$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Ade Armando Tegur Fadli Zon Soal Aksi BEM UI: Ucapan Saya Jangan Dipotong

INDONESIAKININEWS.COM -  Fadli Zon debat dengan dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando terkait aksi BEM UI yang membuat meme Jokowi T...



INDONESIAKININEWS.COM - Fadli Zon debat dengan dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando terkait aksi BEM UI yang membuat meme Jokowi The King Of Lip Service.

Fadli Zon membeberkan dirinya merupakan alumni Universitas Indonesia (UI).

Fadli Zon mengatakan dirinya dulu merupakan aktivis sekaligus mahasiswa berprestasi. Politisi Partai Gerindra, saat ini kebebasan akademik terancam.

Terlebih kini rektor kampus ditunjuk oleh Presiden, maka ini akan terjadi konflik kepentingan.

BEM UI melayangkan kritik dengan mengedit foto Presiden Jokowi dan menjulukinya, The King of Lip Service.

Menurut Fadli Zon seorang mahasiswa seharusnya wajar jika ikut berpolitik.

Terlebih mahasiswa sudah dewasa dan memiliki ilmu pengetahuan yang diyakini sebuah kebenaran.

Maka suara mahasiswa adalah suara rakyat, membela kepentingan rakyat.

"Mahasiswa emang nggak boleh berpolitik? Mahasiswa ya harus berpolitik, sebagai warga negara yang sudah dewasa berhak berpolitik," ujar Fadli Zon.

"Politiknya untuk apa? Untuk membela kebenaran, kejujuran, dan keadilan," imbuhnya.

Sebagai alumni Universitas Indonesia, Fadli Zon mengingatkan kembali tentang slogan mahasiswa UI.

Menurutnya, kritik tersebut bisa dimaknai sebagai implementasi dari slogan yang selama ini didengungkan mahasiswa UI.

"Probitas, Veritas, dan Iustitia kalau mahasiswa UI, kan itu. Membela kebenaran, kejujuran, dan keadilan," kata Fadli Zon.

"Menurut saya itu politiknya," imbuhnya.

Menanggapi tudingan adanya kepentingan terselubung yang dilukan BEM UI, anggota DPR berusia 50 tahun tersebut kembali memberi pembelaan.

"Ya harus ada kepentingan dong, kalau orang sudah membela berarti kepentingannya apa? Kepentingan rakyat kalau menurut saya," kata Fadli Zon.

Menurut Waketum Partai Gerindra tersebut, kritikan yang dilayangkan BEM UI masih tergolong sopan.

Ia lantas membandingkan kritikan tersebut dengan poster yang pernah dibuat oleh majalah terkemuka yang mencitrakan Jokowi berhidung panjang.

"Kalau misalnya sekarang dikatangan King of Lip Service, itu menurut saya masih sopan sekali," ujar Fadli Zon.

"Itu biasa, pernah ada satu majalah nasional terkemuka malah (membuat) panjang hidungnya (presiden). Itu menurut saya lebih sadis lagi dan ekstrem lagi."

"Dan enggak ada masalah, ini demokrasi, dan disampaikan Pak Jokowi sendiri tidak ada masalah," tegasnya.

Fadli Zon mengaku heran dengan sikap rektor UI.

"Yang mengherankan adalah responnya adalah rektor dan beberapa dosen di UI sendiri, seharusnya yang merespons adalah pihak pemerintah,' ujarnya.

Fadli Zon mengatakan seharusnya dosen dan sleuruh civitas akademik melindungi mahasiswanya.

"Seharusnya civitas akademika melindungi mahasiswanya sendiri," ujarnya.

Sementara itu, dosen UI, Ade Armando menyebut jika yang dilakukan BEM UI merupakan ulah mahasiswa baru 2021.

Menurutnya, BEM UI tidak membuka debat secara akademik.

"Karena sejak semula, ada sesuatu yang tidak beres di sini, maka saya sebutkan argumen anak BEM lemah, dangkal," ujarnya.

Sontak hal itu langsung dibantah oleh Fadli Zon.

Fadli Zon mengatakan BEM UI tidak mentake down karena ada perlawanan.

"Banyak masyarakat yang mendukung BEM UI, banyak juga dosen-dosen yang tercerahkan yang mendukung aksi BEM," ujarnya.

Diketahui, aksi kritik BEM UI bertajuk Jokowi The King Of Lip Service di media sosial berbuntut panjang. Pihak kampus UI mempermasalahkan unggahan itu dan kemudian melakukan pemanggilan terhadap sejumlah mahasiswa.

Kasus ini bermula saat keresahan BEM UI dituangkan lewat unggahan mereka di media sosial Twitter, Sabtu (26/5).

Unggahan itu menampilkan foto Jokowi berdiri di sebuah mimbar, mengenakan tahta raja, dan latar belakangan bibir, disertai keterangan King of Lip Service.

Pemanggilan terhadap BEM kemudian dilayangkan rektorat lewat surat nomor: 915/UN2.RI.KMHS/PDP.00.04.00/2021 yang bersifat penting dan segera. Pertemuan dilakukan di ruang rapat Ditmawa lantai 1, Minggu (27/6) pukul 15.00 WIB. Pihak kampus UI juga sempat meminta agar unggahan itu dihapus, namun BEM UI menolak menghapus unggahan tersebut.

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra mengungkapkan pihaknya sudah dipanggil rektorat UI pada Minggu (27/6). Dalam pertemuan tersebut, pihak rektorat UI sempat meminta agar BEM UI menghapus atautake downpostingan tersebut.

”Sempat menanyakan apakah mungkin postingan itu di-take down. Tapi kami, BEM UI, menolak untuk take down," kata Leon kepada wartawan, Senin (28/6).

Aksi pihak rektorat UI itu jadi sorotan, bukan saja dinilai tak tepat, namun juga berlebihan.

Selain dipanggil oleh pihak rektorat, kritikan BEM UI yang menyebut Presiden Jokowithe king of lip servicejuga berujung pada peretasan. Leon mengatakan pada Minggu (27/6) dan Senin (28/6) telah terjadi peretasan akun media sosial beberapa pengurus BEM.

Tercatat ada 4 upaya peretasan yang terjadi. "Pertama, pukul 00.56, akun WhatsApp Tiara (Kepala Biro Hubungan Masyarakat BEM UI 2021) tidak dapat diakses dan tertulis bahwa akun tersebut telah keluar dari telepon genggam Tiara, hingga saat ini akun WhatsApp Tiara belum dapat diakses kembali," kata Leon.

Peretasan kedua terjadi pada pukul 07.11 WIB menimpa akun WhatsApp Yogie yang merupakan Wakil Ketua BEM UI.

Leon mengatakan, akun WhatsAppnya tidak bisa diakses dan muncul notifikasi akun tersebut sudah digunakan di HP yang lain.

"Pada 07.20 WIB akun tersebut sudah bisa digunakan lagi," kata Leon.

Kemudian pukul 02.15 WIB terdapat usaha login dari pihak tidak dikenal kepada akun telegram Koorbid Sosial Lingkungan BEM UI, Naifah Uzlah.

"Terakhir pukul 21.45 WIB akun instagram Syahrul Badri (Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI) mengalami 'restriction' setelah mengunggah beberapa postingan di insta-story menyangkut surat pemanggilan fungsionaris BEM UI oleh pihak UI," kata Leon.

Respon Presiden

Presiden Jokowi sendiri akhirnya merespons kritik yang dilontarkan oleh BEM UI itu. Ia menanggapi santai kritik tentang king of lip service itu.

Jokowi tampak melepas senyum saat ditanya wartawan soal kritik itu. Kepada awak media, Jokowi mengaku sudah terbiasa dikritik. Ia menilai sebutan king of lip service sama seperti julukan plonga-plongo, klemar-klemer, otoriter, bapak bipang, dan sederet label lain yang pernah ia terima.

”Ya, itu kan sudah sejak lama ya. Dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo, kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter," kata Jokowi dalam rekaman video yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/6).

Tidak hanya itu, Jokowi juga ingat beberapa waktu lalu sempat mendapat julukan 'Bapak Bipang'. Julukan itu buntut dari ajakan Jokowi yang mengajak masyarakat untuk membeli Bipang Ambawang dalam momen Hari Raya Idulfitri.

Sejumlah pihak menilai pernyataan Jokowi kala itu tidak elok. Sebab, Bipang merupakan singkatan dari babi panggang, makanan khas Ambawang, Pontianak, Kalimantan Barat.

"Kemudian ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh, dan baru-baru ini ada yang ngomong saya ini Bapak Bipang, dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai The King of Lip Service," tuturnya.

Jokowi mengaku tidak mempermasalahkan sejumlah julukan itu. Terkait julukan The King of Lip Service, ia menilai hal itu merupakan bentuk kebebasan berekspresi mahasiswa dalam negara demokrasi.

Karena itu ia meminta pihak universitas untuk tidak menghalang-halangi kebebasan berekspresi para mahasiswa itu.

"Ya saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. Jadi kritik itu boleh-boleh saja dan universitas tidak apa, tidak perlu menghalangi mahasiwa untuk berekspresi," kata Jokowi.

Namun, Jokowi juga mengingatkan agar dalam melontarkan kritik mahasiswa tidak lupa bahwa Indonesia punya budaya sopan santun.

"Tapi juga ingat, kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan," ujarnya.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa bukannya tidak mau menanggapi kritik, namun fokusnya saat ini adalah mengatasi pandemi Covid-19.

”Tapi yang saat ini penting ya kita semuanya memang bersama-sama fokus untuk penanganan pandemi COVID-19," ucapnya.


s: tribunneew.com



Name

Berita,16341,H,10,HUMOR,5,Internasional,159,Kesehatan,12,Nasional,16211,News,226,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Ade Armando Tegur Fadli Zon Soal Aksi BEM UI: Ucapan Saya Jangan Dipotong
Ade Armando Tegur Fadli Zon Soal Aksi BEM UI: Ucapan Saya Jangan Dipotong
https://1.bp.blogspot.com/-UyPOeLXs6Vw/YN1J8TSQA2I/AAAAAAAALxc/EbOa0KcvZ5U0ZivSkrsNES3cPkOHzUDwQCLcBGAsYHQ/w640-h0/ade-armando-tegur-fadli-zon-soal-aksi-bem-ui-ucapan-saya-jangan-dipotong.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-UyPOeLXs6Vw/YN1J8TSQA2I/AAAAAAAALxc/EbOa0KcvZ5U0ZivSkrsNES3cPkOHzUDwQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h0/ade-armando-tegur-fadli-zon-soal-aksi-bem-ui-ucapan-saya-jangan-dipotong.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/07/ade-armando-tegur-fadli-zon-soal-aksi.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/07/ade-armando-tegur-fadli-zon-soal-aksi.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy