INDONESIAKININEWS.COM - Dalam suatu kesempatan Anies Baswedan mengatakan bahwa kekuatan seorang Presiden adalah Menekan. Menurut Anies Basw...
INDONESIAKININEWS.COM - Dalam suatu kesempatan Anies Baswedan mengatakan bahwa kekuatan seorang Presiden adalah Menekan.
Menurut Anies Baswedan, Indonesia bukanlah negara pertama yang menjalankan demokrasi, puluhan negara sudah berdemokrasi.
Hal tersebut dikatakan Anies Baswedan sebagaimana terdapat dalam sebuah video yang diunggah pada akun instagram Anies Baswedan Report.
"Indonesia bukan negara pertama yang menjalankan demokrasi, puluhan negara sudah berdemokrasi, efisien biayanya, transparan prosesnya, dan terhormat menjadi politisi, itu yang harus dikembalikan di Indonesia sekarang", kata Anies Bawedan seperti dilihat mantrasukabumi.com dari akun instagram @aniesbaswedanreport pada Minggu, 24 Januari 2021.
"Jadi cara-cara seperti itu, panggil ketua partai, ajak bicara, dan kemudian katakan kalau tidak berubah, jangan heran masyarakat akan semakin menjauhi partai politik, dan suatu saat nanti kekecewaan itu akan menjadi boomerang yang luar biasa", katanya.
Menurutnya, tekanan pada ketua parpol perlu dilakukan, untuk perubahan sebuah demokrasi yang lebih baik.
Halaman:
Sumber: Instagram
"Tekanan ini harus diberikan, hari ini ga ada yang manggil, dan partai politik itu kalau dipanggil Presiden, datang, taat, masalahnya dipanggil apa tidak", ujarnya.
Anies Baswedan menyebut bahwa dalam sebuah demokrasi, yang menjadi kekuatan seorang Presiden adalah menekan.
"Itu kekuatan seorang Presiden adalah menekan, itulah modernnya seorang Presiden, Presiden era modern itu bukan memerintah, memanggil, menegosiasi, persuasi, bicara, tunjukan dorongan itu, berubah negara ini, pasti berubah", pungkasnya.***
S: Mantrasukabumi
