$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Di Ujung Perceraian Aku Temukan Cincin & Kain Kafan yang Bikin Nurut Sama Suami

INDONESIAKININEWS.COM -  Aku ketemu pertama dengan mantan suami di tahun 2004 di sebuah bank swasta tempat kami bekerja.  Saat itu kami sama...


INDONESIAKININEWS.COM - Aku ketemu pertama dengan mantan suami di tahun 2004 di sebuah bank swasta tempat kami bekerja. 

Saat itu kami sama-sama single dan aku baru lulus kuliah. Hanya setahun berselang, kami menikah di pertengahan 2005.

Karena perusahaan tempat kami bekerja tidak memperbolehkan menikah dengan rekan sekantor, aku mengalah dan resign. 

Aku bekerja di tempat lain sedangkan dia bertahan di perusahaan lama.

Hanya berselang beberapa bulan, aku sempat hamil, Bun. 

Tapi hanya bertahan 9 week dan keguguran. Setelah itu aku belum bisa hamil lagi. 

Meski demikian, pernikahan kami ya lancar-lancar aja di dua tahun pertama.

Nah, masuk tahun ketiga pernikahan, dia pindah kantor Bun karena dapat tawaran lebih baik. Tapi ngga lama di kantor baru ini, dia keluar dengan alasan kurang betah. Selepas itu, dia mulai kerja ngga jelas nih.

Ya kayak wiraswasta begitu, jual-beli mobil-motor. Juga bikin tempat usaha cuci motor. Modalnya? Ya dari aku. Saat itu uang Rp3 juta sudah bisa untuk sewa ruko dan alat-alat cucian motor-mobil.

Sayangnya uang hasil usaha itu ngga jelas ke mana, Bun. Kadang dia kasih nafkah, kadang ngga. 

Lebih seringnya sih ngga. Tapi masalahnya aku pun iya-iya aja dengan penjelasan dia yang kadang ngga masuk akal.

Misal aku nanya nih,"Bulan ini kok cuma segini nih untuk rumah?"

"Ya ada cuma segitu. Kemarin ada yang beli motor DP-nya kurang, ya aku talangin dulu," jelasnya.

Pokoknya aku nurut aja dengan sekali penjelasan. Ngga aku kejar lagi soal nafkah ini. 

Begitu pun dengan Ibu kandungku - kami memang tinggal di rumah orang tuaku karena aku anak tunggal dan Ayah pergi berlayar.

Setiap tahun ada saja alasan mantan suami untuk minta uang tambahan dari Ibuku atas alasan mau daftar CPNS. Dia butuh uang cepat, misalkan Rp20 juta untuk 'titip nama' ke orang dalam'. Setiaaaap tahun, tapi ngga ada hasilnya.

Ada aja alasan si mantan ini, seperti,"Aku kalah sama yang uang titipannya lebih besar." Nanti kalo aku dan Ibu nanya uangnya bisa dibalikin ngga? Jawabannya,"Orangnya ngga bisa dihubungin."

Lagi-lagi, aku dan Ibu iya-iya saja sama jawaban dia. Ngga membantah, ngga nanya lebih detail.

Hal lain dari si mantan ini adalah dia sangat-amat over protektif. Kalo aku mau pergi sama sahabat, pasti ditanya panjang-lebar dulu. Terutama jika ada lelaki yang ikut nongkrong, padahal para lelaki itu adalah suami-suami sahabatkku.

Terus ya kalau mau pergi, dia selalu mau ikut. Yang bayarin aku. Kalau di depan teman-temanku itu dia selalu terlihat baiiiik dan penyayang banget. Bikin semua tertipu.

Setelah ke sini baru sadar, dia ikut bukan karena sayang tapi karena membatasi ruang gerak aku biar ngga ketauan macam-macam di luar. Ternyata itu juga cara dia membentengiku supaya ngga ke mana-mana karena dia sendirilah yang berselingkuh...hadehhh!

Di tahun 2011, alias tahun keenam kami menikah, aku izin pergi traveling dengan sahabat ke Vietnam dan Kamboja. Tanpa kusangka, dia langsung bilang 'Iya'. Ngga nanya aku kapan pulang dan nginep di mana. Pokoknya lempeng aja dia mengizinkan.

Nah, bisa diduga ya Bun itu ternyata karena dia ada rencana dengan si selingkuhannya itu. Sebut saja inisialnya 'S'. Selepas aku pulang kembali ke Tanah Air, barulah terbuka semua 'mata' yang tertutup selama ini.

Cincin dan Kain Kafan di Seluruh Pojokan Kamar

Kata orang zaman dulu, jampi-jampian ngga akan berhasil jika melewati samudera. Dan, begitulah yang aku alami. Sebab pulang dari Vietnam dan Kamboja, aku seperti ngga ada rasa apa pun sama dia.

Kebetulan sebelum aku berangkat, dia maksa-maksa menjual mobil mini SUV kami. Dia janji uang penjualannya akan jadi DP untuk mobil sedan keluaran terbaru.

Aku hitung-hitung, uang DP itu harusnya mencapai Rp106 juta dengan sisa cicilan sekitar dua tahun. Ternyata pas aku pulang ke Jakarta, aku baru tahu uang yang dia setor hanya Rp41 juuta!!

Sisanya? Untuk judi, mabuk, dan jajanin si S!!

Dia kasih penjelasan begini-begitu, tapi aku udah ngga mempan. Dia malah akhirnya kabur bawa mobil baru itu plus laptopku selama sepekan ke wilayah Bambu Apus. Saat dia balik ke rumah, semua baju-baju dia udah aku kepak di kardus dan suruh dia pergi saat itu juga.

Dia nangis-nangis minta maaf, eits tapi maaf ya. Aku udah il-feel sama dia. Karena ternyata lagi Bun, ini yang bikin aku mantap bercerai, aku temukan semacam jampi-jampi di seluruh penjuru kamarku.

Jampi-jampi itu berbentuk tulisan Arab dengan gambar-gambar ngga jelas di secarik kertas yang dimasukkan ke dalam batu cincin. Kalo Bunda tahu bentuk cincin akik laki-laki kan batunya besar ya. Dan, batu ini bisa dibuka, nah di situlah aku temukan kertas-kertas ini.

Ada banyak kertas jampir-jampi ini yang tersebar di belakang cermin, di bawah kasur, dan semua pelosok kamar. Paling ngeri kain kafan yang dibentuk jadi boneka mirip orang dan diumpetin di belakang meja rias. Kaget aku, Bun!

Aku bakar semua temuan itu. Pokoknya habis itu sudah mantap aku urus perceraian di Pengadilan. Hanya tiga bulan dengan tiga kali sidang, aku resmi menceraikan dia.

Saat proses cerai pun banyak teror yang aku dan keluarga terima. Paling menakutkan buatku adalah ketika aku dijambret saat mau bayar ojek langganan. Si jambret ini menggunakan motor Scoopy dan memang udah keliatan mengikuti sejak dari awal aku naik ojek.

Ketika aku turun, dia mendekat dan ngambil tas yang berisi dompet dan BB Torch terbaru. Menakutkannya Bun, dia ngambil tas itu sambil tertawa-tawa….hiii!

Setelah dirunut-runut, semua kebohongan si mantan sudah menguras tabungan keluargaku sebesar Rp150 juta. Tahun segitu uang segitu kan lumayan banget, Bun!



Tahu uangnya ke mana, Bun? Buat nongkrong dan mabuk. Paling nyesek adalah dia jajanin si selingkuhannya itu di mal yang ngga jauh dari lokasi kami tinggal. Temen-temenku ternyata pernah mergokin dia lebih dari sekali berjalan dengan perempuan itu.

Menyebalkannya lagi saat aku udah resmi cerai pun masih ada orang-orang yang datang ke rumah nagih utang. Nagih utang dia yang ngga beres urus ini-itu ke orang lain.

Aku kasih nomor kontak dia dan alamat keluarganya. Sudah bukan urusan aku lagi!

(Cerita Bunda Lina, bukan nama sebenarnya, Jaktim)


Name

Berita,19479,H,148,HUMOR,7,Internasional,160,Kesehatan,23,Nasional,19339,News,1052,OPINI,78,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Di Ujung Perceraian Aku Temukan Cincin & Kain Kafan yang Bikin Nurut Sama Suami
Di Ujung Perceraian Aku Temukan Cincin & Kain Kafan yang Bikin Nurut Sama Suami
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj4y479-Y37e1MJM2ov4f_8qfNjoACp41WWQd6Ol_xVg6bLxqTBRcGSZGJe_juVW4ciacb9cnPS66F9yHVlZl3YgzGEjAZUByRmVuRl_8PQ8XYKmOtcVK-fv4dQO66coeMxF5F-aauBnrcX7nbUpvry6pIKbw_JNwOjyXn8pCgeMPHORM1WeZ4pTbwt=w640-h478
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj4y479-Y37e1MJM2ov4f_8qfNjoACp41WWQd6Ol_xVg6bLxqTBRcGSZGJe_juVW4ciacb9cnPS66F9yHVlZl3YgzGEjAZUByRmVuRl_8PQ8XYKmOtcVK-fv4dQO66coeMxF5F-aauBnrcX7nbUpvry6pIKbw_JNwOjyXn8pCgeMPHORM1WeZ4pTbwt=s72-w640-c-h478
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/12/di-ujung-perceraian-aku-temukan-cincin.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/12/di-ujung-perceraian-aku-temukan-cincin.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy