$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Ahok Tegas Tak Setuju Pemindahan Ibukota dan Sebut Rakyat Masih Susah, Berani Lawan Jokowi?

Twitter/@@basuki_btp INDONESIAKININEWS.COM -  Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak setuju dengan rencana pemi...

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp
Twitter/@@basuki_btp

INDONESIAKININEWS.COM - 
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak setuju dengan rencana pemindahan ibukota negara dari DKI Jakarta.

Ahok menyatakan itu pada tahun 2013 saat menjabat Wakil Gubernur DKI. Saat itu, Gubernur DKI dijabat oleh Jokowi yang saat ini menjabat Presiden RI.

Di tengah rencana pemindahan ibukota dari DKI Jakarta ke Pulau Kalimantan saat ini, viral video pendek Ahok saat talk show di salah satu televisi sawasta dalam acara “Warga Bertanya, Jokowi-Ahok Menjawab”.

Dalam video berdurasi 2.14 menit itu, pembawa acara bertanya kepada Ahok soal rencana pemindahan ibukota yang diwacanakan pemerintahan Presiden SBY.

Jawaban Ahok begini. Dia mengatakan soal pemindahan ibukota tergantung pemerintah pusat dan DPR. Sementara kalau pendapat pribadi, dia mengaku tidak setuju.

“Kalau (menurut) saya, rakyat kita masih susah, untuk apa menghabiskan ratusan triliun hanya mengatasi macet, gara-gara di sini macet, lalu ibukota pindah,” kata Ahok.

Dia berpendapat, untuk mengatasi masalah macet Jakarta, cukup membangun transportasi massal.

“Jadi, bukan karena ada masalah, (lalu) lari dari masalah,” ujar Ahok.

Transportasi massal misalnya, membangun loop line Ketera Api (KA) dan pengadaan bus gratis yang banyak.

“Bikin satu loop line Ketera Api sekitar Rp 30 triliun. Lebih baik loop line KA langsung menyenggol Tengerang, Bogor, Bekasi. Itu jauh lebih cepat dan realistis,” terang Ahok.

“Kalau di sini macet, diatasin dong macetnya di mana, bukan bikin proyek ratusan triliun (ibukota baru), itu satu masalah baru,” tambahnya.

Lalu, lanjut Ahok, sistem Electronic Road Pricing (ERP) harus diterapkan. Di mana, per mobil yang melintas di jalan utama ibukota, membayar Rp 50 ribu.

Selain mengurangi kendaraan pribadi, uang ini menjadi tambahan pendapatan daerah.



“Ada mobil lewat bayar Rp 50 ribu, 1 juta mobil lewat selama 20 hari, sudah Rp 1 triliun, selama 12 bulan sebanyak Rp 12 triliun,” tutupnya.

sumber: pojoksatu.com


Name

Berita,3878,HUMOR,1,Internasional,53,Nasional,3868,News,50,OPINI,51,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Ahok Tegas Tak Setuju Pemindahan Ibukota dan Sebut Rakyat Masih Susah, Berani Lawan Jokowi?
Ahok Tegas Tak Setuju Pemindahan Ibukota dan Sebut Rakyat Masih Susah, Berani Lawan Jokowi?
https://statik.tempo.co/data/2019/07/05/id_853394/853394_720.jpg
https://i.ytimg.com/vi/O-Sx39MDG94/default.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2019/08/ahok-tegas-tak-setuju-pemindahan.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2019/08/ahok-tegas-tak-setuju-pemindahan.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy