$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Wah! Ramalan Denny Siregar Bakal Terbukti? Presiden Afghanistan Sudah Kabur, Garis Keras di RI Meningkat?

INDONESIAKININEWS.COM -  Denny Siregar meramal bahwa dalam waktu dekat ini kota Kabul akan dikuasai Taliban. Setelah itu, kelompok garis ker...


INDONESIAKININEWS.COM - 
Denny Siregar meramal bahwa dalam waktu dekat ini kota Kabul akan dikuasai Taliban. Setelah itu, kelompok garis keras di Indonesia akan menguat.

Sementara di Kota Kabul, Presiden Afganistan dikabarkan sudah kabur dan tak diketahui di mana.

“Kemungkinan malam ini atau paling lambat besok, Taliban akan rebut Kabul, ibukota Afghanistan dan berkuasa atas seluruh negara..,” kata Denny Siregar, Sabtu malam 15 Agustus 2021.

“Sehabis ini kepercayaan diri para kelompok garis keras di berbagai negara, termasuk Indonesia akan meningkat..,” imbuhnya.

Ia juga membuat catatan khusus sebagai berikut:

TALIBAN BISA MENANG MALAM INI...

Seharian ini berita luar negeri mayoritas membahas gerakan Taliban menguasai Afghanistan..Perkiraan Amerika bahwa Taliban baru bisa menguasai Afghanistan dalam waktu sebulan atau dua bulan, meleset jauh.

Kemungkinan malam ini atau paling lambat besok, Taliban sudah berkuasa penuh disana. Bahkan kabarnya pemerintah resmi Afghanistan sedang melakukan transisi pengalihan kekuasaan dengan harapan menghindari kekerasan dengan Taliban.

Dan masyarakat Afghanistan terutama di Kabul ibukotanya, sedang dikecam ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi kemudian. Mereka punya trauma ketika Taliban sempat menguasai Afghanistan dulu, terutama wanita dan anak perempuan yang pasti akan jadi sasaran kekejaman. Gelombang pengungsi membanjiri Turki dan Iran, dan diperkirakan kekerasan akan semakin meningkat.

Apa pengaruh dikuasainya Afghanistan oleh Taliban untuk Indonesia ?

Jelas kemenangan Taliban ini akan menaikkan semangat kelompok radikal yang punya afiliasi dgn Al Qaeda di sini. Mereka akan beranggapan bahwa apa yang bisa dilakukan di Afghanistan, bisa dilakukan juga disini. Kelompok garis keras disini akan melakukan kontak dgn Taliban dan mendapatkan support moral.

Minimal, mereka melihat strategi Taliban untuk kuasai daerah2 dulu sebelum kuasai Ibukota akan dimainkan.

Apalagi para kelompok garis keras ini punya dendam yang tinggi pada pemerintahan Jokowi. Pada era Jokowi inilah HTI dan FPI dihajar habis-habisan. Meski sebenarnya HTI dan sebagian di FPI tidak berafiliasi dgn Taliban dan Al Qaeda, tapi mereka punya akar ideologi yang sama, yaitu khilafah.

Dan kesamaan itu saja sudah cukup untuk mulai melakukan penyatuan kembali barisan.Meski ini baru prediksi, tapi setidaknya kita sudah mulai waspada juga. Perkuat barisan nasionalis di daerah-daerah. Tidak mungkin efek Taliban ini tidak sampai ke Indonesia.

Meski saya juga yakin, TNI dan polisi sudah mulai melakukan antisipasi dan pencegahan sebelum terjadi.

Setidaknya, kalau nanti ada warga masyarakat yang membawa2 bendera Taliban, tolong pak pol jangan cuman dikasi meterai aja. Karena Taliban bisa jadi pahlawan baru bagi mereka dan simbol itu akan mereka sebarkan sebagai penyemangat gerakan mereka..

Seruput kopinya...

Denny Siregar

Kota Kabul Terkepung

Dinukil Antara, cengkeraman militan Talibat di Afghanistan kian kuat. Terbaru, gerilyawan pemberontak itu mulai mengepung dan memasuki Ibu Kota Negara, Kabul.

Kondisi ini membuat pemerintahan kota yang bertahun-tahun dilanda perang itu kian tak berkutik. Presiden Ashraf Ghani pun dikabarkan telah kabur meninggalkan kota tersebut.

Seorang pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan Presiden Ghani sudah pergi ke Tajikistan.

Ketika dimintai komentar, kantor kepresidenan mengatakan "tidak bisa mengatakan apa pun menyangkut pergerakan Ashraf Ghani atas alasan keamanan".

Sementara itu, kepala lembaga perdamaian Afghanistan Abdullah Abdullah tidak lagi menganggap Ghani sebagai presiden Afghanistan. Dalam pesan melalui video, Minggu, Abdullah menggambarkan Ghani sebagai mantan presiden.

Beberapa jam setelah kelompok Taliban memasuki Kabul, Abdullah mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan Ghani atas situasi yang berlangsung saat ini di Afghanistan.

Perwakilan Taliban, sementara itu, mengatakan kelompok tersebut sedang memeriksa keberadaan Presiden Ghani.

"Petempur-petempur Taliban sedang memasuki ibu kota dari semua sudut", kata seorang pejabat tinggi kementerian dalam negeri kepada Reuters.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan kelompoknya bersiaga di daerah-daerah pinggir kota dan sedang berbicara dengan pemerintah Afghanistan --yang didukung negara-negara Barat-- untuk meminta pemerintah menyerah secara damai.

"Para petempur Taliban sedang bersiaga di semua pintu masuk Kabul sampai peralihan kekuasaan secara damai dan memuaskan disetujui," katanya.

"Para perwakilan Taliban dan pemerintah Afghanistan sebelumnya dijadwalkan melakukan pertemuan di Qatar pada Minggu," kata anggota tim perunding pemerintah, Fawzi Koofi, kepada Reuters.

Perundingan gagal

Sementara itu, Ashraf Ghani sendiri pada Minggu kemarin sudah meninggalkan istana kepresidenan di Kabul kepada gerilyawan Taliban yang melengserkan kekuasaannya dalam waktu beberapa pekan.

Dua kali terpilih sebagai presiden, keduanya dilalui dengan sengketa yang sengit, Ghani meninggalkan negaranya tanpa mengatakan ke mana akan pergi. Al Jazeera melaporkan kemudian dia telah terbang ke Uzbekistan.

"Untuk menghindari pertumpahan darah, saya pikir lebih baik pergi," kata dia menegaskan.

Ghani pertama kali menjabat sebagai presiden pada 2014 menggantikan Hamid Karzai yang memimpin Afghanistan setelah invasi pasukan sekutu pimpinan AS pada 2001.

Dia mengawasi penyelesaian misi tempur AS, penarikan pasukan asing yang hampir selesai dari Afghanistan, dan proses perdamaian yang kacau dengan pemberontak Taliban.

Ghani berupaya mengakhiri perang puluhan tahun sebagai prioritas meski gerilyawan Taliban terus menyerang pemerintahan dan pasukan keamanan. Dia memulai pembicaraan damai dengan mereka di ibu kota Qatar, Doha, pada 2020.

Namun negara lain merasa frustrasi dengan lambatnya kemajuan pembicaraan itu dan pada reaksi Ghani yang makin tajam. Seruan untuk membentuk pemerintah sementara pun makin meningkat.

Selama menjabat, dia telah mengangkat kaum muda dan berpendidikan untuk memimpin posisi yang dulu dijabat oleh sekumpulan figur elite dan jaringan patronasi.

Ghani berjanji memerangi korupsi yang merajalela, membenahi ekonomi yang rusak dan menjadikan Afghanistan penghubung perdagangan regional antara Asia Tengah dan Selatan. Namun, dia tak mampu memenuhi sebagian besar janjinya

S:Netralnews


Name

Berita,17106,H,102,HUMOR,5,Internasional,159,Kesehatan,13,Nasional,16976,News,627,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Wah! Ramalan Denny Siregar Bakal Terbukti? Presiden Afghanistan Sudah Kabur, Garis Keras di RI Meningkat?
Wah! Ramalan Denny Siregar Bakal Terbukti? Presiden Afghanistan Sudah Kabur, Garis Keras di RI Meningkat?
https://1.bp.blogspot.com/-JlBNov19d1c/YRosB2YY-8I/AAAAAAAADps/2dFw73y8b-gNijE1pC0BPNzbS4FuKcCAwCLcBGAsYHQ/w640-h374/Screenshot_2021-08-16-16-11-25-15.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-JlBNov19d1c/YRosB2YY-8I/AAAAAAAADps/2dFw73y8b-gNijE1pC0BPNzbS4FuKcCAwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h374/Screenshot_2021-08-16-16-11-25-15.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/08/wah-ramalan-denny-siregar-bakal.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/08/wah-ramalan-denny-siregar-bakal.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy