$type=slider$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=5$show=home

Pendeta di Banyumas Putuskan Jadi Mualaf di Bulan Ramadhan, Islam Agama Penuh Cinta Kasih dan Damai

INDONESIAKININEWS.COM -  Video itu pertama kali di unggah oleh channel youtube milik Faidus Sa’ad yang kemudian banyak direpost dan beredar ...



INDONESIAKININEWS.COM - Video itu pertama kali di unggah oleh channel youtube milik Faidus Sa’ad yang kemudian banyak direpost dan beredar di sosial media.

Saat Tribunjateng.com mengkonfirmasi ke Kantor KUA Kecamatan Banyumas pada Senin (12/4/2022), pihaknya membenarkan seorang Pendeta dengan alamat KTP Jakarta ini mendaftarkan diri untuk menjadi seorang mualaf.

“Iya benar itu ada di Youtube saya, Pak Hengki Pradono telah mengikuti prosesi masuk Islam pada 2 Ramadhan kemarin di Masjid Nur Sulaiman Banyumas, dituntun langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Banyumas Faesal Reza,” ucap Faidus Sa’ad selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Banyumas.

Menurut Faidus Sa’ad, Pendeta yang memutuskan menjadi mualaf ini mendatangi KUA Kecamatan Banyumas dan menyampaikan keinginannya untuk menjadi seorang Muslim atas keinginannya sendiri.

“Harus mantap tidak ada paksaan, sebelum proses masuk ikrar Islam kami menanyakan beberapa pertanyaan terlebih dahulu dan membuat surat pernyataan bersedia masuk Islam yang menyatakan tidak ada paksaan diketahui RT, RW, Kades, membawa KTP dan pas foto,” tambahnya.

Saat ditemui di kediamannya di Desa Sudagaran, Banyumas, Hengki Pradono ditemani istrinya Rumiyati menceritakan kisahnya bagaimana mengenal Islam dan memutuskan untuk menjadi mualaf.

Sebelumnya ia sudah menjadi Pendeta sejak tahun 1996 di salah satu gereja di Jakarta.

Hingga pada tahun 2017 pindah ke Karangpucung, Cilacap karena menikahi wanita asal sana. 

Lalu pindah ke Ajibarang dan sekarang tinggal di Banyumas sudah 7 bulan.

“Jadi pendeta sejak tahun 1996 setelah selesai kuliah, Sekolah Teologi, bertugas untuk membangun rintisan-rintisan gereja baru, membaptis, dan mengembangkan jumlah jemaat di gereja dulu. 

Melepas kependetaannya setahun yang lalu sekitar tahun 2021, saya pindah ke Ajibarang masih jadi pendeta,” jawabnya saat diwawancara, Selasa (12/4/2022).

Bermula dari 1 tahun yang lalu bertemu dengan seorang tokoh agama Islam asal Purbalingga bernama Mochammad Sri Manggala atau akrab disapa Gus Lana Gernini, Pengasuh Pondok Pesantren Walikaromah Genini Purbalingga. 

Ia sering berdiskusi tentang sesuatu hal dengan perspektif masing-masing.

“Saya ngobrol dengan Gus Lana, dia tidak pernah minta saya untuk masuk Islam. Kita hanya sharing bahas hal-hal dari pandangan kami, berjalan satu tahun,” jelasnya.

Hingga pada 2 bulan terakhir ia mulai berfikir dan terjadi gejolak di batinnya. 

Latar belakang dirinya menjadi seorang pendeta membuatnya berfikir dan mempertimbangkan segala sesuatunya bila ia menjadi mualaf.

“Dua bulan yang lalu saya mulai berfikir untuk saya hijrah, tetapi saya kembali ke status. Bagaimana mungkin menjadi seorang Muslim padahal saya seorang pendeta yang cukup terkenal di Jakarta, dan saya punya anak dari istri yang dulu juga seorang Kristen,” terangnya kepada Tribunjateng.com.

Seiring berjalannya waktu, ia dipertemukan lagi dengan salah satu tokoh organisasi Islam dari Tambak Banyumas bernama Muhammad Syaebani. 

Ia tertarik dengan kisah Nabi Ibrahim yang harus mengorbankan putranya bernama Ismail sebagai bukti ketaatannya kepada Tuhannya.

Hingga pada akhirnya Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba. Dari kisah Nabi Ibrahim tidak jadi mengorbankan putranya melainkan sebuah domba yang digantikan Allah.

Dari sinilah ia mulai berfikir lagi dan menurutnya ada satu pemahaman yang kaitannya dengan Alkitab dengan Al-Quran yang tidak ingin ia publikasikan kepada khalayak.

“Karena ini lebih bersifat pribadi kaitannya untuk menjaga sebuah pemahaman dengan Saudara kita,” ungkapnya.

Hingga pada satu bulan yang lalu istrinya meminta izin kepadanya untuk menjadi seorang Muslim kembali  setelah dulu memutuskan berpindah keyakinan mengikutinya saat menikah pada tahun 2017 silam. 

Ia tidak melarang sama sekali justru ia mencarikan orang yang tepat untuk menuntun istrinya kembali ke ajaran Islam dan ia memilih tetap teguh dengan pendiriannya dengan keyakinannya dulu.

“Sepanjang perjalanan kita menikah sejak 2017, saya tidak pernah meminta atau mengajak istri saya untuk mengikuti kepercayaan saya dulu. 

Saya tidak pernah memaksakan kehendak kepada orang lain. Saya juga punya anak angkat yang saya masukan pondok pesantren pada saat saya masih menjadi Pendeta dulu,” jelasnya.

Hingga pada Rabu (30/3/2022) istrinya akan mengucapkan dua kalimat syahadat di kediamannya yang dibimbing oleh Muhammad Syaebani dan dihadiri beberapa saksi. 

Saat detik-detik istrinya akan mengucapkan syahadat, ia sangat ingin berbisik kepada tokoh agama yang akan mengislamkan istrinya itu untuk menyampaikan dirinya juga ingin mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Kaki saya kaya dipaksa untuk menuju Abah Syaebani. Seorang yang tadinya sombong, takut kehilangan harga diri karena seorang Pendeta. 

Dengan hitungan sepersekian detik sebelum acara, Allah langsung kasih hidayah, saya langSung datangi Abah dan berbisik saya juga mau dituntun,” ungkapnya.

Hingga akhirnya ia mengucapkan dua kalimat syahadat bersamaan dengan istrinya di hari yang sama. 

Dari kejadian yang dialaminya ini, ia berfikir ini adalah sebuah bukti bahwa hidup dan mati seseorang, Allah yang mengatur dan kekuatan doa benar adanya. 

Karena ketika temannya mendengar istrinya akan masuk Islam, teman-temannya juga turut menyarankan agar ia mengikuti istrinya. Namun dengan tegas ia katakan tidak untuk masuk Islam.

“Allah bisa merubah kemustahilan. Saat teman saya menyuruh saya untuk masuk Islam saya katakan tegas tidak. Namun detik itu saya tidak bisa berkata tidak, Allah memberikan hidayahnya kepada saya detik itu juga,” tuturnya.

Pada Senin (4/4/2022) ia mengikuti prosesi pengislaman dirinya secara resmi dengan mendaftar ke KUA Kecamatan Banyumas dan saat ini masih proses pergantian identitas pada KTP nya.

Setelah masuk Islam ia berkeinginan untuk menjadi orang yang bermanfaat secara lahir dan batin, dunia dan akhirat. 

Ia juga ingin mensyiarkan dan menyampaikan sesuatu yang tepat mengenai agama Islam. 

Karena masih banyak orang yang melihat Islam adalah agama yang mencekam dan menakutkan. 

Menurutnya Islam merupakan agama yang penuh cinta kasih dan damai.

“Doa saya semoga diberi umur panjang, bermanfaat bagi orang lain. Kalau dulu saya sebagai seorang Nasrani menjadi seorang Pendeta yang menyebarkan agama dulu, ketika saya memutuskan menjadi seorang mualaf saya juga mempunyai kewajiban untuk mensyiarkan dan menyampaikan sesuatu yang tepat mengenai agama Islam,” tambahnya.

Ia juga bersyukur di bulan Ramadhan ini menjadikan bulan yang menjadi sejarah besar bagi hidupnya dengan sebuah hidayah yang didapatkannya. 

Dan kewajibannya menjadi seorang Muslim untuk menunaikan rukun islam yang ke tiga yakni puasa sudah mulai ia jalankan.

“Alhamdulillah saya bersyukur di umur 50 tahun ini mendapat hidayah terlebih di bulan suci Ramadhan. Puasa full insyaallah jika Allah menghendaki,” ungkapnya. 

Ia juga mengharapkan kisahnya ini memberikan nilai yang positif bagi orang lain. 

“Semoga khususnya bagi umat Muslim semakin percaya tidak ragu lagi dengan janji Allah. Kita menjadi umat Islam yang menjalankan perintahnya menghindari larangannya, taat rukun Islam, rukun iman , dan cinta NKRI,” tambahnya lagi.

s; tribunnews.com


Name

Berita,22584,H,151,HUMOR,7,Internasional,387,Kesehatan,29,Nasional,22217,News,1357,OPINI,80,Seleb,2,Tekno,1,
ltr
item
IndonesiaKiniNews.com: Pendeta di Banyumas Putuskan Jadi Mualaf di Bulan Ramadhan, Islam Agama Penuh Cinta Kasih dan Damai
Pendeta di Banyumas Putuskan Jadi Mualaf di Bulan Ramadhan, Islam Agama Penuh Cinta Kasih dan Damai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieNbo2n3sgcrS3B3j7oBtXSGIgCQjjRqOPVD-lghRpVQRNN5kWBrmVrj2eCqcNQrdFSR7eTNfQck82r5Gy7uJ5qDYgTahBv-deu39PZN9oxY9GomP4s_p3eCSFspalcMA7t8uqLB8uglft1ay78emkS66T8rHBMAMscxNUm00JuRo_Cszvx8WUeC302A/w640-h360/797b72ec4159db5ddc2972ec43133e97.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieNbo2n3sgcrS3B3j7oBtXSGIgCQjjRqOPVD-lghRpVQRNN5kWBrmVrj2eCqcNQrdFSR7eTNfQck82r5Gy7uJ5qDYgTahBv-deu39PZN9oxY9GomP4s_p3eCSFspalcMA7t8uqLB8uglft1ay78emkS66T8rHBMAMscxNUm00JuRo_Cszvx8WUeC302A/s72-w640-c-h360/797b72ec4159db5ddc2972ec43133e97.jpg
IndonesiaKiniNews.com
https://www.indonesiakininews.com/2022/04/pendeta-di-banyumas-putuskan-jadi.html
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/
https://www.indonesiakininews.com/2022/04/pendeta-di-banyumas-putuskan-jadi.html
true
1493314966655697463
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy