$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Masih Ingat Yunarto Wijaya, Kritikus Top Tanah Air? Kini Singgung AHY Lagi Main Drama di Demokrat

INDONESIAKININEWS.COM -  Jarang terekspos, kini Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya muncul ke publik tanggapi permasalahan Pa...



INDONESIAKININEWS.COM - Jarang terekspos, kini Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya muncul ke publik tanggapi permasalahan Partai Demokrat sekarang.

Yunato Wijaya menganggap Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seolah tengah bermain drama.

Melawan kubu KLB Darmizal cs hingga AHY dikabarkan telah dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Dilansir TribunWow.com, Yunarto menyebut Partai Demokrat kubu AHY seharusnya fokus mengurus menyelesaikan kisruh kudeta Partai Demokrat.
 
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube metrotvnews, Jumat (12/3/2021).

Menurut Yunarto, Moeldoko seharusnya meninggalkan posisi kepala Kantor Staf Presiden (KSP) jika ingin membesarkan Partai Demokrat.

(Foto: Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Tribunnews.com)

Seperti diketahui, Moeldoko terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Deliserdang, Sumatera Utara.

"Kalau Pak Moeldoko serius ingin membesarkan atau menunjukkan bahwa KLB Demokrat yang memilihnya adalah sah," jelas Moeldoko.

"Lebih baik meletakkan jabatan sebagai KSP."

Namun, Yunarto juga memberi saran untuk Partai Demokrat kubu AHY.
 
Ia mengatakan, kubu AHY seharusnya fokus membuktikan KLB di Deliserang ilegal.

"Tapi dari kaca mata lain saya juga melihat seharusnya Partai Demokrat kubu AHY fokus saja pada aspek hukum yang bisa menyelesaikan kasus ini," ucap Yunarto.

"Kalau Anda merasa KLB ini abal-abal, hanya sedikit yang hadir, tidak memenuhi syarat AD/ART."

"Fokus pada bagaimana berkas disiapkan sehingga mau pengadilan atau Kumham dengan cepat memutuskan bahwa kubu AHY yang sah."

Ia lantas turut menyinggung kritik Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly pada Partai Demokrat kubu AHY.

Yunarto menyebut kubu AHY seolah tak percaya diri (PD) menghadapi isu kudeta yang melibatkan Moeldoko.

"Jangan main di level drama, kita tahu awal kasus besar ini ketika sebagian teman DPP kubu AHY fokus pada ada intervensi kekuasaan," jelas Yunarto.

"Ini yang menyebabkan kritik Pak Yasonna Laoly keluar."

"Kalau Anda Pede dengan kubu Anda dan berkas lainnya, kenapa melempar pada pihak ketiga?"

"Saya nyebutnya malah drama Korea, kan tadi bahasanya melankolis sekali," lanjutnya.

Kubu KLB Deli Serdang 'Polisikan' AHY

Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) kini dipolisikan pihak KLB di Deli Serdang, Darmizal.

AHY dilaporkan atas dugaan pemalsuan akta pendirian partai ke Bareskrim Polri oleh salah satu anggota kubu Moeldoko tersebut.

AHY dilaporkan pada Jumat (12/3/2021) kemarin.

Darmizal diwakili oleh kuasa hukumnya, Rusdiansyah. 

"Hari ini ingin melakukan pelaporan terbaru terkait dengan pemalsuan akta otentik AD/ART Partai Demokrat tentang pendirian.

Di mana di dalam AD/ART tidak terdapat adanya nama Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pendiri Partai Demokrat," kata Rusdiansyah di Mabes Polri, Jakarta, dikutip dari Tribunnews, Jumat (12/3/2021).

Dia mengatakan, AHY diduga telah memalsukan akta otentik AD/ART terkait pendiri Partai Demokrat pada 2020.

AHY dianggap secara diam-diam mencantumkan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pendiri Partai Demokrat.

Rusdiansyah menuding pencantuman SBY itu tanpa melalui mekanisme partai.

Menurut Rusdiansyah, SBY bukan salah satu pendiri atau founding fathers Partai Demokrat.

Sebab, pada akta pendirian Partai Demokrat tahun 2001 tidak ada nama SBY.

"Jadi di tahun 2020 saudara AHY diduga kuat melakukan perubahan di luar forum kongres bahwa the founding fathers Partai Demokrat adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan Franky Rumangkeng.

Sementara pendirian Partai Demokrat di tahun 2001 tidak ada nama Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pendiri Partai Demokrat," jelasnya.

Beberapa barang bukti yang dibawa Rusdiansyah untuk melaporkan perkara ini di antaranya, AD/ART Partai Demokrat tahun 2001 dan tahun 2020 serta SK Kemenkumham tahun 2020.

Namun, Bareskrim Polri belum menerbitkan laporan polisi (LP) untuk pelaporan tersebut. Rusdiansyah mengatakan, ia akan kembali lagi pada Selasa (16/3/2021).

Sementara itu, penyidik menyatakan masih perlu mendalami laporan dan barang bukti yang diserahkannya.

 

S: Tribunnews


Name

Berita,13855,H,2,HUMOR,5,Internasional,159,Kesehatan,9,Nasional,13727,News,72,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Masih Ingat Yunarto Wijaya, Kritikus Top Tanah Air? Kini Singgung AHY Lagi Main Drama di Demokrat
Masih Ingat Yunarto Wijaya, Kritikus Top Tanah Air? Kini Singgung AHY Lagi Main Drama di Demokrat
https://1.bp.blogspot.com/-ocwyEWtvBkQ/YE12LF82mrI/AAAAAAAALrU/wU377RwhuMs1dKHf6ZCYoN6_90_aPzlHQCLcBGAsYHQ/w640-h368/Screenshot_2021-03-14-09-32-16-18.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ocwyEWtvBkQ/YE12LF82mrI/AAAAAAAALrU/wU377RwhuMs1dKHf6ZCYoN6_90_aPzlHQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h368/Screenshot_2021-03-14-09-32-16-18.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/03/masih-ingat-yunarto-wijaya-kritikus-top.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/03/masih-ingat-yunarto-wijaya-kritikus-top.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy