$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Teuku Markam Dituduh PKI dan Dipenjara Soeharto, Harta Dirampas Padahal Sumbang 28 Kg Emas Monas

INDONESIAKININEWS.COM -  Soeharto menuduh PKI seorang pengusaha asal Aceh bernama Teuku Markam Pengusaha tersebut lalu dipenjarakan dan hart...



INDONESIAKININEWS.COM - Soeharto menuduh PKI seorang pengusaha asal Aceh bernama Teuku Markam

Pengusaha tersebut lalu dipenjarakan dan hartanya dirampas.

Padahal Teuku Markam rela menyumbangkan 28 kilogram pembangunan Monas di era Presiden Soekarno

Diketahui, Pembangunan Monas mulai dilakukan pada 17 Agustus 1961.

Monas mulai dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Monas memiliki tinggi 132 meter atau sekitar 433 kaki.

Puncak Monas memiliki bongkahan emas seberat 38 kilogram berbentuk kobaran api.

Teuku Markam lahir pada tahun 1925 di Seuneudon, Alue Capli, Panton Labu, Aceh Utara.

Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu.

Saat Teukum Markam berusia 9 tahun, sang ayah Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal.

Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe.

Teuku Markam hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 4 SR (Sekolah Rakyat).

Dalam perjalanan hidupnya, Teuku Markam terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat, jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan yang didanai oleh Bank Dunia.

Dari 38 kilogram emas, Teuku Markam menyumbangkan emas seberat 28 kilogram emas.

Teuku Markam merupakan seorang pengusaha kaya.

Dia memiliki perusahaan bernama PT Karkam.

Saat muda, Teuku Markam memasuki dunia militer.

Tepatnya, melalui pendidikan wajib militer di Koeta Radja atau sekarang yang lebih dikenal dengan Banda Aceh.

Dia menamatkan pendidikannya dengan pangkat Letnan Satu.

Teuku Markam kemudian bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI), serta pernah mengikuti pertempuran di Tembung, Sumatera Utara.

Meski demikian, Teuku Markam pernah merasakan mendekam di Penjara.

Teuku Markam berada di penjara karena persaingan bisnisnya dengan Teuku Hamzah sekitar tahun 1957.

Saat itu, Teuku Hamzah menjadi Panglima Kodam Iskandar Muda.

Namun, pada tahun 1958 Teuku Markam baru keluar dari penjara.

Usai bebas dari penjara, Teuku Markam kembali menggeluti dunia bisnis.

Dia banyak mengembangkan bisnisnya pada sektor pembuatan kapal.

Teuku Markam pun menjadi pengusaha yang sangat sukses saat itu.

Oleh karena itu, dia berkomitmen untuk membantu Presiden Soekarno memberantas buta huruf, dan membebaskan Irian Barat.

Selain membantu dalam kedua hal itu, dia juga berkomitmen membantu Soekarno membangun Monas, dan menyumbangkan emas seberat 28 kilogram.

Nahas, nasib Teuku Markam tak selalu mujur.

Sebab, dia harus kembali mendekam di penjara.

Pada era pemerintahan Orde Baru, Teuku Markam dituding sebagai PKI, dan koruptor.

Sehingga, pada tahun 1966, Teuku Markam pun dijebloskan ke penjara tanpa adanya proses pengadilan.

Baru pada tahun 1974 Teuku Markam dibebaskan oleh pemerintah.

Meski demikian, seluruh aset perusahaan dan kekayaannya telah disita oleh pemerintah Orde Baru.

Teuku Markam tutup usia akibat komplikasi penyakitnya pada tahun 1985.

Diberitakan Harian Kompas, 17 April 2019, Pembangunan Monas bahkan sempat terbengkalai pada 1966-1972 karena pasang surut politik setelah peralihan kekuasaan ke rezim Orde Baru.

Tercatat total biaya pembangunan Tugu Monas Rp 358.328.107,57. Anggaran yang cukup besar untuk proyek Monas memaksa Soekarno mencari para dermawan dari penjuru Tanah Air.

Salah satu bagian paling menarik dari Monas adalah emasnya yang berbobot lebih 30 kilogram.

Seorang pengusaha asal Aceh, Teuku Markam, rela menyumbang sampai 28 kilogram emas saat awal pembangunan Monas.

Pada puncak bangunan yang menjulang setinggi 132 meter, terdapat nyala obor yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan dilapisi emas murni seberat 35 kilogram (yang kini menjadi 50 kilogram).

Uang patungan proyek Monas lainnya berasal dari sumbangan wajib pengusaha bioskop dari seluruh pelosok Tanah Air. Sepanjang November 1961-Januari 1962 tercatat 15 bioskop menyumbang Rp 49.193.200,01.

Bioskop Parepare, Sulawesi Selatan, misalnya, menyumbang Rp 7.700,60; bioskop Watampone, Sulawesi Selatan, Rp 1.364,20; dan bioskop Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rp 884.528,85.

Begini fakta unik Teuku Markam yang belum pernah diungkap: 

1. Teuku Markam Pernah Jadi Orang Terkaya Se-Indonesia

Di masa-masa Awal kemerdekaan, tak banyak orang Indonesia kepikiran untuk menggeluti bisnis sebagai profesi.

Kebanyakan orang masih cenderung pasif untuk masalah ekonomi.

Di masa seperti inilah kemudian seorang pria bernama Teuku Markam muncul. Ia bergelut dengan banyak bisnis hingga akhirnya menjadi saudagar yang sukses.

Berbagai bisnis ditelateni Markam mulai dari ekspor impor, besi beton, sampai plat-plat baja.

Dengan segala macam bisnis ini tak heran akhirnya ia menjadi sangat kaya.

Jumlah kekayaannya sendiri kala itu benar-benar luar biasa. Sampai-sampai julukan orang terkaya se Indonesia pernah disandangnya.

Meskipun punya kekayaan yang tak karuan, nyatanya Markam tak pernah menghabiskannya sendiri.

2. Menyumbang 38 Kilogram Emas Untuk Monas

Jujur saja, jika ada hal yang paling menarik dari Monas, hal tersebut sudah jelas adalah 38 kilogram emas yang ada di puncaknya.

Selama puluhan tahun orang-orang dibuat terheran-heran dengan ini.

Bahkan pertanyaan seperti siapa yang memprakarsai juga kerap muncul.

Ya, untuk menjawab semua kekaguman dan pertanyaan tersebut hanya butuh satu nama saja, Teuku Markam.

Memang tak pernah ada dokumentasi atau apa pun, tapi banyak yang meyakini jika Markam lah yang menyumbang 38 kilogram emas itu.

Sebenarnya tak hanya itu saja jasa sang tokoh Aceh ini. Ia juga sering disangkut-pautkan sebagai salah satu sosok yang ikut andil

Dalam membebaskan lahan Senayan untuk menjadi pusat olah raga.

3. Dikhianati Dituduh PKI

Tak hanya Monas dan Senayan, ada begitu banyak jasa Markam bagi Indonesia. Tak banyak yang tahu kalau ia sangat pontang panting demi negara.

Termasuk sebagai investor utama KTT Asia Afrika yang dari forum ini kemudian merdekalah negara-negara terjajah di dua benua itu.

Sangat besar jasanya, tapi pada akhirnya ia tak dianggap apa pun oleh negara.

Pada pemerintahan Soekarno ia begitu dihormati, tapi tidak saat Soeharto yang memimpin.

Tanpa alasan yang jelas, Markam langsung diciduk dan dipenjara. Ia dituduh terlibat aktif dalam pemberontakan PKI serta dianggap Sukarnois garis keras.

Markam dipenjara tahun 1966 tanpa proses peradilan yang jelas.

Ketika Soeharto menjadi Presiden RI, Teuku Markam difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme.

Pada tahun 1966 Teuku Markam dipenjara tanpa ada proses pengadilan.

Pertama-tama ia dimasukkan tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba, Jl. Percetakan Negara.

Lalu dipindah lagi ke tahanan Cipinang, dan terakhir dipindahkan ke tahanan Nirbaya, tahanan untuk politisi di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur.

Tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih dua tahun.

Teuku Markam baru bebas tahun 1974. Soeharto, Ketua Presidium Kabinet Ampera I, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku Markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain, yang kemudian dikelola PT. PP Berdikari yang didirikan Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami atas nama pemerintahan RI.

Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus pinjaman yang nilainya Rp 411.314.924 sebagai modal negara di PT. PP Berdikari.

4. Raga Dipenjara, Harta Dijarah

Penderitaan Markam bukan hanya ketika ia difitnah kemudian dipenjara.

Ada satu lagi kezaliman yang menimpa padanya dan dilakukan oleh pemerintah Soeharto. Ya, hal tersebut tak lain adalah diakusisinya semua properti dan harta Markam menjadi milik negara.

Kantor, tanah-tanah, bisnis, dan apapun yang jadi milik Markam, diambil oleh pemerintah. Yang lebih miris, tak sedikitpun hartanya yang disisakan untuk keluarga dan anak-anaknya.

Alhasil, hidup sanak keluarga saudara kaya ini terlunta-lunta padahal sebelumnya sangat berkecukupan.

Setelah Markam keluar di tahun 1974, ia dan keluarganya juga masih kesusahan untuk mengklaim hartanya lagi.

5. Nama Markam Tetap Belum Bersih

Bebas dari penjara bukan menjadi hal yang benar-benar bagus bagi Markam.

Ia masih sering mendapatkan pandangan menghina orang-orang karena dianggap sebagai antek PKI.

Padahal Markam jelas berjuang keras untuk bangsa ini, juga untuk orang-orang yang memandangnya sinis itu.

Yang disesalkan Markam dan keluarganya adalah namanya yang tak kunjung dibersihkan.

Bahkan ketika kekuasaan Orde baru tamat, ia juga tak mendapatkan namanya direhabilitasi. Alhasil, sampai tua Markam tetap dianggap pengkhianat.

Padahal apa yang dilakukannya bagi bangsa ini benar-benar besar.

Miris kalau mendengar kisah sosok satu ini. Ia berjuang bagi negara, tapi malah mendapatkan perlakuan sangat tidak menyenangkan ini.

Markam sendiri mungkin tak pernah bilang dia menyesal, tapi jauh dalam hatinya sosok satu itu pasti berkata jika seperti ini jadinya, maka tak pernah sudi dirinya membantu Indonesia.


s: tribunnews.com


Name

Berita,17439,H,110,HUMOR,7,Internasional,159,Kesehatan,13,Nasional,17309,News,705,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Teuku Markam Dituduh PKI dan Dipenjara Soeharto, Harta Dirampas Padahal Sumbang 28 Kg Emas Monas
Teuku Markam Dituduh PKI dan Dipenjara Soeharto, Harta Dirampas Padahal Sumbang 28 Kg Emas Monas
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjMGRxINx54AZLn9zQm9ipp2gqHUQdKhbaX2vLWG6QMdHb3yo-ywDNH0cRs-_IPGKNcjH1WNafTtwoOD8qy_6WX5jt1mfxgKzr7l6uviIvJ4LyA0P7zZT4X6WiqmAoIlbLmFwicigBJKkV322GVSAHCvTRLasrQoi2DKkairtX2Vr2OfDyXBkItY59R9Q=w640-h360
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjMGRxINx54AZLn9zQm9ipp2gqHUQdKhbaX2vLWG6QMdHb3yo-ywDNH0cRs-_IPGKNcjH1WNafTtwoOD8qy_6WX5jt1mfxgKzr7l6uviIvJ4LyA0P7zZT4X6WiqmAoIlbLmFwicigBJKkV322GVSAHCvTRLasrQoi2DKkairtX2Vr2OfDyXBkItY59R9Q=s72-w640-c-h360
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/10/teuku-markam-dituduh-pki-dan-dipenjara.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/10/teuku-markam-dituduh-pki-dan-dipenjara.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy