$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Keras, Tokoh NU Sebut Ferdinand Hutahaean Penjilat Jokowi dan Tak Pantas Dibela Barisan NKRI

INDONESIAKININEWS.COM -  Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir ikut mengomentari persoalan cuitan eks politikus Demokr...



INDONESIAKININEWS.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir ikut mengomentari persoalan cuitan eks politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang akhirnya berujung pada kasus hukum.

Gus Nadir mengaku heran mengapa orang seperti Ferdinand justru dipercaya dan dibela oleh barisan pendukung NKRI. Padahal, Ferdinand merupakan sosok yang kerap berpindah haluan politik.

Pada masanya, kata Gus Nadir, Ferdinand sempat jadi pencaci Jokowi dan berteman dengan orang yang mempolitisasi agama. Kemudian belakangan ini kembali jadi penjilat Jokowi sebagaimana saat dia maju dalam Pilkada DKI beberapa tahun silam.

“Ferdinand itu dulu pendukung Jokowi di DKI. Terus jadi pencaci Jokowi di pilpres dan temenan sama mereka yang mempolitisasi agama. Eh sekarang balik jadi penjilat Jokowi. Orang kayak gini malah dipercaya dan dibela sama barisan pro-NKRI,” kata Gus Nadir dalam cuitan di akun pribadi Twitter miliknya, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Rabu (12/1/2022).

Sebelumnya, Ketua GP Ansor, Luqman Hakim meminta polisi memberikan kesempatan kepada Ferdinand Hutahaean mendapatkan bimbingan agama Islam setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan ujaran kebencian mengandung unsur SARA.

"Selama proses hukum berjalan, secara khusus saya minta Polisi memberi kesempatan kepada Ferdinand Hutahaean, yang merupakan seorang mualaf, untuk mendapat bimbingan agama Islam," kata Luqman di Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu mendukung Polri bertindak profesional dan transparan dalam menuntaskan kasus dugaan ujaran kebencian mengandung unsur SARA yang menjerat Ferdinand Hutahaean.

"GP Ansor menghormati dan mengapresiasi langkah cepat dan tegas polisi dalam memroses kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ferdinand Hutahaean yang telah menyita perhatian publik," ujarnya.

Dia berharap, langkah cepat dan tegas polisi tersebut dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat sehingga dapat dicegah potensi meluasnya kegaduhan publik yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

Dia meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Polisi dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tanpa menghakimi terlebih dahulu, hingga putusan pengadilan dijatuhkan.

Hal itu menurut dia agar Ferdinand dapat semakin mendalami dan melaksanakan ajaran dan syariat Islam.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu mendukung Polri bertindak profesional dan transparan dalam menuntaskan kasus dugaan ujaran kebencian mengandung unsur SARA yang menjerat Ferdinand Hutahaean.

"GP Ansor menghormati dan mengapresiasi langkah cepat dan tegas polisi dalam memroses kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ferdinand Hutahaean yang telah menyita perhatian publik," ujarnya.

Dia berharap, langkah cepat dan tegas polisi tersebut dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat sehingga dapat dicegah potensi meluasnya kegaduhan publik yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

Karena itu dia meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Polisi dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tanpa menghakimi terlebih dahulu, hingga putusan pengadilan dijatuhkan.

Luqman juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijaksana menggunakan media sosial.

Hal itu menurut dia agar kemajuan teknologi informasi dapat sungguh-sungguh menjadi sumbangan bagi perbaikan peradaban manusia, memperkuat solidaritas sosial dan persaudaraan sesama manusia serta memperkokoh persatuan bangsa dan negara Indonesia.

s; suara.com


Name

Berita,19568,H,148,HUMOR,7,Internasional,160,Kesehatan,23,Nasional,19428,News,1060,OPINI,78,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Keras, Tokoh NU Sebut Ferdinand Hutahaean Penjilat Jokowi dan Tak Pantas Dibela Barisan NKRI
Keras, Tokoh NU Sebut Ferdinand Hutahaean Penjilat Jokowi dan Tak Pantas Dibela Barisan NKRI
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjbVbcd_-QvZccsnq1oVnSgjH8JgaBpr9vmirtCMvNNkn93iU8h3dCUkJaIFd_mjRbnWDPW4yaVlH6art9IEkyuABwaBi5M5Cto1z1BzI_HSEqRz23m0yVTJQg4lb0S-67MHEvq5-kgM0yqhpD0_HsjcPcyDdb-6LeQ93iM-2mXe8hna8KxGGWa08VJxg=w640-h388
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjbVbcd_-QvZccsnq1oVnSgjH8JgaBpr9vmirtCMvNNkn93iU8h3dCUkJaIFd_mjRbnWDPW4yaVlH6art9IEkyuABwaBi5M5Cto1z1BzI_HSEqRz23m0yVTJQg4lb0S-67MHEvq5-kgM0yqhpD0_HsjcPcyDdb-6LeQ93iM-2mXe8hna8KxGGWa08VJxg=s72-w640-c-h388
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2022/01/keras-tokoh-nu-sebut-ferdinand.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2022/01/keras-tokoh-nu-sebut-ferdinand.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy