$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Sangar Relawan Ganjar Tampar Arogansi Elit PDIP Sampai Ambyar

INDONESIAKININEWS.COM -  Saya rasa sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui, jika sebagian elit PDIP tidak menyukai Ganjar Pranowo. Sa...



INDONESIAKININEWS.COM - Saya rasa sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui, jika sebagian elit PDIP tidak menyukai Ganjar Pranowo. Saya katakan sebagian sebab disinyalir sebagian yang lain condong ke Ganjar Pranowo. Hanya saja kader yang berpihak ke Ganjar Pranowo tak bersuara mendukung dalam diam.

Maklum saja, elit PDIP yang tidak suka Ganjar dimotori oleh Puan Maharani anak ketua umum mereka Megawati Soekarno Putri. Siapa yang berani menentangnya? Ditambah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu 2024 Bambang 'Pacul' Wuryanto yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, daerah di mana Ganjar Pranowo sebagai gubernurnya nyempil ikut andil.

Sudah menjadi rahasia umum jika Bambang 'Pacul' Wuryanto konon dikenal sebagai tangan kanan Puan. Sebagai Ketua Bappilu 2024, ia memiliki jabatan yang strategis. Ibaratnya ia itu komandan perang PDIP, terbiasa petantang-petenteng di lapangan. Paham betul seluk beluknya.
 
Perang terbuka Ganjar dan Puan sudah berlangsung dari beberapa waktu yang telah lalu. Sejak Ganjar tak diundang, saat Puan Maharani di acara konsolidasi menghadapi pemilu 2024 di Kota Semarang. Ganjar Pranowo tak diundang padahal ia adalah kader PDIP senior dan juga gubernur Jawa Tengah. Sejak itulah hubungan keduanya dinilai masyarakat sudah tak harmonis.

Tak sedikit masyarakat yang memandang dengan berbagai macam persepsi yang berkembang, ada yang beranggapan bahwa intrik di tubuh PDIP antara Ganjar dan Puan hanya sebuah permainan. Tapi sebagian besar masyarakat menilai manuver Puan Maharani kepada Ganjar memang nyata adanya.

Pada akhirnya publik mengaitkan perseteruan mereka dengan pesta demokrasi lima tahunan, yang sedianya akan berlangsung pada tahun 2024, pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

Tapi yang menarik, sejak mencuatnya perseteruan keduanya ke permukaan, Ganjar Pranowo tidak pernah membalas secara frontal. Semisal ketika Ganjar disindir Puan soal pemimpin di sosmed, Ganjar sikapi dengan santai saja, jika sosmed sudah dia kenal sejak jadi anggota DPR RI (2003 - 2013).

Bambang 'Pacul' Wuryanto yang justru jauh lebih banyak menjadi serdadu, menghamburkan peluru, menembak secara membabi-buta. Tembakannya sadis. Ibarat kata, 'kolor' Ganjar pun diobral ngalor-ngidul, merancau timbulkan kacau.

Misal, soal elektabilitas Ganjar yang cuma 3% saat maju gubernur Jateng, soal dana kampanye Ganjar yang ditolak PDIP karena hanya 600 juta dengan kata lain Ganjar maju jadi gubernur disebut tanpa modal, soal keminter, soal pasukan dunia maya, soal tak sering "mampir" di DPC, dan lain sebagainya. (Kata mampir saya beri tanda petik, Anda para pembaca budiman paham kan?).

Entahlah, Bambang 'Pacul' ini tampak sangat emosional, publik pun berasumsi ada sisi dendam pribadi sampai dibawa ke pentas. Jika betul, rasanya sungguh tak pas dan tak pantas. Sikapnya jadi mirip bos preman yang kurang setoran.

Kendati Ganjar diserang sampai merendahkan sebegitu rupa, tapi publik dibuat terperangah. Ganjar bukannya ganti membalas keras eh, malah terlihat santai saja. "Ya, dulu elektabilitas saya memang kecil", katanya di depan awak media. Ganjar sepertinya tidak terpengaruh usaha rekannya di kader PDIP tersebut. Seperti tak ada apa-apa, ia tetap bekerja seperti biasa, melayani warganya dan mengunggah kegiatannya selama pandemi di akun sosial medianya. "Becik ketitik olo ketoro", mungkin kalimat warisan leluhur itu yang terpatri dalam hati.

Seiring berjalannya waktu, serangan brutal ke Ganjar mulai mereda. Fokus kader PDIP beralih ke usaha keras mengerek si teh botol sosro Puan Maharani ke kancah nasional. Secara sporadis, baliho Puan pun mulai berdiri memenuhi ruas jalan dan sudut kota di berbagai wilayah. Di awali dari Jawa Timur dan sekarang mulai menyebar hingga keluar pulau Jawa. Akhirnya, "Seorang pemimpin itu ada di baliho", menjadi meme.

Elektabilitas Puan Maharani memang terbilang 'seupil' untuk ukuran seorang cucu Proklamator, anak mantan presiden, anak ketua umum partai terbesar, mantan menteri dan yang tak kalah strategisnya Puan juga ketua DPR RI. Sederet status sosial yang menjulang ke angkasa dan jabatan yang disandang.


 
Tapi entah mengapa, masyarakat Indonesia sepertinya tak juga mau meliriknya. Survei terbaru dari lembaga Survei New Reseach and Consulting elektabilitas Puan hanya 1,6% saja. Ironis. Sedang Ganjar Pranowo justru yang tertinggi dengan 20,5%. Padahal baliho Puan sudah mulai berdiri beberapa bulan sebelumnya. Tapi tak memberi efek juga.

Kalau faktanya seperti itu, harus ada usaha yang frontal bahkan ekstrim agar tingkat keterpilihannya naik secara signifikan. Habis bagaimana? Usaha dompleng nama Ganjar eh, malah Ganjar yang ketiban durian. Mengerek dengan alat bantu baliho tak kunjung hasilnya, malah bebani DPD dan DPC, satu baliho biayanya 12 s/d 15 juta, belum bayar waktu sewa tempatnya.

Nah, akhirnya diusaha ketiga yang saya bilang ektrim dan frontal, pilihannya adalah ikut serang pemerintahan Jokowi. Secara tiba-tiba berganti baju, menor dan genit mirip oposisi. Mungkin Bambang 'Pacul' selaku ketua Bappilu 2024 melihat efek kejut toko sebelah, partai Demokrat. Di mana AHY dan partainya lumayan dapat efek elektabilitas dari sikap nyinyirnya ke pemerintah.

Tapi bukankah PDIP partai pendukung utama Jokowi? "Ah, bodo amat". Begitu kira-kira pikir mereka. Sebab momentnya pas. Isu pandemi yang sedang meninggi siklusnya, kemudian ada duo Golkar yang diberi panggung oleh Jokowi, bisa dijadikan sasaran tembak. Maka tak ayal, secara serentak kader PDIP menyalak. Gonggongannya bikin rakyat terbelalak. Saat pandemi membelit negeri mereka malah manfaatkan situasi. Dan semua berkata atas nama rakyat. Jadi rakyat yang digunakan alasan pembenaran. Sudah gila memang pada. Nafsu kekuasaan memang bikin mata hati dan nurani jadi mati.

Lha iya, partai pendukung utama pemerintahan, kok malah ikut serang presidennya? Nalarnya kemana? Pada akhirnya masyarakatlah yang akan menilai drama yang sedang dimainkan oleh para elit dengan otaknya yang irit. Padahal rakyat sedang terlilit sulit.

Sedang yang terjadi sama Ganjar Pranowo sebaliknya, relawan Ganjar dari hari ke hari semakin berkembang bak gelombang. Tak hanya di dunia maya tapi juga di dunia nyata. Deklarasi silih berganti bermuncuan hanya luput dari media. Biasanya mereka hanya saling info di sosial media.

Bahkan tak hanya di dalam negeri tapi juga merambah hingga ke luar negeri. Ganjar memang tak butuh baliho, mengingat dirinya bukan ketua partai, hanya kader dan bagian dari pemerintah sebagai kepala daerah.

Relawan Ganjar yang tumbuh subur dan menggurita seolah menampar dengan keras muka para elit PDIP yang songong dan hanya bisa bengong. Pada dasarnya masyarakat itu melihat kinerja kok, bukan karena tokoh itu datang dari mana atau keturunan apa. Sesederhana itu. Jadi stop bodohi rakyat.

Era sudah berubah, kalau dulu strata kaum feodal diagung-agungkan tapi kalau sekarang sudah tak berlaku lagi, apalagi jika kinerjanya tak terlihat. Rakyat butuh pemimpin yang mau nglesot dan ndeprok bareng tanpa jarak dan sekat bukan dibuat-buat.

Perubahan itu nyata adanya. Seiring perkembangan, coba saja perhatikan rakyat saat ini bisa langsung bisa berkomunikasi melalui sosial media dengan pemimpinnya.

Jadi hanya elit bodoh yang tak dapat melihat fenomena yang terjadi dan masih terkungkung oleh masa lalu. Pemimpin jaman sekarang harus lebih cepat paham dunia digital, tinimbang rakyatnya. Jika tidak, sudah pasti daerah yang dipimpinnya bakal mandeg tak berkembang. Otak jadi ori tak pernah terpakai.

Jadi kesimpulannya, tempo hari yang teriak-teriak soal pemimpin sosmed bagi saya tak paham perubahan. Dan apa yang sudah dilakukan oleh Ganjar Pranowo dengan memanfaatkan sosmed sudah tepat. Secara tidak langsung sudah mempromosikan diri. Tak perlu biaya. Gratis. Sedang yang bodoh masih menggandalkan baliho untuk mengejar ketertinggalan andalkan uang.

Baliho itu hanya akan mendapat efek popularitas, karena ada efek "Oh!". Oh itu, oh ini tapi tidak meningkatkan secara elektabilitas.

Demikian, salam




S:Anto Cahyo


Name

Berita,17106,H,102,HUMOR,5,Internasional,159,Kesehatan,13,Nasional,16976,News,627,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Sangar Relawan Ganjar Tampar Arogansi Elit PDIP Sampai Ambyar
Sangar Relawan Ganjar Tampar Arogansi Elit PDIP Sampai Ambyar
https://1.bp.blogspot.com/-4EAq-UsxjQE/YRO1oiWU_iI/AAAAAAAAQE8/ZR1CxAPf1soFXdXR3dIZ3ySv2Hfyp1ixACLcBGAsYHQ/w640-h546/Screenshot_2021-08-11-18-32-51-63.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-4EAq-UsxjQE/YRO1oiWU_iI/AAAAAAAAQE8/ZR1CxAPf1soFXdXR3dIZ3ySv2Hfyp1ixACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h546/Screenshot_2021-08-11-18-32-51-63.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/08/sangar-relawan-ganjar-tampar-arogansi.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/08/sangar-relawan-ganjar-tampar-arogansi.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy