$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Warga Sragen Keluhkan Kali Mungkung Belasan Tahun Tak Dikeruk, Kini Banjir Sampai Rumah Penduduk

INDONESIAKININEWS.COM -  Pendangkalan Kali Mungkung diduga menjadi penyebab banjir yang menggenangi tiga pedukuhan. Ketiga pedukuhan yang te...



INDONESIAKININEWS.COM - Pendangkalan Kali Mungkung diduga menjadi penyebab banjir yang menggenangi tiga pedukuhan.

Ketiga pedukuhan yang terdampak banjir yakni Dukuh Wirun, Kranggan, dan Kleco Kulon, Kelurahan/Kecamatan Sidoharjo, Sragen pada malam ini.

Warga Dukuh Wirun, Hanif Faturahman menyatakan, Kali Mungkung terakhir kali dilakukan pengerukan sekitar 14 tahun silam.

Menurutnya, pengerukan seharusnya dilakukan setiap lima tahun sekali.

"Seharusnya ada program dari pemerintah untuk mengeruk setiap lima tahun sekali," tuturnya kepada Tribunsolo.com, Minggu (14/2/2021).

Lantaran sudah lama sekali tidak dikeruk, katanya, maka terjadi pendangkalan sungai.

Tempat tinggalnya sudah kerap menjadi langganan banjir, Hanif pun dapat memprediksi kapan akan terjadi banjir di rumahnya.

"Banjir akan terjadi kalau sudah hujan deras selama tiga jam lebih," katanya.

Kata dia, banjir terparah yang pernah ia alami pada 2007 lalu.

"Dulu ketinggian air akibat banjir bisa mencapai tiga meter yang masuk ke dalam rumah," ungkap Hanif.

Evakuasi Perempuan Hamil

Fitri (33) warga Dukuh Wirun RT 17, Kelurahan/Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen dievakuasi menggunakan perahu karet dari rumahnya karena hendak melahirkan dalam kondisi di tengah banjir.

Anggota SAR Himalawu, Yudi Ulo menjelaskan, perempuan itu sudah mengalami kontraksi sehingga harus langsung dievakuasi.

"Harus segera dievakuasi untuk dibawa ke rumah sakit," ungkapnya saat ditemui Tribunsolo.com, Minggu (14/2/2021).

Saat dievakuasi, Fitri berada di atas tempat tidurnya dan kondisi rumah sudah tergenang air setinggi satu meter.

"Air luapan sungai Mungkung masuk ke dalam rumahnya," ucapnya.

Untuk bisa sampai ke mobil ambulans yang sudah disediakan di jalan raya berjarak kurang lebih 50 meter.

"Tadinya kami mau evakuasi dia menggunakan perahu karet yang bermesin namun kondisinya tidak memungkinkan."

"Karena nanti air yang merendam rumah warga bisa tambah parah," imbuhnya.

Seperti diketahui, luapan Sungai Mungkung sejak pukul 18.00 WIB mengakibatkan sejumlah wilayah di sekitarnya tergenang air.

Jalan Solo-Sragen Lumpuh

Hujan yang mengguyur wilayah Sragen berdampak pada meluapnya sungai di kawasan Jalan Solo - Sragen, tepatnya sungai Mungkung, Minggu (14/2/2021).

Sungai tersebut meluap dan menyebabkan jalan tergenang.

Air mulai naik ke jalan sejak pukul 15.30 WIB.

Luapan sungai yang mencapai badan jalan menyebabkan akses jalan Solo-Sragen lumpuh.

Pantauan TribunSolo.com di lapangan, antrean mobil dan motor cukup panjang terjadi.

Petugas dari BPBD Sragen dan Satlantas sedang melakulan rekayasa lalu lintas.

Mereka mengatur satu demi satu kendaraan untuk mengurai lalu lintas.

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Jalan Solo-Purwodadi yang melewati Kecamatan Kalijambe, Sragen selalu menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras.

Sebabnya, drainase yang ada di sepanjang Jalan Solo-Purwodadi sudah tidak mampu lagi menampung debit air hujan.

Menanggapi tidak berfungsinya drainase, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Sragen, Marija mengaku sudah melaporkan hal ini ke Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.

"Karena drainase itu merupakan wewenang provinsi," ujar Marjia kepada Tribunsolo.com, Sabtu (13/2/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, pasca kejadian banjir di Jalan Solo-Purwodadi tadi malam, pihaknya sudah menginformasikannya ke Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng.

"Setelah kejadian tadi malam langsung saya laporkan ke kepala Dinas PU Provinsi," ujarnya.

Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng akan segera melakukan pengecekan ke Kalijambe, Sragen.

"Semoga setelah dicek ada penanganan dan perbaikan dari provinsi," tuturnya.

Banyak Motor Mogok

Dampak hujan yang mengguyur kawasan Sragen, membuat sejumlah kawasan tergenang banjir.

Bahkan, banjir juga menggenang fasilitas umum, seperti Jalan Solo-Purwodadi tepatnya di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jumat (12/2/2021) malam.

Dalam sebuah video amatir yang direkam oleh warga sekitar banyak pengendara yang melintas harus menerjang banjir.

"Tadi malam banyak pengendara motor yang jatuh saat melintas karena jalannya berlubang," ungkap warga sekitar, Surya kepada Tribunsolo.com, Sabtu (13/2021).

Surya menuturkan, kondisi tersebut membahayakan pengendara yang lewat.

"Pengendara yang lewat harus ekstra hati-hati karena jalannya rusak parah," kata dia.

Beberapa kendaraan roda empat terpaksa diderek lantaran mesinnya macet.

"Yang menderek petugas BPBD Sragen menggunakan dereknya BNPB sekitar pukul 19.00 WIB," katanya.

Dia berharap pemerintah segera mencari solusi terkait banjir dan perbaikan jalan.

"Selama ini perbaikan jalan cuma tambal sulam, ya percuma karena jalur ini dilewati kendaraan bertonase besar."

"Untuk drainase juga segera diperbaiki supaya enggak langganan banjir terus," paparnya.

Tiga Kecamatan Terdampak Banjir

Hujan deras yang mengguyur kawasak Kabupaten Sragen, membuat sejumlah tempat terdampak banjir, Jumat (12/2/2021) malam.

Tiga Kecamatan di Kabupaten Sragen terdampak banjir dan tanah longsor akibat hujan deras dengan intensitas tinggi.

Hujan yang mengguyur bumi Sukowati sejak Jumat sore itu menyebabkan puluhan rumah, sawah hingga jalan tergenang air dan mengakibatkan kemacetan.

"Pada Jumat pukul 14.00 WIB sebagian wilayah Sragen di guyur hujan sedang hingga lebat menyebabkan meluapnya air di berbagai wilayah Sragen," kata Kepala BPBD Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (13/2/2021).

Ketiga kecamatan yang terdampak ialah Kecamatan Karangmalang, Kecamatan Kalijambe dan Kecamatan Miri.

Setidaknya ada 33 rumah di Kecamatan Karangmalang yang terkena banjir.

Banjir terjadi di Perum Bayangkara RT 46 dan RT 48, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen dengan ketinggian air mencapai ± 65 cm.

Penyebabnya ialah curah hujan dengan intensitas tinggi dan drainase yang sempit.

Akibatnya pemukiman di RT 46 sebanyak 30 rumah dengan 66 KK dan 264 Jiwa dan RT 48 sebanyak 3 Rumah dengan 3 KK / 10 jiwa terdampak.

Informasi terkini, Sugeng mengatakan air sudah mulai menurun sedikit demi sedikit sejak semalam.

Kecamatan terdampak banjir selanjutnya ialah Kecamatan Kalijambe di Dukuh Bapang RT 04, Desa Bapang akibat meluapnya Sungai Cemoro yang tidak bisa menampung debit air akibat curah hujan tinggi.

Setidaknya enam rumah dengan 6 KK dan 24 jiwa terdampak banjir ketinggian air kurang lebih 50 cm - 60 cm. Namun sudah berangsur surut pukul 01.00 WIB.

Banjir juga menyebabkan Jalan Raya Solo - Purwodadi di Dukuh Karangturi Desa Banaran Kecamatan Kalijambe tergenang air dengan ketinggian air mencapai 20-30 cm.

Sugeng mengatakan penyebab banjir ini ialah hujan deras di wilayah Kecamatan Kalijambe dan drainase yang sempit.

Banjir ini mengakibatkan arus lalu lintas terganggu dan motor mogok.

"Banjir juga dirasakan di Kecamatan Miri di Dukuh Kedung Winong RT 19, Desa Sunggingan dan Dukug Ledok RT 25, Desa Jeruk dengan ketinggian air kurang lebih 50 cm - 100 cm," kata Sugeng.

Akibatnya pemukiman di RT 25 sebanyak 11 Rumah dengan 10 KK / 40 jiwa dan RT 19 dengan 9 Rumah 10 KK / 50 jiwa terdampak. Kurang lebih 1.5 hektar sawah terendam air.

Sugeng mengatakan air sudah mulai surut pukul 02.30 WIB. Tak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di Dukuh Losari RT 07, Desa Girimargo, Miri.

Dari musibah tanah longsor dan banjir ini Sugeng mengatakan tidak ada korban jiwa dan tidak ada kerusakan, hanya saja kerugian Rp 500 ribu.

Sejumlah 68 aparat dan relawan membantu dalam pengkondisian bencana alam ini dari BPBD Sragen, Camat Miri, Camat Kalijambe, TNI, Polri, SAR Himalawu, Satrio Anom Rescue, Perangkat Desa Brojol, Perangkat Desa Bukuran.

PMI Sragen, PSC 119 Sragen, Wong Salam, Relawan Sumberlawang Rescue, SAR Poldes dan warga masyarakat terdampak. (*)



S:Tribun Solo



Name

Berita,12624,HUMOR,5,Internasional,158,Kesehatan,9,Nasional,12497,News,70,OPINI,76,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Warga Sragen Keluhkan Kali Mungkung Belasan Tahun Tak Dikeruk, Kini Banjir Sampai Rumah Penduduk
Warga Sragen Keluhkan Kali Mungkung Belasan Tahun Tak Dikeruk, Kini Banjir Sampai Rumah Penduduk
https://1.bp.blogspot.com/-1U1MF8Y57OI/YCmoMg1fq8I/AAAAAAAABGw/nCB8i2extIoCPLD83jtJLm9WjeE4r60OACLcBGAsYHQ/w640-h354/Screenshot_2021-02-15-05-43-38-725_id.co.babe.png
https://1.bp.blogspot.com/-1U1MF8Y57OI/YCmoMg1fq8I/AAAAAAAABGw/nCB8i2extIoCPLD83jtJLm9WjeE4r60OACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h354/Screenshot_2021-02-15-05-43-38-725_id.co.babe.png
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2021/02/warga-sragen-keluhkan-kali-mungkung.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2021/02/warga-sragen-keluhkan-kali-mungkung.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy