$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Kabur Dari Rumah Sakit, Pasien Positif Corona Ini Meninggal, Bertemu Ratusan Orang Akhirnya 1 Desa Diisolasi

foto: klikanggaran INDONESIAKININEWS.COM - Bupati Garut, H Rudi Gunawan mengungkap soal adanya pasien positif Virus Corona yang sempat ...

foto: klikanggaran

INDONESIAKININEWS.COM - Bupati Garut, H Rudi Gunawan mengungkap soal adanya pasien positif Virus Corona yang sempat keluar dari rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Rudi Gunawan saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam tv One, Rabu (22/4/2020).

Rudi Gunawan menjelaskan bahwa pasien itu awalnya mengalami demam setelah pulang dari Bogor.

"Karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan, aparat desa setempat lantas membawa orang itu ke rumah sakit."

"Si pasien positif ini mulanya dari Bogor dia dalam keadaan demam, tanggal 22 Maret dia datang ke kampungnya di Cigedug," ungkap Rudi.

"Pada saat itu kondisinya sudah sangat memprihatinkan sehingga atas inisiatif aparat desa dikirimlah ke Rumah Sakit Slamet," imbuhnya.

Pada saat dibawa ke rumah sakit, Rudi mengatakan si pasien tersebut berjanji mau dirawat di rumah sakit.

"Kami melakukan penanganan sangat intensif dan yang bersangkutanpun apa namanya pada saat itu berkomitmen pada saat itu untuk disembuhkan."

"Kami juga langsung melakukan swab untuk mengetahui dia positif atau tidak," cerita Rudi.

Namun setelah itu, pasien itu justru kabur dari rumah sakit dan kembali ke rumah.

Baru dua hari setelah dijemput kembali ke rumah sakit, pasien itu meninggal.

"Tiba-tiba yang bersangkutan kabur ke rumahnya dengan alasan bahwa ya dia tidak betahlah di rumah sakit."

"Ya kami bawa dia kembali ke rumah sakit, dua hari kemudian yang bersangkutan meninggal dunia," kata Rudi.

Saat meninggal, belum diketahui pasti penyebabnya karena tes swab belum keluar.

Rudi mengatakan hasil swab pasien itu baru diterimanya pada Senin (20/4/2020).

Pasien itu rupanya memang terinfeksi Virus Corona.

"Pada saat yang bersangkutan meninggal dunia, kami belum tahu positif atau tidak karena tesnnya belum keluar."

"Baru keluar tanggal 20 kemarin jadi kurang lebih sekitar 22 hari hasil swab ini kami terima, dan hasilnya adalah positif," kata dia.

Isolasi Satu Desa 

Atas insiden kaburnya korban Covid-19 yang sempat kabur tersebut, diketahui ada sebanyak 120 warga yang sempat melakukan kontak fisik dengan almarhum sebelum meninggal.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Garut langsung mengambil langkah dengan mengisolasi warga satu kampung tersebut.

Rudy mengatakan, untuk sementara 120 orang yang sempat kontak fisik dengan korban dinyatakan sebagai ODP.

Seluruh ODP tersebut juga telah melakukan tes cepat dan hasil sementara yang keluar masih dinyatakan negatif.

"Ada kurang lebih 120 yang kontak fisik dan tadi sudah kami lakukan rapid test dan hasilnya negatif," terang Rudy dikutip dari kanal tvoneNews, Kamis (23/4/2020).

Bupati menyampaikan isolasi dilakukan dengan cara preventif dan tetap memberikan jaminan kesejahteraan terhadap warga.

Total sebanyak 300 Kepala Keluarga mendapatkan bantuan pangan senilai 700 ribu per keluarga.

Untuk itu Pemkab mengimbau dan akan terus memantau masyarakat kampung Cigedug untuk tetap berada di rumah dan mengurangi interaksi antar warga.

"Tapi meskipun demikian kami tetap melakukan langkah-langkah preventif dengan melakukan isolasi terhadap kampung itu dan kami memberikan jaminan,"

"Kami sudah men-drop kebutuhan pangan untuk satu keluarga 25 kg beras, 4 kg minyak, sarden dan lainnya seharga 700 ribu."

"Pokoknya kami dalam hal ini untuk 300 kepala keluarga di kampung itu untuk tetap tinggal di rumah dan kami lakukan pemantauan dari segi kesehatan, dan mereka juga kami minta disiplin untuk tidak melakukan interaksi yang berlebihan," tambahnya.

Menurut Rudy, isolasi dan pemberian jaminan yang dilakukan merupakan bentuk usaha pemerintah Garut mencegah penularan Covid-19 di wilayahnya.

Rencananya, isolasi terhadap kampun dan khususnya kepada ODP akan dilakukan selama dua pekan ke depan.

"Tentu ini usaha kami untuk Cigedug supaya tidak menjadi pandemi."

"Kalau memang yang bersangkutan atau ODP yang kami lakukan dengan rapid test benar-benar negatif, kita tunggu dalam 14 hari ke depan," tandas Rudy.

Sumber: tribunnews


Name

Berita,10993,HUMOR,5,Internasional,157,Kesehatan,3,Nasional,10873,News,67,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Kabur Dari Rumah Sakit, Pasien Positif Corona Ini Meninggal, Bertemu Ratusan Orang Akhirnya 1 Desa Diisolasi
Kabur Dari Rumah Sakit, Pasien Positif Corona Ini Meninggal, Bertemu Ratusan Orang Akhirnya 1 Desa Diisolasi
https://1.bp.blogspot.com/-h0z_k2bZPKk/XqQZn_Cm-nI/AAAAAAAABMo/gnL1yziBVXwRbb48YXA8zQgv6N32cwKQwCLcBGAsYHQ/s640/images%2B%252814%2529.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-h0z_k2bZPKk/XqQZn_Cm-nI/AAAAAAAABMo/gnL1yziBVXwRbb48YXA8zQgv6N32cwKQwCLcBGAsYHQ/s72-c/images%2B%252814%2529.jpeg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2020/04/kabur-dari-rumah-sakit-pasien-positif.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2020/04/kabur-dari-rumah-sakit-pasien-positif.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy