$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Menentang Vladimir Putin, 7 Figur Ini Wafat Tiba-tiba!

INDONESIAKININEWS.COM - Sejak menjadi presiden Rusia untuk kedua kalinya pada 2012 hingga saat ini, Vladimir Putin (Владимир Путин) sering m...


INDONESIAKININEWS.COM -
Sejak menjadi presiden Rusia untuk kedua kalinya pada 2012 hingga saat ini, Vladimir Putin (Владимир Путин) sering membuat keputusan yang menggetarkan dunia. Salah satunya adalah saat ia memutuskan untuk menginvasi Ukraina baru-baru ini.

Sebagai kepala negara, rezim otoriter Putin ramai dikritik. Bagaimana cara ia menangani kritik tersebut? Sayangnya, berbagai insiden menunjukkan isyarat kalau Kremlin tidak segan-segan "membungkam" oposisi Putin. Dalam beberapa tahun belakangan, inilah beberapa sosok penentang Putin yang wafat misterius!

1. Yuri Shchekochikhin


Yuri Shchekochikhin (Ю́рий Щекочи́хин) adalah seorang jurnalis yang memberitakan kejahatan dan skandal korupsi di Uni Soviet. Saat menulis untuk Novaya Gazeta (NG), Putin masih menjadi Perdana Menteri Rusia dan Boris Yeltsin (Борис Ельцин) masih jadi presiden.

Saat itu, Yuri tengah menyelidiki dua kasus besar yang melibatkan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), yaitu pengeboman apartemen di Rusia yang memicu Perang Chechnya II (1999–2000) dan skandal korupsi dan pencucian uang Three Whales. Putin juga memantau kedua kasus tersebut.

Sudah setuju untuk berdiskusi dengan FBI pada 2003, Yuri malah wafat akibat "penyakit misterius". Namun, catatan kematian Yuri benar-benar dirahasiakan dan tak ada yang boleh mengambil spesimen tubuhnya. Diduga, Yuri wafat akibat diracun oleh bawahan Putin.

Pada 2007, NG mengusahakan agar kasus kematian Yuri diusut, dan beberapa pengujian laboratorium dilaksanakan untuk menguji dugaan pembunuhan Yuri. Namun, dua tahun kemudian, kasus ini kembali ditutup karena bukti pembunuhan atau peracunan yang tak kuat.

2. Sergei Yushenkov

Sergei Yushenkov (Серге́й Юшенко́в) adalah politikus Rusia. Seperti Yuri, Sergei saat itu juga tengah berfokus pada kejadian pengeboman apartemen di Rusia dan menduga campur tangan FSB saat itu. Selain itu, Sergei juga adalah pendiri dari partai Rusia Liberal (Либеральная Россия) pada 2002.

Menurut Sergei, Putin melakukan kudeta tersembunyi terhadap pemerintahan Yeltsin dan berhasil saat Rusia melancarkan aksi ke Chechnya. Pada awal April 2003, Sergei kembali menyelidiki insiden terorisme di Moskow yang diduga juga mengandung FSB.


Namun, pada pertengahan April, Sergei harus kehilangan nyawanya. Baru saja mendaftarkan partainya untuk ikut pemilu pada Desember 2003, Sergei ditembak mati. Selain sebagai oposisi, kematian Sergei konon disebabkan oleh informasi yang ia ketahui dan janjinya untuk menyelidiki insiden terorisme di Moskow secara independen. 

3. Anna Politkovskaya
Seperti Yuri, Anna Politkovskaya (Анна Политковская) adalah seorang jurnalis NG yang aktif memberitakan Perang Chechnya II saat itu. Meski sudah berulang kali diancam untuk tidak memberitakannya, Anna tetap bersikeras pada pendiriannya. Pada 2004, Anna bahkan merilis buku Putin's Russia yang membeberkan gelapnya rezim Putin.


Anna sudah melalui berbagai bahaya. Saat berangkat mau membantu penyelesaian pengepungan sekolah Beslan (2004), Anna malah diracuni dan harus kembali untuk mendapatkan perawatan. Bukan hanya itu, sudah beberapa kali Anna mendapat ancaman pembunuhan karena menyuarakan kebenaran.

Akan tetapi, pada 2006, saat sedang naik lift di apartemennya di Moskow, Anna ditembak mati. Dunia meminta kematian Anna segera diusut dan pada Juni 2014, sebanyak lima orang dinyatakan sebagai tersangka. Pembunuhan Anna diketahui telah diperintahkan oleh "seseorang". Putin menyangkal adanya keterlibatan Kremlin dalam kematian Anna.

4. Alexander Litvinenko

Sebagai mantan anggota FSB dan KGB, Alexander Litvinenko (Александр Литвиненко) adalah suara lainnya yang mengkritik FSB. Alexander tidak segan-segan menuduh Putin dan FSB sebagai dalang di balik pengeboman apartemen, aktivitas terorisme lainnya agar bisa berkuasa. Selain itu, Alexander menuduh Putin sebagai pembunuh Anna.

Sempat ditangkap dan dilepaskan beberapa kali, akhirnya, Alexander dan keluarganya minggat ke Britania Raya pada 2000 untuk mencari suaka. Tinggal di Inggris, Alexander bekerja sebagai jurnalis sekaligus konsultan untuk badan intelijen Inggris.

Namun, pada 2006, Alexander tiba-tiba jatuh sakit di sehabis minum teh di London dan meninggal akibat keracunan radioaktif polonium-210. Dua agen Rusia, Andrei Lugovoy dan Dmitry Kovtun, dinyatakan sebagai tersangka dan meminta Rusia untuk menyerahkan mereka.

Namun, berlindung pada konstitusinya, Rusia menolak untuk mengekstradisi Andrei dan Dmitry, insiden yang hingga saat ini menyisakan noda di hubungan bilateral Rusia-Inggris. Bahkan, pada 2015, Putin menyerahkan tanda jasa kepada Andrei. Apakah ini isyarat memang Putin yang mendukung pembunuhan Alexander?

5. Boris Berezovsky

Sebagai seorang pengusaha, Boris Berezovsky (Борис Березовский) sebenarnya memiliki andil membantu Putin berkuasa di Rusia. Boris adalah yang mendanai partai Unity (Еди́нство), dan saat Putin menjadi presiden, Boris mendapat kursi di Duma.

Namun, pada 2000, Boris menentang pemerintahan Putin dan keluar dari Duma. Sejak pindah ke Inggris pada 2003, Boris menjadi kritikus Putin yang vokal. Salah satu tuduhan yang dilancarkan Boris terhadap pemerintahan Putin adalah bahwa ia telah membunuh Alexander Litvinenko.

Namun, pada 2013, Boris ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya di Inggris dengan tali melilit lehernya. Sempat dikira bunuh diri, setahun setelah kematian Boris, muncul bukti-bukti autopsi dan sidik jari yang menunjukkan adanya intervensi pihak gelap.

6. Boris Nemtsov

Boris Nemtsov (Борис Немцов) memiliki karier pemerintahan yang sebenarnya cemerlang. Sempat menjadi wakil Perdana Menteri Rusia dan dilihat sebagai kandidat kepresidenan, malah Putin yang menjadi presiden pada 2000. Pada awalnya, Boris mendukung langkah Putin.

Namun, seiring berjalannya waktu, Boris makin muak dengan pemerintahan Putin yang otoriter. Selain itu, Boris juga menekankan maraknya praktik korupsi dan penggelapan uang di pemerintahan Putin yang kemungkinan besar menyangkut sang presiden. Tidak jarang, Boris ditangkap karena ikut dalam berbagai demo.

Pada Februari 2015, Boris tengah mengumpulkan massa untuk menentang keterlibatan militer Rusia di Ukraina dan krisis keuangan di Rusia. Naasnya, Boris ditembak mati di Moskow dan seluruh tulisannya, baik fisik maupun digital, disita oleh otoritas Rusia.

Pada 2017, tiga orang dijadikan tersangka atas pembunuhan Boris. Mereka mengaku telah dibayar RU₽15 juta (Rp2 miliar) untuk membunuh Boris. Namun, siapa yang memerintahkan dan keberadaannya pun tak diketahui.

7. Denis Voronenkov

Sempat menjadi anggota Duma pada 2011–2016 dan partai Unity, Denis Voronenkov (Денис Вороненков) pindah ke Ukraina bersama keluarganya. Sejak tidak jadi warga negara Rusia lagi, Denis menjadi salah satu kritikus ternyaring terhadap rezim Putin dan politik luar negerinya.

Fakta menarik, saat menjadi anggota Duma, Denis sebenarnya mendukung langkah Rusia untuk mencaplok Krimea pada 2014. Namun, Denis mengatakan bahwa ia hanya diwakili. Pada 2017, Denis mengatakan bahwa langkah pencaplokan Krimea oleh Rusia sama seperti jahatnya seperti partai Nazi Jerman.

Namun, tidak lama setelah pernyataan tersebut, Denis ditembak mati di Kiev oleh seorang warga Ukraina, Pavel Parshov (yang juga tertembak oleh penjaga Denis dan wafat). Dugaan utama adalah Pavel adalah agen Rusia di Ukraina dan pembunuhan Denis sudah direncanakan.

Presiden Ukraina saat itu, Petro Poroshenko (Петро Порошенко), menuduh Kremlin telah membunuh Denis dan menyebut kejadian tersebut sebagai "terorisme negara". Di sisi lain, Rusia menyangkal keterlibatan dalam kematian Denis dan menyebut motifnya karena persaingan bisnis.

Itulah beberapa kejadian di mana para penentang Putin harus kehilangan nyawanya secara tiba-tiba demi menyuarakan kebenaran. Sementara Rusia menyangkal keterlibatannya, siapakah yang bertanggung jawab atas nyawa-nyawa mereka?

S: IDNTimes



Name

Berita,22848,H,151,HUMOR,7,Internasional,631,Kesehatan,29,Nasional,22237,News,1358,OPINI,81,Seleb,3,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Menentang Vladimir Putin, 7 Figur Ini Wafat Tiba-tiba!
Menentang Vladimir Putin, 7 Figur Ini Wafat Tiba-tiba!
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjVWG3bGssVw1L4nM2yu7Q1VZ5ZlXGC6LHO7uQzAm-9Kd5YQSD6IoVKN-nG0SAbcAkQwTN5xCfoxUVLzq-518EaI7J1EmttAI3hD21zsybieAS8ve8CR3RKagFIkFC9ezhmq-UVf8AcnFUbgIj86pKDXvwHvsuUCCSThZZJGvKS9hWz0fk-s40G0jAqiQ=w640-h424
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjVWG3bGssVw1L4nM2yu7Q1VZ5ZlXGC6LHO7uQzAm-9Kd5YQSD6IoVKN-nG0SAbcAkQwTN5xCfoxUVLzq-518EaI7J1EmttAI3hD21zsybieAS8ve8CR3RKagFIkFC9ezhmq-UVf8AcnFUbgIj86pKDXvwHvsuUCCSThZZJGvKS9hWz0fk-s40G0jAqiQ=s72-w640-c-h424
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2022/03/menentang-vladimir-putin-7-figur-ini.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2022/03/menentang-vladimir-putin-7-figur-ini.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy