$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Dikenal Sosok yang Kontroversial Akibat Kritikan Pedas, Siapa Sangka Nilai Fadi Zon Saat Kuliah Begini.....

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO INDONESIAKININEWS.COM -  Siapa yang tidak kenal dengan sosok Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI asal Gerindra y...

INNALILLAHI! Ucapan Duka Datang dari Wakil Ketua DPR Asal Gerindra Fadli Zon, Pecinta Buku Wafat
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO

INDONESIAKININEWS.COM - Siapa yang tidak kenal dengan sosok Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI asal Gerindra yang kerap memicu pernyataan kontrovesial.

Sebagai politisi Gerindra, Fadli Zon tidak sungkan-sungkan mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).

Posisinya sebagai Wakil Ketua DPR membuat pria asal Sumatera Barat kerap menyampaikan kritikan kepada pemerintahan yang dipimpin Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam 3 tahun terakhir.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menganggap demokrasi di Indonesia butuh sosok kontroversial seperti Fadli sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

"Fadli Zon yang penuh kontroversi, memang demokrasi membutuhkan kontroversi, asal damai dan tentram," kata Prabowo dalam pidatonya di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Prabowo mengaku sulit mengendalikan Fadli agar tak membuat pernyataan atau sikap yang kontroversial meskipun awalnya Fadli merupakan anak buahnya sebelum duduk di kursi pimpinan parlemen.

"Sekarang (Fadli Zon) Wakil Ketua DPR RI, dari segi protokol aku kalah, tetapi di partai aku masih (pemimpin) Fadli Zon," ujarPrabowo yang disambut tawa kadernya pada waktu itu.

Prabowo juga bercanda, Fadli juga bisa menjadi Presiden Indonesia.

Namun, kata dia, namanya perlu diubah terlebih dulu agar memenuhi syarat.

"Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono, memenuhi syarat jadi presiden RI, karena ada o-nya. Pak Fadli bisa juga, Fadli Zono," ujar Prabowo yang lagi-lagi membuat tawa kadernya pecah.

Summa Cum Laude dan Mawapres

Di balik kontroversialnya suami Katharine Grace, ternyata dia sosok yang cerdas dari sisi akademik.

Anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Zon Harjo dan Ellyda Yatim itu menyelesaikan pendidikan dasar di Desa Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Ia lalu melanjutkan pendidikan SMP-nya di Gadog, Bogor, dan kemudian pindah ke Jakarta.

Fadli belajar selama 2 tahun di SMA Negeri 31, Jakarta Timur, sebelum akhirnya mendapat beasiswa dari AFS (American Field Service) ke San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

Di Negeri Paman Sam, ia lulus dengan predikat summa cum laude.

Lulusan yang mendapatkan predikat summa cum laude memiliki Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 3.80 ke atas.

Fadli kemudian melanjutkan studinya di program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Semasa kuliah, Fadli aktif di berbagai organisasi, baik intra maupun ekstra kampus.

Ia pernah menjadi Ketua Biro Pendidikan Senat Mahasiswa FSUI (1992-1993), Sekretaris Umum Senat Mahasiswa FSUI (1993), Ketua Komisi Hubungan Luar Senat Mahasiswa UI (1993-1994).

Ia aktif dalam kehidupan politik kampus dengan memimpin berbagai demonstrasi dan menghidupkan kelompok-kelompok studi di dalam kampus UI era awal 1990-an.

Selain itu, ia juga bergabung dengan Teater Sastra UI.

Di luar kampus, ia pernah menjadi Sekjen dan Presiden Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS) pada 1993-1995.

Jadi pengurus pusat KNPI (1996-1999), pengurus pusat Gerakan Pemuda Islam (1996-1999), dan anggota Asian Conference on Religion and Peace (ACRP) sejak 1996.

Pada tahun 1994, Fadli Zon terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Universitas Indonesia dan Mahasiswa Berprestasi III tingkat Nasional.

Ia memimpin delegasi mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Varsities Debate IV (1994) di Malaysia.

Pada tahun 2002, ia mengenyam pendidikan di London School of Economics and Political Science (LSE) di bawah bimbingan John Harriss dan Robert Wade.

Pada 8 Oktober 2015, Fadli dipilih sebagai Presiden Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) atau Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia menggantikan presiden sebelumnya, Garcia Cervantes yang berasal dari Meksiko.

Ia terpilih secara aklamasi dalam rapat Dewan Direksi GOPAC yang berlangsung di Yogyakarta.

Dihadiri sejumlah perwakilan GOPAC regional Afrika, Arab, Amerika Latin, Asia Timur, Oseania, Karibia, dan Amerika Utara.

Tentang Fadli Zon

Mengutip wikipedia, Dr H Fadli Zon SS MSc lahir di Jakarta, Indonesia, 1 Juni 1971, umur 47 tahun.

Ia adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014 - 2019.

Fadli Zon berdarah Minangkabau.

Bersama Prabowo Subianto dan beberapa tokoh nasional, ia ikut mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya dan menjabat sebagai wakil ketua.

Sejak 8 Oktober 2015, ia juga dipercaya sebagai Chairman of Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) atau Presiden Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia.

Keluarga

Fadli Zon lahir di Jakarta, dan merupakan putera pertama dari tiga bersaudara pasangan Zon Harjo dan Ellyda Yatim.

Kedua orang tuanya berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat, Minangkabau.

Fadli Zon menghabiskan masa kecilnya dan menyelesaikan pendidikan dasar di desa Cisarua, Bogor.

Fadli Zon dikaruniai dua anak, Shafa Sabila Fadli (19 tahun) dan Zara Saladina Fadli (12 tahun).

Wakil Ketua DPR

Fadli Zon diangkat sebagai wakil ketua DPR pada 2 Oktober 2014.[6] Pemilihan ketua dan 5 wakil ketua DPR sendiri dilakukan pascapelantikan dan sumpah jabatan 555 Anggota DPR periode 2014-2019 di ruang paripurna Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, MPR RI.

Sistem yang digunakan untuk pemilihan mengacu pada UU MD3, yang mewajibkan Ketua DPR dan wakilnya diajukan dalam satu paket oleh fraksi-fraksi di DPR.

Fadli Zon masuk dalam paket yang diajukan oleh lima fraksi dalam Koalisi Merah Putih yaitu Partai Golkar, Gerindra, PKS, PPP, Partai Demokrat, dan PAN, dengan pimpinan Setya Novanto.

Meski sempat diwarnai kericuhan, paket ketua dan wakil ketua dari Koalisi Merah Putih ini akhirnya terpilih secara aklamasi dan tanpa paket saingan, dan dilantik oleh ketua Mahkamah Agung Hatta Ali pada hari yang sama malam harinya.

Kasus penghinaan Joko Widodo oleh Muhammad Arsyad Assegaf

Pada 23 Oktober 2014, Muhammad Arsyad Assegaf, seorang asisten tukang sate warga Ciracas, Jakarta Timur, ditahan Bareskim Polri atas tuduhan pornografi, penghinaan, dan perbuatan tidak menyenangkan.

Tuduhannya melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP, Pasal 156 dan 157 KUHP, Pasal 27, 45, 32, 35, 36, 51 UU ITE atas tindakannya mengunggah gambar hasil suntingan yang menunjukkan Presiden Joko Widodo sedang beradegan seksual dengan mantan presiden Megawati Soekarnoputri di media sosial.

Fadli Zon merespon dengan mengunjungi keluarga Muhammad Arsyad dan menyatakan ingin membantu proses penangguhan Arsyad yang ketika itu sudah ditahan, dengan menyiapkan tim pengacara.

Sebelum bertemu dengan petugas kepolisian, Fadli Zonmemberikan pernyataan bahwa pemerintah tidak seharusnya mengkriminalisasi wong cilik, dan hukum harus bisa tegas kepada siapa pun yang melanggar, baik wong cilik maupun pejabat tinggi negara.

Pada hari yang sama, ia dan keluarga Arsyad mengunjungi Arsyad di Bareskim dan menyampaikan bahwa kasus ini berlebihan dan merupakan bentuk politisasi hukum.

Setelah rapat dengan petugas kepolisian selesai, anehnya Fadli Zonmengubah pandangannya dan menyatakan bahwa polisi telah bekerja sebagaimana mestinya.

Fadli Zon menyatakan bahwa ia menanyakan perkembangan kasus-kasus yang ia laporkan sebelumnya, dan menyatakan bahwa polisi telah memproses kasus-kasus tersebut.

Pandangan terhadap kenaikan harga BBM November 2014

Pada bulan November 2014, Pemerintahan Joko Widodo memutuskan untuk menaikkan harga BBM dari Rp.6.500 menjadi Rp.8.500 per liter.

Menanggapi hal ini, Fadli menyatakan bahwa argumentasi pemerintah untuk menaikkan harga BBM dangkal.

Fadli menganggap kebijakan ini tidak tepat dan pertama kali dalam sejarah harga BBM dinaikan saat harga minyak dunia turun.

Fadli menilai kebijakan yang diambil oleh pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla mencari jalan pintas dalam mengelola negara.

Padahal ada cara lain untuk menyejahterakan rakyat tanpa mengurangi subsidi BBM.

Ia menilai bahwa harga BBM di Singapura Rp.8.000 lebih murah dibandingkan di Indonesia.

sumber: kupang.tribunnews.com


Name

Berita,3863,HUMOR,1,Internasional,53,Nasional,3853,News,50,OPINI,50,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Dikenal Sosok yang Kontroversial Akibat Kritikan Pedas, Siapa Sangka Nilai Fadi Zon Saat Kuliah Begini.....
Dikenal Sosok yang Kontroversial Akibat Kritikan Pedas, Siapa Sangka Nilai Fadi Zon Saat Kuliah Begini.....
https://cdn2.tstatic.net/kupang/foto/bank/images/warga-rusia-ikut-prabowo-ke-dubai-ini-penjelasan-fadli-zon.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2019/08/dikenal-sosok-yang-kontroversial-akibat.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2019/08/dikenal-sosok-yang-kontroversial-akibat.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy