$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Detik-detik Soekarno Tahu akan Dieksekusi Mati, Langsung Tenang seusai Baca 1 Ayat Alquran

INDONESIAKININEWS.COM -  Siapa sangka, ternyata Soekarno juga pernah akan dieksekusi mati. Sebagai seorang pendiri bangsa, Soekarno tentu sa...


INDONESIAKININEWS.COM - 
Siapa sangka, ternyata Soekarno juga pernah akan dieksekusi mati.

Sebagai seorang pendiri bangsa, Soekarno tentu saja sudah memakan banyak asam garam saat berjuang untuk bangsa Indonesia.

Dari penangkapan, hingga ancaman pembunuhan juga sudah pernah dialaminya selama beberapa kali.

Tidak hanya itu, Soekarno juga pernah mendapatkan ancaman hukuman atau eksekusi mati.

Ancaman hukuman mati itu datang dari Belanda saat Soekarno sudah menjadi Presiden Republik Indonesia.

Kisah itu seperti yang terdapat dalam buku "Soekarno Poenja Tjerita", yang diberi kata pengantar oleh Roso Daras, terbitan Bentang tahun 2016 lalu.

Dalam buku itu dituliskan, pada era perang kemerdekaan Soekarno pernah ditangkap oleh Belanda.

Ketika itu, Soekarno ditangkap Belanda di Gedung Agung Yogyakarta sebagai tawanan perang berstatus Presiden Republik Indonesia.

Orang yang melakukan penangkapan itu adalah Kolonel Van Langen.

Van Langen merupakan anak buah dari Jenderal Spoor, rival dari Jenderal Sudirman dalam perang gerilya selama Agresi Militer Belanda.

Awalnya Kolonel Van Langen kebingungan saat ditanya Soekarno mengenai status penangkapannya.

Namun, akhirnya Kolonel Van Langen menghubungi Spoor.

Spoor kemudian mengatakan kepada Kolonel Van Langen, status Soekarno saat ditangkap memang merupakan Presiden Republik Indonesia.

Mendengar hal itu, Soekarno pun tersenyum sinis.

"Baiklah. Tetapi ingat. Kolonel, dengan melakukan penangkapan terhadap seorang kepala negara, pemerintahan kalian sudah membuat kesalahan yang sangat fatal. Akibatnya akan fatal," ujar Soekarno.

Van Langen kemudian membawa Soekarno ke lokasi tahanan sementara.

Sehari berikutnya, Soekarno ditemui oleh pejabat militer Belanda lainnya, Mayor Jenderal Meijer.

Kepada Soekarno, Meijer meminta agar dia memerintahkan pasukan dan geriliyawan menghentikan perlawanan.

Namun, Soekarno menolaknya.

Bahkan, Soekarno juga kesal karena Meijer menggunakan istilah "pasukan-pasukan liar ekstremis" untuk para pejuang kemerdekaan.

"Terserah, tuan. Tetapi tuan akan segera kami tawan di luar daerah Jawa," kata Meijer singkat.

Soekarno yang mendengar hal itu pun segera menimpalinya, dan mengatakan tidak takut sama sekali.

Selang dua hari, Soekarno dan rombongannya dibawa ke Berastagi.

Mereka kemudian dipindahkan ke tepi Danau Toba.

Di tempat itu, Soekarno sebenarnya hendak dibebaskan oleh para pemuda di sekitar tempat itu.

Mereka mendengar Soekarno sedang ditahan.

Sayang, usaha mereka gagal.

Belanda justru mengetahuinya, dan memberondong semua pemuda yang akan membebaskan Soekarno.

Selain itu, Soekarno juga mendengar kabar dari seorang pelayannya, dia akan dieksekusi mati oleh Belanda.

Sang pelayan sampai menangis tersedu-sedu saat memberi tahu Soekarno.

Pelayan itu mendengar kabar tersebut dari serdadu Belanda.

Mengetahui hal itu, Soekarno pun berjalan ke kamarnya, dan membuka alquran.

Saat membuka alquran, Soekarno "menemukan" ayat yang maknanya:

"Mati-hidup manusia di tangan Allah SWT".

Setelah membaca ayat itu, Soekarno pun menjadi tenang.

Tak lama setelahnya, Soekarno dipindahkan ke Bangka.

Momen Soekarno Dibidik Sniper NII Saat Salat Ied, Tembakan Pelaku Ngawur karena Lihat Bayang-bayang

Percobaan pembunuhan sudah pernah dialami oleh Soekarno sebagai seorang presiden.

Bahkan, percobaan pembunuhan terhadap Soekarno datang berkali-kali.

Percobaan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno tersebut dilakukan di berbagai kesempatan.

Satu di antara percobaan pembunuhan terjadi saat Soekarno sedang salat Idul Adha.

Itu seperti yang dikisahkan dalam buku "Soekarno Poenja Tjerita" terbitan Bentang pada tahun 2016.

Dalam buku terbitan tahun 2016 itu disebutkan, peristiwa itu terjadi pada 14 Mei 1962.

Saat itu, Sanusi yang merupakan suruhan dari Mardjuk, yaitu anak buah Kartosoewiryo untuk membunuh Soekarno.

Kartosoewiryo sendiri merupakan pimpinan Negara Islam Indonesia atau NII.

Selain itu, Kartosoewiryo sebenarnya juga merupakan teman Soekarno saat masih kos di Gang Peneleh, Surabaya.

Rumah itu merupakan milik HOS Cokroaminoto.

Mendapatkan perintah itu, Sanusi berusaha menjalankannya.

Dia pun menunggu momentum saat Soekarno salat Idul Adha di Istana.

Sanusi kemudian menembakkan pistolnya ke arah Soekarno, tepatnya ketika sang presiden sedang salat.

Beruntung, percobaan pembunuhan terhadap Soekarno itu gagal.

Meski demikian, ada beberapa jamaah yang terluka, tertembak di bahu dan punggung.

"Penembakan yang dilakukan dari jarak sekitar 7 meter (penembak berada di saf ketujuh), meleset," tulis buku itu.

Padahal, Sanusi merupakan penembak jitu atau sniper andalan DI/NII.

"Jalan kematian memang bukan kuasa manusia," tulis buku itu lagi.

Berdasarkan pengakuan sang penembak, pandangannya tiba-tiba menjadi samar.

Yang dilihatnya adalah bayang-bayang sosok Soekarno yang bergeser-geser, dari satu posisi ke posisi lain.

"Karena itulah, tembakannya pun menjadi ngawur," tambah buku tersebut.

Dalam sidang, Sanusi Firkat alias Usfik, Kamil alias Harun, Djajapermana alias Hidajat, Napdi alias Hamdan, Abudin alias Hambali, dan Mardjuk bin Ahmad Dijatuhi hukuman mati.

Selain menangkap mereka, pemerintah saat itu juga berhasil menangkap Kartosoewiryo.

Kartosoewiryo ditangkap tentara Siliwangi saat bersembunyi di dalam gubuk yang ada di Gunung Rakutak, Jawa Bara,4 Juni 1962.

Vonis mati dijatuhkan kepada Kartosoewiryo.

Soekarno menolak grasi mantan sahabatnya itu, sehingga Kartosoewiryo pun tetap dieksekusi mati.

Meski demikian, Soekarno bertanya kepada regu tembak pasca eksekusi itu dilakukan.

"Bagaimana sorot matanya? Bagaimana sorot mata Kartosoewiryo? Bagaimana sorot matanya?" tanya Soekarno.

Mendapatkan pertanyaan itu mereka pun menjadi bingung.

Meski demikian, seorang ajudan spontan menjawabnya.

"Sorot mata Kartosoewiryo tajam. Setajam tatapan harimau pak," jawabnya.

Mendapatkan jawaban semacam itu, Soekarno pun bernafas lega, dan melempar tubuh ke sandaran kursi,

Tak lama setelah itu, Soekarno pun mendoakan keselamatan arwah Kartosoewiryo.

S:Tribun Jatim


Name

Berita,23275,H,151,HUMOR,7,Internasional,946,Kesehatan,29,Nasional,22349,News,1358,OPINI,81,Seleb,3,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Detik-detik Soekarno Tahu akan Dieksekusi Mati, Langsung Tenang seusai Baca 1 Ayat Alquran
Detik-detik Soekarno Tahu akan Dieksekusi Mati, Langsung Tenang seusai Baca 1 Ayat Alquran
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhbO13IqjeGHYRfj5HQ7rcERjl-b_9EBpavvSwWBe01lr_-mALLSvMKhd67Bhu04i69_RELnnuPggd_TmD8mk0gYHNcB33c8b-DYYQYYLXB5jBNbjy7dHDf6xl9gRG9TwO5JLZ8COSyXZ3Cbccxmfx4RtEK0_cRw1jXgf-FAJ2nQN1P2ikZEvRbKyMMwQ=w640-h360
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhbO13IqjeGHYRfj5HQ7rcERjl-b_9EBpavvSwWBe01lr_-mALLSvMKhd67Bhu04i69_RELnnuPggd_TmD8mk0gYHNcB33c8b-DYYQYYLXB5jBNbjy7dHDf6xl9gRG9TwO5JLZ8COSyXZ3Cbccxmfx4RtEK0_cRw1jXgf-FAJ2nQN1P2ikZEvRbKyMMwQ=s72-w640-c-h360
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2022/03/detik-detik-soekarno-tahu-akan.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2022/03/detik-detik-soekarno-tahu-akan.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy