$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Beri Pesan ke Mayjen Dudung, Neno Warisman Sebut Jangan Melihat FPI Sebagai Musuh

INDONESIAKININEWS.COM Penyanyi sekaligus Aktris Neno Warisman ikut memberikan komentarnya terkait isu yang sedang terjadi, yaitu pernyataan ...



INDONESIAKININEWS.COM Penyanyi sekaligus Aktris Neno Warisman ikut memberikan komentarnya terkait isu yang sedang terjadi, yaitu pernyataan dari Pangdam Jaya Mayjen Dudung Aburachman yang mengatakan bila perlu Front Pembela Islam dibubarkan saja.

"Bapak Dudung Abdurachman, salam hormat saya kepada bapak selaku panglima militer, jabatan yang tinggi dan pasti disyukuri oleh keluarga bapak. Sederhananya, selaku seorang ibu, kami prihatin atas apa yang bapak lakukan sebagai sebuah preseden menurut kami," kata Neno di kanal Youtubenya, Neno Warisman.

Neno menyatakan hendaknya ini menjadi pelajaran besar bagi semua orang, bukan hanya untuk Mayjen Dudung saja, jika memiliki kekuasaan hendaklah kekuasaan itu digunakan sebagai rasa takut akan tanggung jawab di hadapan Allah.

"Saya dan para ibu, kami merasakan betul kebutuhan kami akan orang-orang di sekitar kami yang dapat membantu diri kami dalam keadaan kami susah, jika keluarga kami dapat membantu Alhamdullillah, tetapi yang harus bapak sadari bahwa Front Pembela Islam (FPI) itu telah menjadi bagian dari kehidupan kami sehari-hari, nafas kami, orang-orang kecil, orang-orang di bawah yang kami ini adalah rakyat," katanya.

Dia mengungkapkan bahwa dia dan para ibu sudah merasakan betul kebaikan hati dari FPI, selain itu menurut para ahli, kewenangan untuk pembubaran itu ada di Depkumham.

"Tetapi FPI juga bukan sebuah organisasi yang terdaftar sehingga tidak perlu atau tidak usah dibubarkan bukan, Pak?" tanyanya.

Neno juga bersaksi bahwa ketika dia atau para ibu kesusahan membawa barang atau belanjaan, lalu melihat seseorang memakai kaus FPI maka tidak ragu untuk meminta tolong padanya

Karena menurutnya FPI dididik untuk menolong masyarakat, sama persis sebagaimana juga tidak pernah ragu-ragu meminta tolong pada TNI, di mana saja ada TNI maka masyarakat merasa TNI adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat selama ini.

Neno menjelaskan FPI dan TNI adalah dua kecintaan bagi para ibu.

"Kami tidak ragu-ragu, mulai dari hal yang kecil kami tidak takut, kami selalu bertanya dan selama ini dalam perhelatan besar di mana pun saja, kami melihat betapa indahnya kerja sama yang dilakukan baik itu di pusat-pusat bencana, di mana selalu dibutuhkan gotong royong FPI dan juga TNI, guyub sekali," katanya.

"Di peristiwa 212 yang selalu diselenggarakan setiap tahun, tapi menghormati Covid tahun ini tidak diselenggarakan tapi diadakan diskusi nasional. 

Tetapi kami selalu melihat antara TNI dengan FPI bersaudara bahkan indah sekali persaudaraan itu, sampai menembus kepada jantung rakyat," ucap Neno lagi menambahkan.

Dia juga menyatakan kalau dalam kehidupan para ibu yang sederhana, kalimat Mayjen Dudung yang meminta FPI dibubarkan betul-betul membuat hati terluka, dan membuat bertanya-tanya.

"Kami merasa ada apa, rakyat bertanya-tanya, kenapa? Apa yang salah dengan FPI, sulit juga kami terima ketika dalam kekuasaan yang bapak pegang, entah bapak mendapat instruksi atau inisiatif sendiri tapi tetap kami menyayangkan ketika bapak memerintahkan untuk hanya sekadar menurunkan baliho," ujarnya.

Menurutnya TNI merendahkan diri karena tugas dari TNI adalah menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tugas sepele seperti yang ada di dalam video yang sempat viral bisa dilakukan dengan pendekatan dialog, bukan pendekatan kekerasan.

Selain itu, Neno juga mengatakan kalau orang-orang di FPI memiliki hati nurani, yang mudah untuk diajak dialog, sehingga tak perlu memakai mobil-mobil dinas militer yang show di jalan sambil menyalakan sirine, yang mana menurutnya hal itu menandakan sesuatu

Karena menurutnya FPI dididik untuk menolong masyarakat, sama persis sebagaimana juga tidak pernah ragu-ragu meminta tolong pada TNI, di mana saja ada TNI maka masyarakat merasa TNI adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat selama ini.

Neno menjelaskan FPI dan TNI adalah dua kecintaan bagi para ibu.

"Kami tidak ragu-ragu, mulai dari hal yang kecil kami tidak takut, kami selalu bertanya dan selama ini dalam perhelatan besar di mana pun saja, kami melihat betapa indahnya kerja sama yang dilakukan baik itu di pusat-pusat bencana, di mana selalu dibutuhkan gotong royong FPI dan juga TNI, guyub sekali," katanya.

Baca Juga: Cegah Penularan Covid-19, Polsek Tanjung Duren Edukasi Masyarakat Turun ke Jalan

"Di peristiwa 212 yang selalu diselenggarakan setiap tahun, tapi menghormati Covid tahun ini tidak diselenggarakan tapi diadakan diskusi nasional. 

Tetapi kami selalu melihat antara TNI dengan FPI bersaudara bahkan indah sekali persaudaraan itu, sampai menembus kepada jantung rakyat," ucap Neno lagi menambahkan.

Dia juga menyatakan kalau dalam kehidupan para ibu yang sederhana, kalimat Mayjen Dudung yang meminta FPI dibubarkan betul-betul membuat hati terluka, dan membuat bertanya-tanya.

Sebagi perwakilan para ibu, Neno menyatakan bersedia ada di depan FPI, bersedia menjelaskan karena mungkin ada kesalahpahaman.

"Biar para ibu yang menjelaskan karena FPI anak-anak kami, Bapak TNI juga anak-anak kami, kami adalah ibu, ibu, ibu dari semuanya," ucapnya.

"Kami berhak untuk ngomong kepada anak-anak kami yang bertengkar untuk tidak berselisih lagi, sayangi diri kalian, sama-sama semuanya, ga ada gunanya pertentangan ini, ga ada gunanya perkelahian ini, apalagi sampai nanti menumpahkan darah, naudzubillahi min dzalik," kata Neno lagi.

Baca Juga: Prokes Diklaim Tumpul ke Atas Tajam Ke Bawah, PCNU Kabupaten Cirebon Surati Satgas Covid-19 Nasional

Neno meminta semua pihak untuk sadar, sedang ada sesuatu di Indonesia, banyak orang-orang serakah yang hendak mengambil lalu mengadu domba.

Dia berharap kemarahan seorang ibu, keprihatinan seorang ibu, keprihatinan serta keinginan baik para ibu tersebut mau diterima sebagai suara dari rakyat kecil.

"Dari para ibu yang hendak menyatakan dirinya tolong lihat segala sesuatu proporsional, jangan ditunggai oleh nafsu angkara murka, sebab begitu kita menunggangi atau ditunggangi nafsu angkara murka maka nasib kita semuanya akan binasa bersama-sama," katanya mengakhiri.***


S: pikiran rakyat




Name

Berita,9281,HUMOR,5,Internasional,156,Kesehatan,1,Nasional,9164,News,66,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Beri Pesan ke Mayjen Dudung, Neno Warisman Sebut Jangan Melihat FPI Sebagai Musuh
Beri Pesan ke Mayjen Dudung, Neno Warisman Sebut Jangan Melihat FPI Sebagai Musuh
https://1.bp.blogspot.com/-jyg_6GFGMw0/X7qAWfE8LbI/AAAAAAAAFI8/y0oscJVSF4QxY6h7EQ4wZn06spuRvcwRQCLcBGAsYHQ/w640-h476/Screenshot_2020-11-22-22-06-59-23.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-jyg_6GFGMw0/X7qAWfE8LbI/AAAAAAAAFI8/y0oscJVSF4QxY6h7EQ4wZn06spuRvcwRQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h476/Screenshot_2020-11-22-22-06-59-23.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2020/11/beri-pesan-ke-mayjen-dudung-neno.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2020/11/beri-pesan-ke-mayjen-dudung-neno.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy