember 2020.

Dalam surat panggilan itu dijelaskan Haikal dipanggil untuk menemui Kompol I Made Redi Hartana dan Aiptu Joko Waluyo.

Pemeriksaannya dalam rangka permintaan keterangan klarifikasi sehubungan dengan laporan tentang dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong melalui media elektronik, dan penodaan agama yang menyebarkan keonaran dan rasa kebencian.

Ada pun panggilan pemeriksaan Haikal kali ini merujuk pada surat perintah penyelidikan Nomor:SP.Lidik/4271/XII/RES.2.5/2020/Ditreskrimsus tanggal 17 November 2020.

Haikal dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Husin Shahab.

Husin memperkarakan Haikla karena dinilai membuat kabar bohong atau hoaks, saat ia memberikan tausyiah di pemakaman 6 Laskar FPI yang tewas saat bentrokan di Tol Cikampek KM 50.

Saat itu, Haikal berceramah singkat untuk melipur kesedihan keluarga korban yang jenazahnya dimakamkan di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Laporan diproses dengan nomor LP/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 14 Desember 2020.

Sedangkan pihak terlapor adalah pemilik akun Twitter @wattisoemarsono dan Haikal Hassan.

Mimpi bertemu Rasulullah SAW yang dikisahkan oleh Sekjen Habib Rizieq Shihab Center Haikal Hassan saat pemakaman 5 anggota FPI di Megamendung, Bogor, dilaporkan ke polisi. 

Terkait hal itu, Haikal menegaskan hanya berusaha menghibur keluarga laskar FPI yang tewas ditembak polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50. 

"Sekarang gini deh, ada orang meninggal karena kecelakaan boleh enggak kita hibur?"

"Udeh 'jangan nangis gitu, mudah-mudahan anak lo masuk sorga'. Gitu doang," ujar Haikal di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (23/12/2020).

Haikal mengaku hanya berniat menghibur dan memotivasi pihak keluarga korban agar tak terus menangis.

Dia juga tak berpikir akan viral, sebab Haikal tak mengetahui siapa yang merekam pernyataannya. 

"Hanya menghibur orang. Memotivasi orangnya biar jangan nangis, setop-setop enggak usah nangis, gitu."

"Saya enggak tahu, yang ngerekam orang, saya enggak pernah nyebarin ke mana-mana, kan saya lagi ngehibur," jelasnya.

Haikal mengaku heran lantaran pernyataannya yang berniat menghibur justru berujung pelaporan ke polisi.

Kemudian dia berkelakar bahwa jika dirinya buang angin bisa saja juga dilaporkan ke polisi. 

"Ya di Indonesia gimana ya, jangan-jangan gua kentut dilaporin lagi entar," selorohnya. 

Sebelumnya, Sekretaris Habib Rizieq Shihab (HRS) Center Haikal Hassan mengaku bertemu dan mendengar suara Rasulullah Muhammad SAW lewat mimpi.

Pengakuan Haikal bermula dari sambutannya yang disampaikan dalam prosesi acara pemakaman anggota FPI di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, yang tewas ditembak polisi di Tol Cikampek, Senin (7/12/2020) dini hari.

Pengakuan Haikal diunggah oleh kanal Youtube Front TV.

Awalnya Haikal bercerita tentang kedua anaknya yang masih kecil, yang sudah meninggal dunia, di depan para peziarah yang hadir.

Ia mengatakan Rasulullah kemudian mendatanginya lewat mimpi, dan menyampaikan kedua anaknya itu telah bersama Rasulullah.

"Saya nangis sejadi-jadinya."

"Demi Allah di kubur ini, demi Allah di waktu hujan ini, tiba-tiba enggak lama Rasulullah datang."

"Dia memegang Umar anak saya, demi Allah (Rasul) memegang Salma anak saya."

Dan Rasul berucap kepada saya, 'Jangan takut, jangan khawatir."

"Salmah dan umar bersama saya.' Demi Allah saya dengar Rasul berkata demikian di telinga saya," aku Haikal.

Haikal juga mengaku dihampiri oleh Rasulullah dalam mimpinya, bersama kedua anaknya yang telah meninggal dunia.

Rasulullah, aku Haikal, mengucapkan agar tak perlu takut kehilangan kedua anaknya, karena sudah bersama Rasulullah.

"Hari ini saya saksikan dan sampaikan kepada ibu, cerita yang belum pernah saya sampaikan."

"Saya takut dibilang riya', tapi itu yang terjadi," ucap Haikal.

Haikal lantas berpesan agar seluruh keluarga enam anggota FPI yang meninggal dunia, jangan terlalu berduka terlalu dalam.

Sebab, para anggota FPI itu ia yakini sudah bersama Rasulullah.

"Pesan saya jangan pernah lupa salat hadiah selepas salat magrib, agar ibu bisa mimpi dengan mereka. Jangan takut ibu."

"Mereka bahagia bersama Rasulullah, bukan sedih mereka."

"Karena kita ngiri juga dengan mereka."

"Karena mereka meninggal dengan khusnul khatimah. Syahid semuanya," klaim Haikal.

Pelapor: Berbahaya untuk Demokrasi

Sekjen Habib Rizieq Shihab Center Haikal Hassan dilaporkan ke polisi, dengan tudingan menyebarkan berita bohong.

Pelapornya adalah Husein Shihab, yang melapor karena Haikal Hassan mengumbar cerita bermimpi bertemu Rasulullah SAW saat pemakaman enam anggota FPI.

"Iya, saya melaporkan (Haikal Hassan) ke polisi. Benar," ujar Husein Shihab, saat dihubungi Tribunnews., Rabu (16/12/2020).

Husein mengatakan, pelaporan ini bertujuan memberikan efek jera, agar orang yang memimpikan Rasulullah tidak mempublikasikannya ke masyarakat.

Karena, menurutnya dapat menyesatkan jika menyematkan unsur politik di dalamnya.

"Kita itu ingin mencegah saja dan memberikan efek jera."

"Supaya orang yang bermimpi Rasulullah itu tidak semena-mena dipublikasikan ke masyarakat."

"Karena itu akan multitafsir dan menyesatkan kalau ternyata dipolitisir atau ada unsur-unsur politiknya dan kepentingannya di situ.

"Itu kan berbahaya," kata dia.

Husein juga menilai ceramah yang dilakukan Haikal Hassan seolah menggiring opini publik.

Yakni, dengan menyebut enam anggota FPI yang tewas itu meninggal dalam keadaan syahid.

"Nah, ini nanti yang dikhawatirkan."

"Karena kalau Haikal Hassan itu di sana membawa-bawa Rasulullah, seakan-akan yang enam orang itu wafat dalam keadaan syahid."

"Artinya mati di jalan yang benar. Ini berbahaya, karena dapat dianggap perbuatan melawan hukum itu dibenarkan oleh mereka dan dipublikasikan."

"Kalau hanya di kalangan mereka aja, kelompok mereka aja, it's ok, tapi ini viral, seluruh Indonesia."

"Itu berbahaya untuk demokrasi kita, bisa carut marut negara kita ini gara-gara informasi seperti itu," tuturnya.

Husein mengatakan hal ini dikhawatirkan dapat menjadi preseden buruk di masyarakat, jika dibiarkan begitu saja.

Apalagi, jika seseorang yang memiliki pengaruh besar kemudian juga membawa-bawa Rasulullah, bukan tak mungkin pengikutnya akan mempercayai.

"Takutnya suatu hari nanti tiba-tiba ada kiai besar punya pengaruh."

"Karena atas nama kebencian terhadap negara, kemudian bawa-bawa 'mimpi Rasul' dan bilang bahwa Rasul kasih restu supaya berjihad melawan polisi atau negara."

"Kan bisa bahaya kalau itu dibiarkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Husein menegaskan bukannya tak mempercayai orang yang bermimpi Rasulullah.

Namun, akan lebih baik jika hal itu tidak diumbar. Karena, jika diumbar akan menjadi fitnah.

"Bukan kita enggak percaya orang yang mimpi Rasulullah ya."

"Kan zaman kakek nenek, habib dan ulama terdahulu juga pernah mimpi."

"Ada yang bilang 'apa kamu sama aja mau bilang pemimpi Rasulullah itu jangan dipercaya?"

"Bukan begitu juga maksudnya, ini kan konteksnya beda."

"Bukan lalu kita enggak percaya orang mimpi Rasulullah, kita percaya kok, tapi kan enggak diumbar."

"Kalau diumbar kan jadi fitnah akhirnya," bebernya.

Laporan polisi itu tertuang pada nomor bukti laporan polisi TBL/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ.

Pelapor dalam laporan polisi ini adalah Husein sendiri, dan terlapor Haikal Hassan serta pemilik akun @wattisoemarsono.

Pasal yang digunakan adalah pasal 28 ayat 2 UU 19/2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 huruf A KUHP dan atau Pasal 14-15 UU 1/1946 tentang peraturan hukum pidana.

Pasal tersebut berkaitan dengan tindak pidana menyebarkan berita bohong menyebabkan keonaran dan rasa kebencian. (Fandi Permana)

S: Wartakota.tribunnews


Name

Berita,19355,H,144,HUMOR,7,Internasional,160,Kesehatan,22,Nasional,19215,News,1040,OPINI,78,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Haikal Hassan Mangkir Dari Panggilan Polisi Padahal Dulu Paling Kenceng Teriak Penjarakan Ahok
Haikal Hassan Mangkir Dari Panggilan Polisi Padahal Dulu Paling Kenceng Teriak Penjarakan Ahok
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjNqf2NS09B6VBgt3sPwg2FrpqJrdzJYeGVk5W3WHzO6HMSVgw1Ug2aYdsC5ai3DltLui12EtJ_05Llg0sVOKagkIUg3AeNEBtKPXS6-en8X1ay3XhKhOl9SrnjLSt-bJhOkzu4Doz7y29mWYtBMzvDSevvx63IHd24mC0gBO3-qlq3vHuQ6TxVmxJdGw=w640-h356
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjNqf2NS09B6VBgt3sPwg2FrpqJrdzJYeGVk5W3WHzO6HMSVgw1Ug2aYdsC5ai3DltLui12EtJ_05Llg0sVOKagkIUg3AeNEBtKPXS6-en8X1ay3XhKhOl9SrnjLSt-bJhOkzu4Doz7y29mWYtBMzvDSevvx63IHd24mC0gBO3-qlq3vHuQ6TxVmxJdGw=s72-w640-c-h356
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/11/haikal-hassan-mangkir-dari-panggilan.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/11/haikal-hassan-mangkir-dari-panggilan.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy